Buku filsafat, teori politik, hingga karya sastra klasik sering dianggap sebagai bacaan orang berwawasan luas. Di media sosial, membaca buku-buku semacam ini bahkan bisa membuat seseorang mendapat kesan cerdas dan intelektual. Akibatnya, ada orang yang merasa perlu membaca buku berat agar tidak dianggap kurang pintar, meskipun topiknya belum tentu menarik bagi mereka.
Kebiasaan ini bisa muncul karena berbagai alasan, mulai dari keinginan mendapat pengakuan hingga tekanan untuk terus mengembangkan diri. Namun, kenapa seseorang bisa merasa bacaan tertentu lebih pantas dibaca daripada buku yang lebih ringan? Berikut lima hal yang bisa menjelaskannya.
