Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan saat Bottom Pruning Tanaman, Jangan Asal Potong!
Ilustrasi memotong batang tanaman (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Bottom pruning perlu mempertimbangkan struktur batang dan keseimbangan tanaman; jangan memotong semua cabang bawah sekaligus tanpa memilih bagian yang benar-benar mengganggu atau tidak diperlukan.
  • Posisi potongan harus tepat, tidak terlalu dekat atau terlalu panjang dari batang utama. Gunakan alat pangkas tajam, bersih, dan sesuai ukuran cabang untuk mengurangi kerusakan jaringan.
  • Hindari pemangkasan saat tanaman stres akibat kekeringan, hama, penyakit, atau pindah tempat. Perhatikan juga arah pertumbuhan tajuk agar bentuk tanaman tetap terarah setelah dipangkas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merawat tanaman gak selalu soal menyiram dan memberi pupuk. Ada juga teknik pemangkasan tertentu yang bisa membuat pertumbuhan tanaman lebih terarah, salah satunya bottom pruning.

Teknik ini memang terlihat sederhana karena hanya memangkas bagian bawah tanaman. Namun, kalau asal potong, bentuk tanaman bisa berubah dan pertumbuhannya justru terganggu. Yuk, cek kesalahan yang sering luput dari perhatian!

1. Memangkas cabang bawah tanpa melihat struktur batang

Ilustrasi memotong batang tanaman (pexels.com/Gary Barnes)

Bottom pruning dilakukan dengan memangkas cabang atau tunas yang tumbuh di bagian bawah batang utama. Kesalahan yang sering terjadi adalah memotong semua cabang bawah sekaligus tanpa melihat keseimbangan bentuk tanaman.

Padahal, beberapa cabang masih bisa berperan dalam membantu tanaman mempertahankan pertumbuhan dan bentuknya. Sebelum memotong, perhatikan dulu cabang mana yang benar-benar mengganggu struktur atau tidak lagi dibutuhkan.

2. Memotong terlalu dekat dengan batang utama

Ilustrasi memotong batang tanaman (pexels.com/Maria Turkmani)

Posisi potongan ternyata gak kalah penting. Memotong terlalu dekat dengan batang utama dapat melukai jaringan di sekitar titik tumbuh dan membuat area tersebut lebih sulit pulih.

Sebaliknya, menyisakan bagian cabang terlalu panjang juga bisa membuat sisa potongan mengering dan terlihat kurang rapi. Gunakan alat pangkas yang tajam dan buat potongan dengan posisi yang tepat agar luka pemangkasan lebih mudah pulih.

3. Memangkas saat tanaman sedang stres

Ilustrasi tanaman layu (pexels.com/cottonbro studio)

Tanaman yang sedang mengalami kekeringan, serangan hama, penyakit, atau baru mengalami perpindahan tempat sebaiknya gak langsung diberi pemangkasan berat. Tanaman membutuhkan energi untuk beradaptasi dan memulihkan kondisinya.

Pemangkasan menambah luka pada jaringan tanaman sehingga waktunya perlu diperhatikan. Kalau kondisi tanaman sedang prima dan pertumbuhannya aktif, proses pemulihan setelah pemangkasan umumnya lebih mudah dibandingkan saat tanaman sedang tertekan.

4. Mengabaikan arah pertumbuhan setelah pemangkasan

Ilustrasi cabang batang tanaman (pexels.com/Alexey Demidov)

Bottom pruning bukan sekadar membuat bagian bawah tanaman terlihat kosong. Pemangkasan juga dapat memengaruhi bagaimana tanaman mengarahkan pertumbuhan cabang dan tajuknya ke depan.

Karena itu, jangan hanya melihat cabang yang ingin dipotong. Coba amati bentuk tanaman secara keseluruhan dan bayangkan pertumbuhannya setelah beberapa minggu. Dengan begitu, hasil pemangkasan gak cuma terlihat rapi, tetapi juga tetap mendukung bentuk tanaman yang diinginkan.

5. Menggunakan alat pangkas yang kotor atau tumpul

Ilustrasi alat pemotong tanaman tumpul (pexels.com/Luigy Ghost)

Kesalahan kecil pada alat bisa berdampak pada luka tanaman. Gunting atau pisau pangkas yang tumpul cenderung menghasilkan potongan yang kurang rapi sehingga jaringan tanaman bisa mengalami kerusakan lebih besar.

Alat yang kotor juga berisiko membawa kotoran atau mikroorganisme dari tanaman lain ke luka pemangkasan. Sebelum digunakan, pastikan alat dalam kondisi bersih, tajam, dan sesuai dengan ukuran cabang yang akan dipotong.

Bottom pruning memang bisa membantu membentuk tanaman agar lebih rapi dan pertumbuhannya lebih terarah. Namun, teknik ini tetap perlu dilakukan dengan melihat kondisi tanaman, struktur batang, serta tujuan pemangkasannya.

Jadi, jangan buru-buru memangkas hanya karena ingin tanaman terlihat lebih rapi. Amati dulu, pilih cabang dengan cermat, lalu potong secukupnya agar tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article