Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan cuma bikin udara dipenuhi asap, tetapi juga membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Mau berangkat kerja jadi waswas, olahraga di luar rumah harus ditunda, belum lagi rasa khawatir kalau asap berdampak pada kesehatan diri dan keluarga. Kalau kondisi ini terus berlangsung, sampai kapan kita bisa bertahan tanpa merasa stres?
Rasa cemas saat menghadapi situasi seperti ini sebenarnya wajar. Namun, kalau terus memikirkan kemungkinan terburuk sampai sulit tidur, susah fokus, atau merasa kewalahan, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Yuk, simak tiga cara menghadapi tekanan mental akibat asap karhutla!
