Tanoto Fellow Cohort (dok. Tanoto Foundation)
Menurut World Bank (2020), Human Capital Index Indonesia berada di angka 0,54, yang menunjukkan bahwa produktivitas generasi mendatang baru mencapai sekitar 54 persen dari potensi yang dapat diraih dalam kondisi ideal pendidikan dan kesehatan. Menutup kesenjangan ini menuntut penguatan kualitas SDM dari berbagai lini, termasuk dengan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial di sekitarnya.
Menurut Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, S.Sos., MPA., selain kompetensi profesional, pemimpin masa depan perlu memiliki pemahaman terhadap persoalan masyarakat, kemampuan bekerja lintas sektor, serta orientasi untuk menciptakan dampak jangka panjang. Kapasitas semacam itu paling efektif dibentuk melalui pengalaman langsung, bukan semata teori.
“Kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru kita bisa memulainya dari gerakan-gerakan lokal yang dampaknya sangat nyata, dari titik paling kecil di sekitar kita,” ujar Didik.
Pesan itu berkaca pada perjalanan 10 Tanoto Fellow Cohort 2025 yang selama satu tahun terlibat dalam berbagai proyek pendidikan di sejumlah daerah di Sumatera, termasuk Riau, Jawa, dan Kalimantan. Mereka bekerja bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan literasi dan numerasi, pendidikan anak usia dini, serta pengembangan materi pembelajaran berbasis konteks lokal.
Melalui keterlibatan tersebut, para Fellow tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama program, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi, dan menyesuaikan pendekatan dengan konteks setempat.
“Teman-teman Fellow bisa terjun langsung selama 1 tahun sehingga memiliki modal sosial dari program ini, network, dan kemampuan untuk memahami aspek sosial budaya masyarakat. Saya berharap pengalaman tersebut dapat mereka implementasikan ketika kembali ke masyarakat, sehingga inisiatif yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” lanjut Didik.