Ilustrasi bersantai (pexels.com/Photo by Labskiii)
Setelah mengurangi hal-hal yang tidak penting, pertanyaan berikutnya adalah: ruang tersebut mau diisi dengan apa? Di sinilah hidup sederhana bisa menjadi lebih menyenangkan. Waktu dan energi yang sebelumnya habis untuk berbelanja, merawat terlalu banyak barang, atau mengejar gaya hidup tertentu dapat dialihkan kepada hubungan, kreativitas, kesehatan, atau kegiatan yang benar-benar kamu sukai.
Dalam penelitian tentang voluntary simplicity tadi, para peneliti menemukan bahwa gaya hidup ini bukan hanya berkaitan dengan mengurangi konsumsi. Konsepnya juga mencakup pertumbuhan pribadi, kesadaran ekologis, skala kehidupan yang lebih manusiawi, serta keinginan memiliki kontrol lebih besar terhadap hidup.
"Kami meninjau literatur empiris untuk mengidentifikasi studi yang mengeksplorasi hubungan antara voluntary simplicity dan kesejahteraan. Sebanyak dua puluh tiga studi empiris berhasil diidentifikasi. Secara keseluruhan, ditemukan adanya hubungan positif yang konsisten antara voluntary simplicity dan kesejahteraan," demikian laporannya.
Hidup sederhana bukan tentang membuat hidup menjadi sekecil mungkin. Sederhana berarti mengetahui apa yang cukup, lalu menggunakan waktu, uang, energi, dan perhatian untuk hal-hal yang benar-benar berarti. Dengan mengurangi yang tidak penting, kamu mungkin menemukan lebih banyak ruang untuk menikmati hal-hal kecil yang selama ini sering terlewat.