Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Etika Lewat di Depan Rumah Orang, Anak-anak Kudu Paham

6 Etika Lewat di Depan Rumah Orang, Anak-anak Kudu Paham
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Max Vakhtbovych)
Intinya Sih
  • Pengendara diminta tidak ngebut di depan rumah karena aktivitas penghuni, kendaraan keluar, dan anak-anak yang bermain dapat memicu risiko kecelakaan serta kebisingan.
  • Saat melintas, hindari mengomentari rumah atau pemiliknya, membuang sampah sembarangan, dan membuat keributan yang mengganggu kenyamanan penghuni.
  • Tetap jaga keramahan kepada tetangga dengan menyapa, hormati batas halaman, serta jangan melakukan keisengan seperti membunyikan bel atau memanjat pagar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di depan setiap rumah pasti ada jalan. Baik jalannya kecil atau malah jalan raya. Beda dengan bagian belakang rumah yang belum tentu menghadap ke jalan. Sering kali bagian belakang rumah sudah berdinding lagi.

Bisa dinding pagar keliling atau tembok rumah tetangga. Adanya jalan di depan rumah siapa pun tentu boleh dilewati orang-orang. Bahkan oleh orang yang tidak tinggal di sekitar situ.

Meski jalan termasuk fasilitas umum, bila kamu lewat di depan rumah orang, jangan bersikap semaumu sendiri. Ada etika lewat di depan rumah orang yang mesti dipahami. Anak-anakmu juga kudu paham dan mampu menerapkannya. Bila etika diabaikan, kalian melintas di depan rumah orang saja bisa terasa amat mengganggu.

1. Kalau bawa kendaraan jangan ngebut

depan rumah
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Tom Fisk)

Baik jalannya besar maupun cuma jalan kompleks, kamu tetap gak boleh berkendara terlalu kencang. Alasannya, kalau ada rumah di kanan dan kiri jalan, pasti juga ada aktivitas para penghuni rumah tersebut. Pemilik rumah bisa saja hendak mengeluarkan mobilnya saat dirimu melintas dengan kencang.

Ini bisa menyebabkan kecelakaan yang gagal diantisipasi. Juga anak-anak yang sedang bermain di luar atau tiba-tiba lari keluar rumah. Sama sekali tidak aman, baik buat kamu, pemilik rumah, maupun orang-orang di sekitar apabila dirimu berkendara dengan kecepatan tinggi. Bahkan suara mesin yang digas maksimal mengejutkan orang di dalam rumah.

2. Dilarang keras berkomentar negatif tentang rumah maupun pemiliknya

depan rumah
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Tom Fisk)

Kamu mungkin berpikir suaramu tidak akan terdengar oleh pemilik rumah yang berada di dalam. Atau, dirimu mengira orangnya sedang pergi karena rumah tampak sepi. Kenyataannya, ia bisa saja ada di dalam dan mendengar semua ucapanmu yang tak mengenakkan hati.

Betapa pun ada hal-hal yang menurutmu mengusik pemandangan atau lucu, cukup disimpan dalam hati saja. Misalnya, ada banyak jemuran di depan rumah yang menurutmu memalukan. Kamu sendiri gak pernah menjemur pakaian di depan rumah.

Biarkan saja. Toh, itu rumah dan pakaiannya sendiri. Ia berhak melakukan apa pun terkait keduanya. Begitu pula, rumah orang yang catnya sudah mengelupas atau halamannya belum disapu tidak perlu dikomentari.

3. Gak boleh lewat sambil nyampah

depan rumah
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

Perilaku lewat sambil sembarangan membuang sampah merupakan kebiasaan buruk. Padahal, itu jalan umum bahkan persis di depan rumah orang. Meski sampah tidak sampai memasuki halaman rumahnya, tetap saja bikin kesal.

Begitu pemilik rumah membuka pagar, langsung disambut oleh aneka sampah yang dibuang sembarangan. Kalau sampahnya ringan seperti plastik dan halaman rumah tidak berpagar rapat, kena angin sedikit pun terbang ke mana-mana. Kasihan pemilik rumah yang mesti membersihkannya.

Bila dirimu perlu membuang sampah, masukkan ke tempat sampah yang ada di luar pagar. Jika tempat sampahnya di dalam area halaman, jangan menyelonong. Bawa saja sampahmu sampai kamu menemukan tempat sampah lain atau buang setelah sampai di rumah.

4. Kalau masih tetangga dan ia di depan, turunkan kaca mobil lalu sapa

depan rumah
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

Kamu tinggal di perkampungan biasa maupun perumahan tetaplah menunjukkan sikap yang cukup ramah pada tetangga. Jangan terlalu cuek seakan-akan tidak merasa perlu mengenal mereka. Dirimu tak tahu kapan bakal membutuhkan pertolongan mereka.

Bagaimanapun juga, saudara yang paling dekat ialah tetangga. Jarak rumahnya denganmu tak sejauh rumah saudara-saudaramu. Bila kamu naik motor, bersepeda, atau jalan kaki dan melihat tetangga di depan rumah, maka sapalah.

Jika dirimu naik mobil, turunkan jendela mobil supaya bisa menyapa tetangga. Ia juga dapat melihat serta mendengar sapaanmu dengan jelas. Kalau kaca mobil tak diturunkan padahal warnanya gelap sekali, tetangga tidak bisa melihatmu. Dirimu tersenyum lebar di dalam pun. Ia mengira kamu memang gak mau lebih mengenal dan dikenal oleh tetangga.

5. Jangan terlalu ribut meski bercanda sama teman apalagi masuk halamannya

depan rumah
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Tom Fisk)

Misalnya, kamu lagi jalan kaki bareng teman sambil bercanda. Jangan tertawa atau saling mengolok terlalu keras. Bila itu dilakukan di depan rumah orang, dapat membuat pemiliknya merasa tak nyaman.

Seakan-akan ada sekelompok orang yang urakan di depan rumahnya. Sikap kalian mengganggu ketenangannya di rumah. Pemilik rumah bahkan bisa salah paham. Dia mengira kalian sedang mentertawakan sesuatu terkait huniannya.

Apabila halamannya tidak berpagar, jangan sampai kamu atau temanmu saking asyiknya bercanda sembarangan memasukinya. Misalnya, kamu berpura-pura mau membuang belanjaan temanmu ke tempat sampah yang berada di area halaman. Itu sikap yang amat tidak sopan karena tak menghargai batas kepemilikan orang lain.

6. Hindari iseng pada pemilik rumah

depan rumah
ilustrasi depan rumah (pexels.com/Boaz Mashauri)

Anak-anak paling sering melakukan keisengan-keisengan seperti ini. Misalnya, lewat sembari memencet bel rumah orang. Padahal, mereka tidak hendak bertamu. Cuma buat mengerjai pemilik rumah supaya cepat-cepat keluar.

Lalu anak-anak segera kabur. Kasih tahu anakmu dan kawan-kawannya untuk tidak melakukan hal serupa. Jangan mengganggu siapa pun, apalagi orang lain di rumahnya sendiri. Itu perbuatan yang sangat tidak sopan.

Contoh tindakan lain yaitu memanjat sebentar pagar. Bukan untuk memasuki halaman rumah orang. Cuma iseng saja mencoba menaikinya. Larang keras anak melakukannya sekalipun pagarnya kokoh. Setiap barang orang tidak boleh sembarangan disentuh apalagi dipanjat begitu.

Fungsi jalan memang untuk dilewati orang dengan beragam tujuan. Namun, ketika ada rumah di sekitarnya, jangan bersikap sembarangan. Ada etika lewat di depan rumah orang yang patut kamu pahami. Apalagi, itu bukan jalan antarkota yang biasa dilalui kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi. Bersikaplah sopan di mana pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More