Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Sebelum Menginjak Usia 35 Tahun, Fokus!
Ilustrasi mempersiapkan usia tiga lima. (Pexels.com/Sóc Năng Động)
  • Sebelum 35 tahun, rapikan keuangan dengan mencatat arus uang, membangun dana darurat, melunasi utang konsumtif, dan menyiapkan tujuan jangka panjang sesuai kemampuan.
  • Bangun karier berarah lewat pengembangan keterampilan, portofolio, jaringan, dan peluang yang selaras tujuan hidup; sekaligus jaga kesehatan melalui aktivitas fisik, tidur, pola makan, serta pemeriksaan berkala.
  • Kenali hubungan sehat dengan komunikasi dan batasan pribadi, lalu tetapkan prioritas hidup sendiri tanpa membandingkan pencapaian dengan orang lain atau mengikuti tekanan sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa hidup berjalan begitu cepat, sementara tabungan masih tipis, karier belum stabil, dan masa depan masih penuh tanda tanya? Memasuki usia 35 tahun sering dianggap sebagai fase ketika seseorang seharusnya sudah punya rumah, pasangan, pekerjaan mapan, dan kehidupan yang tertata.

Padahal, realitas setiap orang berbeda. Lantas, apa saja hal yang perlu kamu lakukan sebelum menginjak usia 35 tahun agar hidup terasa lebih siap tanpa harus terjebak tuntutan sosial? Yuk, simak lima hal berikut dan mulai benahi satu per satu dari sekarang!

1. Rapikan keuangan sebelum pengeluaran makin besar

Ilustrasi merapikan keuangan. (Pexels.com/https://kaboompics.com/)

Saat masih berusia 20-an, menghabiskan uang untuk nongkrong, membeli barang incaran, atau liburan spontan mungkin terasa wajar. Namun seiring bertambahnya usia, kebutuhan biasanya ikut berkembang, mulai dari biaya tempat tinggal, tanggungan keluarga, sampai persiapan masa depan. Bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hidup, melainkan belajar membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan pengeluaran yang sebenarnya bisa ditunda.

Mulailah dengan mencatat pemasukan serta pengeluaran selama sebulan untuk mengetahui ke mana uangmu pergi. Setelah itu, bangun dana darurat secara bertahap, lunasi utang konsumtif dengan strategi yang realistis, dan sisihkan uang untuk tujuan jangka panjang. Jangan merasa harus langsung berinvestasi besar hanya karena melihat orang lain memamerkan portofolio di media sosial. Fondasi keuangan yang sehat justru dimulai dari kebiasaan sederhana, konsisten, dan sesuai kemampuan.

2. Bangun karier yang punya arah, bukan sekadar gengsi

Ilustrasi seorang yang senang membangun karier. (Pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Punya jabatan keren dan gaji besar memang menyenangkan, tetapi keduanya bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Bayangkan kamu bekerja bertahun-tahun di tempat yang sama, mendapatkan penghasilan rutin, tetapi tidak lagi belajar hal baru dan selalu merasa kelelahan. Situasi seperti ini layak dievaluasi karena pekerjaan seharusnya membantu membangun kehidupan, bukan menghabiskan seluruh energi sampai kamu kehilangan kesempatan berkembang.

Sebelum usia 35 tahun, coba kenali keterampilan yang paling kamu kuasai dan bidang yang masih ingin dipelajari. Kamu bisa mengikuti pelatihan, memperbarui portofolio, memperluas jaringan profesional, atau mulai mencari peluang kerja yang lebih sesuai dengan tujuan hidup.

Kalau belum bisa pindah pekerjaan karena kebutuhan finansial, tidak masalah; tingkatkan kemampuan sambil mempersiapkan langkah berikutnya. Ingat, karier yang sehat bukan tentang siapa yang paling cepat naik jabatan, melainkan tentang kemampuan bertahan, beradaptasi, dan tetap punya pilihan.

3. Jaga kesehatan sebelum tubuh mulai protes

Ilustrasi olahraga. (Pexels.com/Vitaly Gariev)

Dulu, begadang sampai dini hari mungkin tidak terasa sebagai masalah besar. Sekarang, kurang tidur sedikit saja bisa membuat badan lemas, konsentrasi berantakan, dan suasana hati lebih mudah berubah. Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang bergerak, serta mengabaikan pola makan juga bisa menjadi masalah apabila terus dilakukan. Tubuh bukan mesin yang bisa dipaksa bekerja tanpa perawatan.

Mulailah membangun rutinitas yang realistis, seperti berjalan kaki, berolahraga secara teratur, tidur cukup, dan menjaga pola makan seimbang. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi selama 75 menit per minggu.

Jangan menunggu sampai mengalami keluhan serius untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan berkala dan perhatian terhadap kondisi fisik maupun mental merupakan investasi agar kamu tetap produktif dalam jangka panjang.

4. Belajar mengenali hubungan yang sehat

Ilustrasi pertemanan. (Pexels.com/ELEVATE)

Memasuki usia dewasa terkadang membuat kita merasa harus segera menikah atau mempertahankan semua pertemanan yang sudah terjalin sejak lama. Akibatnya, ada orang yang bertahan dalam hubungan tidak sehat karena takut sendirian, sementara yang lain terus membandingkan kehidupan percintaannya dengan unggahan teman. Padahal, status hubungan bukan penentu tunggal kebahagiaan, dan banyaknya teman tidak selalu berarti kamu memiliki dukungan emosional yang kuat.

Sebelum usia 35 tahun, belajarlah berkomunikasi secara jujur, menghormati batasan pribadi, dan menyelesaikan konflik tanpa merendahkan orang lain. Perhatikan hubungan yang membuatmu merasa aman untuk menjadi diri sendiri, bukan yang terus memaksamu membuktikan nilai diri. Jika ingin menikah, diskusikan hal penting, seperti keuangan, pembagian tanggung jawab, anak, dan tujuan hidup sebelum mengambil keputusan besar. Jika memilih melajang, kamu juga tetap bisa membangun kehidupan yang bermakna melalui persahabatan, keluarga, dan komunitas yang suportif.

5. Tentukan standar hidupmu sendiri

Ilustrasi menentukan standar hidup. (Pexels.com/cottonbro studio)

Salah satu jebakan terbesar menjelang usia 35 adalah menganggap kehidupan orang lain sebagai patokan kesuksesan. Ketika teman membeli rumah, kamu merasa tertinggal; saat rekan kerja mendapat promosi, kamu mulai meragukan kemampuan sendiri. Padahal, kamu tidak pernah benar-benar tahu seluruh cerita di balik pencapaian mereka, termasuk bantuan keluarga, kondisi finansial, maupun pengorbanan yang harus dilakukan. Membandingkan hasil akhirnya saja jelas tidak adil bagi perjalananmu sendiri.

Cobalah menentukan tiga sampai lima prioritas pribadi untuk beberapa tahun ke depan, misalnya melunasi utang, mengembangkan usaha, merawat orangtua, atau memperdalam keahlian tertentu. Pecah setiap tujuan menjadi langkah kecil yang bisa dievaluasi setiap tiga atau enam bulan. Kamu juga boleh mengubah rencana ketika situasi dan kebutuhan berubah. Memiliki arah bukan berarti harus mengendalikan semua hal, melainkan memahami apa yang penting bagimu dan berani mengambil keputusan berdasarkan nilai tersebut, bukan sekadar tekanan lingkungan.

Menginjak usia 35 tahun bukan perlombaan untuk membuktikan bahwa kamu sudah memiliki segalanya. Yang lebih penting adalah membangun fondasi keuangan, karier, kesehatan, hubungan, dan tujuan hidup yang membuatmu lebih siap menghadapi perubahan. Dari lima hal di atas, mana yang paling perlu kamu benahi mulai minggu ini? Pilih satu, buat langkah konkretnya, lalu jalankan secara konsisten. Kamu tidak harus menyelesaikan seluruh persoalan hidup hari ini untuk mulai melangkah ke arah yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article