Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Doomscrolling Picu Stres, Ini 5 Hobi Analog Penyelamat Mental

Doomscrolling Picu Stres, Ini 5 Hobi Analog Penyelamat Mental
ilustrasi hobi analog yang bikin kamu berhenti doomscroling (pexels.com/Miriam Alonso)
Intinya Sih
  • Doomscrolling membuat otak terus terpapar informasi negatif dan memicu stres, sehingga penting mengambil jeda digital demi menjaga kesehatan mental.
  • Lima hobi analog seperti membaca buku fisik, menulis jurnal, hingga merawat tanaman membantu mengalihkan fokus dari layar dan menenangkan pikiran.
  • Aktivitas seperti merakit puzzle atau merajut memberi efek meditasi, melatih kesabaran, serta menciptakan rasa bahagia yang alami tanpa ketergantungan pada gawai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Niatnya cuma mau cek handphone lima menit sebelum tidur, eh, tahu-tahu jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Jari jempol rasanya otomatis menggeser layar ke bawah, membaca satu demi satu berita buruk yang bikin hati makin gelisah. Fenomena ini sering disebut sebagai doomscrolling, sebuah kebiasaan digital yang pelan-pelan menyedot energi positif dalam diri kamu tanpa disadari.

Kalau kamu terus membiarkan kebiasaan ini, kesehatan mentalmu bisa benar-benar ambruk karena otak terus-menerus dipaksa memproses informasi negatif secara berlebihan. Pas banget di momen Mental Awareness Month ini, sudah saatnya kamu mengambil jeda sejenak dan menyelamatkan diri dari lingkaran jahat dunia maya. Guys, mengalihkan fokus ke beberapa hobi analog yang terbukti ampuh bikin kamu lepas dari ketergantungan layar gawai, lho.


1. Membaca buku fisik tanpa distraksi

ilustrasi me-time dengan membaca buku (pexels.com/Adrienn)
ilustrasi me-time dengan membaca buku (pexels.com/Adrienn)

Membaca buku dalam bentuk cetak termasuk cara paling klasik untuk mengistirahatkan mata dari paparan blue light. Aktivitas ini menuntut fokus penuh sehingga otak kamu gak punya ruang untuk memikirkan hal-hal lain di media sosial. Saat membalik lembaran kertas, ada kepuasan tersendiri yang gak akan pernah kamu dapatkan dibandingkan menggeser layar gawai. Lagipula, membaca buku fisik secara rutin terbukti bisa menurunkan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh secara signifikan, lho.

Kamu gak perlu langsung mulai dengan buku dengan  tema yang berat, cobalah pilih novel fiksi ringan, komik masa kecil, atau buku pengembangan diri yang bahasanya santai. Anggap saja ini ritual detoks digital mandiri sebelum kamu tidur malam, ya.


2. Menulis jurnal harian dengan pena

ilustrasi konsisten menulis jurnal (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi konsisten menulis jurnal (pexels.com/cottonbro studio)

Menuangkan isi pikiran ke atas kertas lewat tulisan tangan ternyata punya efek terapeutik yang luar biasa besar, lho. Ketika kamu menulis secara manual, terjadi proses koordinasi motorik yang merangsang bagian otak bernama Reticular Activating System atau RAS. Sistem ini membantu otak memprioritaskan hal-hal penting dan menyaring informasi sampah yang bikin cemas. Aktivitas ini sangat efektif untuk menjernihkan pikiran yang kusut setelah seharian penuh terpapar badai informasi di internet.

Isinya gak usah sekaku laporan kerja yang formal. Tulis saja apa yang kamu rasakan hari ini, coret-coret sesuka hati, atau buat daftar hal-hal kecil yang bikin kamu bersyukur. Kalau lagi kesal sama netizen atau algoritma, tumpahkan saja semuanya di kertas itu sampai perasaanmu lega. 


3. Merawat tanaman hias di teras

ilustrasi merawat tanaman hias
ilustrasi merawat tanaman hias (pexels.com/Sasha Kim)

Hobi berkebun atau merawat tanaman dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang bertanggung jawab menciptakan rasa bahagia. Kamu akan belajar mengamati proses pertumbuhan makhluk hidup secara nyata yang membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra. Kegiatan fisik yang melibatkan tangan ini otomatis menjauhkan kamu dari godaan membuka aplikasi media sosial yang sangat adiktif itu.

Kamu bisa mulai dari tanaman yang perawatannya super mudah dan gak gampang mati seperti sukulen atau lidah mertua. Berbicaralah sedikit dengan tanamanmu saat menyiramnya di pagi hari sambil menikmati hangatnya sinar matahari, ya. Meski terasa aneh, berbicara dengan tanaman juga bisa membuatmu lebih tenang, lho.


4. Merakit teka-teki puzzle berukuran besar

ilustrasi bermain puzzle (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi bermain puzzle (pexels.com/Ron Lach)

Menyusun potongan-potongan kecil teka-teki menjadi satu gambar utuh adalah latihan kognitif yang sangat menyenangkan. Aktivitas ini melatih memori jangka pendek serta kemampuan pemecahan masalah kamu secara visual spasial. Otak kamu akan dipaksa masuk ke dalam kondisi flow state, yakni momen ketika kamu begitu larut dalam sebuah kegiatan hingga lupa waktu. 

Nah, karena kedua tangan dan mata berfokus mencari kecocokan pola potongan gambar, kamu gak akan punya kesempatan untuk melirik layar ponsel. Sensasi berburu kepingan-kepingan hingga menjadi gambar yang utuh bakal bikin kamu ketagihan dengan cara yang positif. Lagipula, ini adalah cara terbaik untuk melatih kesabaran daripada terus-menerus menuntut kepuasan instan dari dunia digital, kan.


5. Merajut atau menyulam kerajinan tangan

ilustrasi menyulam
ilustrasi menyulam (pexels.com/Mohamed Rizly)

Kerajinan tangan seperti merajut atau menyulam bukan lagi sekadar hobi kuno milik nenek kita di zaman dulu, lho. Aktivitas yang membutuhkan gerakan tangan berulang ini memiliki efek meditasi yang mendalam bagi pikiran. Gerakan ritmis saat mengaitkan benang mampu memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah yang tinggi akibat stres emosional. Selain itu, fokus visual pada pola rajutan akan mengalihkan sirkuit otak dari kecemasan konstan, lho.

Sebagai pemula, kamu bisa mencoba membuat syal sederhana atau tatakan gelas rajut mini yang bentuknya lucu-lucu. Jangan berkecil hati kalau hasil rajutan pertamamu agak miring atau bentuknya gak beraturan. Nikmati saja setiap prosesnya tanpa perlu memikirkan hasil akhir yang sempurna. Bonus tambahannya, kamu bakal punya barang buatan sendiri yang punya nilai sentimental tinggi dan pastinya berguna banget, lho.

Kembali ke hobi analog bisa jadi bentuk self-love untuk merawat kesehatan mentalmu di era serba digital ini. Guys, berhenti doomscrolling memang gak instan, tapi setiap menit yang kamu habiskan tanpa layar adalah kemenangan kecil bagi kedamaian jiwamu. Yuk, simpan ponselmu sekarang, tarik napas dalam-dalam, dan mulailah menikmati keindahan dunia yang ada di sekitarmu, ya!



https://pausegadget.com/analog-hobbies-replace-scrolling/

https://www.thegoodtrade.com/features/digital-detox-ideas/

https://theeverygirl.com/unique-hobbies-to-try/

https://jessalittlecreative.com/blogs/news/76-creative-mindful-activities-to-do-instead-of-doomscrolling-on-instagram

https://www.progresslifeline.org.uk/news/the-benefit-of-puzzles-for-the-brain/

https://sadiegilker.com/blog/mental-health-benefits-of-embroidery-and-crafting


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More