Gaya hidup ramah lingkungan sering dikaitkan dengan kebiasaan mengurangi sampah, menggunakan barang yang bisa dipakai berulang kali, hingga memilih produk yang lebih berkelanjutan. Namun, ketika melihat harga barang-barang yang mendukung kebiasaan tersebut, sebagian orang mungkin langsung mengurungkan niatnya. Tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali, botol minum ramah lingkungan, sampai produk perawatan tubuh dengan bahan yang ramah lingkungan terkadang dibanderol lebih mahal daripada produk biasa.
Akibatnya, muncul anggapan bahwa hidup ramah lingkungan hanya cocok untuk orang yang punya uang lebih. Padahal, menjaga lingkungan seharusnya bukan sesuatu yang eksklusif. Ada beberapa alasan mengapa gaya hidup ramah lingkungan sering dianggap mahal, meskipun sebenarnya tidak semua kebiasaan berkelanjutan membutuhkan biaya tambahan.
