Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Kebiasaan Mencuci Pakaian yang Diam-diam Bikin Tagihan Listrik Naik
ilustrasi ruang laundry (unsplash.com/blenderdesigner_1688)

Kelihatannya sepele, tapi cara kamu mencuci pakaian bisa berpengaruh besar ke tagihan listrik bulanan. Banyak orang fokus pada hasil yang bersih dan wangi, tanpa sadar kebiasaan kecil saat mencuci justru bikin boros energi.

Padahal, dengan sedikit perubahan, kamu bisa tetap dapat hasil maksimal tanpa bikin dompet menjerit. Yuk, kenali kebiasaan mencuci yang sering dianggap biasa, tapi diam-diam bikin tagihan listrik naik.

1. Terlalu sering mencuci pakaian

ilustrasi laundry (pexels.com/rdne)

Pakaian yang baru dipakai sekali sering langsung masuk mesin cuci, meskipun sebenarnya belum kotor. Kebiasaan ini bikin frekuensi mencuci jadi lebih sering dan otomatis meningkatkan penggunaan listrik serta air.

Selain itu, mencuci terlalu sering juga bisa membuat serat kain lebih cepat rusak. Akibatnya, pakaian jadi lebih cepat usang dan kamu harus lebih sering menggantinya.

“Sebagian besar pakaian sebenarnya tidak perlu langsung dicuci setelah sekali dipakai. Kalau semua langsung dimasukkan ke keranjang, jumlah cucian akan cepat menumpuk,” kata Frej Lewenhaupt, seorang co-founder dan chief product officer Steamery, dikutip dari Real Simple.

2. Menggunakan deterjen terlalu banyak

ilustrasi memasukan detergen di mesin cuci (pexels.com/rdne)

Banyak yang mengira semakin banyak deterjen, hasilnya akan semakin bersih. Padahal, penggunaan berlebihan justru bisa meninggalkan residu yang membuat pakaian perlu dicuci ulang.

Kalau sudah begini, energi yang digunakan jadi dua kali lipat karena harus mencuci ulang. Belum lagi, sisa deterjen juga bisa menumpuk di mesin dan mengganggu kinerjanya.

“Banyak mesin cuci modern memiliki sensor busa. Jika deterjen terlalu banyak, mesin bisa menambahkan bilasan ekstra yang justru membuang waktu, air, dan energi,” jelas Doruk Seden, senior category manager untuk laundry di Miele North America Region, dikutip dari Real Simple.

3. Terlalu mengandalkan mesin pengering

ilustrasi mesin cuci (pexels.com/rdne)

Mengeringkan pakaian dengan dryer memang praktis, apalagi saat cuaca tidak mendukung. Tapi kalau terlalu sering digunakan, alat ini bisa jadi salah satu penyumbang terbesar tagihan listrik. Selain boros energi, penggunaan dryer berlebihan juga bisa membuat pakaian lebih cepat rusak atau menyusut.

Padahal, menjemur pakaian secara alami bisa jadi alternatif yang lebih hemat dan aman. Coba biasakan menjemur pakaian di luar ruangan saat cuaca cerah. Selain hemat listrik, pakaian juga cenderung lebih awet dan tetap segar.

4. Memasukkan pakaian menggumpal ke dryer

ilustrasi memasukan baju di mesin cuci (pexels.com/rdne)

Sering buru-buru, pakaian langsung dimasukkan ke dryer tanpa dirapikan dulu. Padahal, pakaian yang menggumpal biasanya tidak kering merata dan butuh waktu lebih lama.

Akibatnya, kamu harus mengulang proses pengeringan atau menambah durasi. Ini jelas membuat konsumsi listrik jadi lebih besar dari yang seharusnya.

“Langkah sederhana ini bisa sangat membantu mengurangi waktu pengeringan dan penggunaan energi,” kata Doruk Seden.

5. Terlalu sering pakai mode timed dry

ilustrasi mesin cuci (pexels.com/timamiroshnichenko)

Mode pengering dengan waktu tertentu memang praktis karena tinggal atur durasi. Namun, mesin akan tetap berjalan sesuai waktu meskipun pakaian sebenarnya sudah kering lebih dulu.

Hal ini membuat penggunaan listrik jadi tidak efisien dan berpotensi merusak pakaian. Panas berlebih juga bisa membuat kain terasa kaku dan warnanya cepat pudar. Sebagai alternatif, gunakan fitur sensor otomatis jika tersedia. Mesin akan berhenti sendiri saat pakaian sudah kering, jadi lebih hemat energi dan lebih aman untuk pakaian.

6. Mencuci di waktu yang kurang tepat

ilustrasi mesin cuci (pexels.com/rdne)

Banyak orang mencuci kapan saja tanpa memikirkan waktu penggunaan listrik. Padahal, mencuci di jam sibuk bisa membuat biaya listrik lebih mahal dibanding waktu lainnya. Sebaliknya, mencuci di luar jam sibuk seperti malam hari bisa membantu menekan tagihan listrik.

“Waktu terbaik untuk mencuci adalah saat penggunaan listrik di rumah dan lingkungan sedang rendah,” ujar Carolyn Holran, juru bicara dari U.S. Environmental Protection Agency (EPA), dikutip dari Southern Living.

Menghemat listrik dari aktivitas mencuci sebenarnya tidak sulit, asalkan kamu lebih sadar dengan kebiasaan sehari-hari. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru bisa berdampak besar kalau dilakukan terus-menerus.

Mulai sekarang, coba ubah kebiasaan mencucimu sedikit demi sedikit. Selain tagihan lebih hemat, pakaianmu juga bisa jadi lebih awet dan terawat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team