Comscore Tracker

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling Benar

Merugikan dirimu sendiri!

Yakin pada pendapat diri sendiri memang harus. Jika tidak, kamu akan terlalu sering merasa ragu dan ujung-ujungnya bergantung pada arahan orang lain. Akan tetapi, kamu harus tetap menjaga keyakinanmu pada pendapat-pendapat pribadimu supaya tidak kebablasan menjadi selalu merasa kamulah yang paling benar.

Karena jika kamu selalu merasa paling benar, bukannya memberikan manfaat untukmu, kamu malah bisa tersandung banyak masalah yang tentu saja akan merugikan dirimu sendiri. Berikut 6 hal yang mungkin terjadi ketika kamu selalu merasa paling benar.

1. Makin merasa paling benar, mungkin kamu justru makin keliru

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling BenarUnsplash.com/larm

Suka tidak suka, kamu harus belajar menyadari bahwa di dunia ini tidak pernah ada pendapat yang sepenuhnya benar. Jika ada pendapat yang sepenuhnya benar, berarti di luar itu adalah pendapat yang salah. Padahal, pendapat setiap orang tergantung sudut pandang yang digunakan. Satu masalah jika dilihat dari sudut yang berbeda tentu akan menghasilkan pandangan yang tidak sama.

Ini seperti melihat sebuah kerucut yang terbuat dari kaca. Jika kamu melihat hanya dari atas, kamu akan bersikeras hanya ada titik di sana. Jika kamu melihat hanya dari depan, kamu akan melihat sebuah segitiga. Dan jika kamu melihat dari bawah, kamu akan menertawakan siapa pun yang tidak tahu bahwa itu hanyalah sebuah lingkaran.

2. Kalau kamu ternyata keliru, kamu sulit memperbaiki diri

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling BenarUnsplash.com/castillcc

Bahkan ketika kekeliruanmu telah sedemikian nyata, keyakinanmu bahwa kamulah yang paling benar seakan-akan menutup mata dan telingamu. Mungkin sih, sebenarnya jauh di dalam hati kamu juga tahu itu. Akan tetapi dominasi perasaan selalu benar akan membuatmu merasa kehormatanmu jatuh jika kamu mengakuinya.

Jangankan mengakui kekeliruanmu di depan orang lain, mengakui pada dirimu sendiri saja jadi terasa begitu sulit. Setitik kesadaran bahwa kamu memang keliru justru terasa amat mengganggumu bahkan mungkin mengancammu sehingga kamu akan berusaha memadamkannya dengan makin meyakinkan dirimu sendiri bahwa kamu tidak pernah salah. Jika sudah begini, disadari atau tidak, kamu telah menjadi penipu untuk dirimu sendiri.

Lalu jika mengakui kekeliruanmu sendiri saja sulit, bagaimana kamu akan bisa memperbaiki diri? Sama seperti bila kamu ingin ilmumu terus bertambah, maka kamu harus terlebih dahulu mau mengakui bahwa ilmu yang kamu miliki sekarang masih kurang sehingga kamu masih perlu belajar lagi.

Kalau tidak merasa kekurangan ilmu, kamu tidak merasa perlu belajar lagi. Begitu pula kalau kamu tidak mengakui kekeliruanmu, kamu juga akan merasa tidak ada yang perlu kamu perbaiki.

Baca Juga: 5 Penyakit Berbahaya akibat Kurang Tidur, Ayo Disiplin ke Diri Sendiri

3. Orang-orang jadi malas sama kamu

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling BenarUnsplash.com/landis_brown

Bagaimana tidak malas? Saat kamu merasa dirimu selalu paling benar, kamu pasti akan menempatkan orang-orang lainnya sebagai pihak yang salah. Baik salah dalam berpendapat maupun salah dalam melakukan apa pun. Di mata mereka, lagakmu seperti orang yang tahu setiap lekukan di muka bumi ini sementara kamu memandang mereka tak ubahnya para pendatang baru dari planet lain yang tidak tahu apa-apa.

Jelas, mereka akan merasa tidak dihargai. Bukannya dihargai, mereka malah merasa direndahkan olehmu.

4. Kamu sulit menjadi pemimpin yang baik

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling BenarUnsplash.com/clayton_cardinalli

Untuk menjadi pemimpin yang baik, kamu harus bisa menampung semua pendapat dari anggota yang kamu pimpin. Kalau kamu merasa kamulah yang paling benar, bukannya menampung pendapat mereka, kamu malah akan jalan sendiri dengan mengusung pendapat pribadimu.

Masih bagus jika kamu benar-benar jalan sendiri dalam arti kamu memutuskan hengkang dari kelompok yang kamu pimpin. Dengan begitu, anggota kelompok yang kamu tinggalkan bisa memilih pemimpin baru yang lebih mampu merangkum seluruh pendapat anggota.

Namun jika kamu memaksakan pendapatmu agar diikuti seluruh anggota, memaksakan cara kerjamu yang tidak sesuai dengan cara kerja mereka, juga memaksa mereka ikut bertanggung jawab atas risiko yang mungkin timbul dari pendapat atau cara kerjamu yang kamu paksakan pada mereka; wah, ini namanya kamu menciptakan konflik abadi dalam kelompok yang kamu pimpin.

Konflik yang tidak akan berakhir kecuali kamu sendiri benar-benar mau berubah, kamu keluar dari kelompok tersebut, atau kelompok itu bubar di tengah jalan.

5. Urusan-urusanmu sering tidak beres

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling BenarPexels.com/ursula-madariaga-212978

Tidak bisa tidak, sedikit banyak setiap urusanmu akan bersinggungan dengan orang lain. Kalau kamu ingin urusan-urusanmu selesai dengan baik dan dalam waktu yang cukup cepat, kamu dan orang yang berurusan denganmu harus bisa saling menahan diri dan menyesuaikan diri.

Masalahnya, ketika kamu selalu merasa paling benar, kamu juga akan sulit untuk menahan diri apalagi menyesuaikan diri. Kamu akan menjadi orang yang amat kaku. Jika sesuatu tidak berjalan seperti keyakinan atau keinginanmu, kamu tidak bisa melihat ada begitu banyak cara lain untuk tetap sampai ke tujuanmu.

Sesekali barangkali orang yang berurusan denganmu bisa mengalah darimu. Akan tetapi tentu saja itu jarang terjadi. Hubungan apa pun selalu menuntut peran yang cukup seimbang antara kedua belah pihak.

Kalau orang lain sudah pernah mengalah darimu, maka kali lain kamu yang harus mengalah darinya. Jika kamu terus-terusan merasa paling benar dan karenanya kamu harus selalu menang atas orang lain, tentu tidak ada orang yang mau bekerja sama denganmu dalam waktu yang lama.

6. Kamu jadi mudah uring-uringan karena melihat orang lain selalu melakukan kesalahan

6 Hal yang MungkinTerjadi Ketika Kamu Selalu Merasa Paling BenarPexels.com/olly

Yang bikin kamu jengkel sebenarnya bukan orang lain melainkan keyakinanmu sendiri. Seperti dalam poin 3, ketika kamu merasa dirimu selalu paling benar, kamu akan menempatkan orang-orang lainnya sebagai pihak yang salah. Baik salah dalam berpendapat maupun salah dalam melakukan apa pun.

Dalam pikiranmu, kamu benar-benar tidak bisa memahami mengapa orang-orang di sekitarmu selalu tidak becus. Sementara menurut mereka, kamulah orang yang amat sulit untuk dipuaskan. Meski keberadaanmu juga menjengkelkan bagi mereka, tetapi setidaknya kamu hanya satu sedangkan jumlah mereka jelas jauh lebih banyak.

Itu akan membuat mereka merasa pada akhirnya kamu dengan perasaan selalu benarmu bukanlah masalah besar. Hanya masalah kecil yang bisa dianggap tidak ada. Sebaliknya, kamu sendiri malah jadi terus uring-uringan karena setiap saat harus berhadapan dengan terlalu banyak ketidakbecusan yang sebenarnya hanya ada dalam pikiranmu.

Dari keenam poin di atas, terlihat kan, bahwa selalu merasa paling benar bukan berarti kamu memang benar dan ujung-ujungnya itu hanya akan merugikan dirimu sendiri. Jadi, tetap kontrol keyakinanmu pada pendapatmu sendiri ya.

Selalu lihat pendapat orang lain setara dengan pendapatmu dan mungkin pendapat mereka malah bisa melengkapi cara pandangmu tentang sesuatu sehingga cara pandangmu makin luas dan mendalam. Saat kamu bisa sampai di titik itu, kamu akan menjadi pribadi yang hebat dan berpengaruh di lingkunganmu.

Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Egois dengan Mencintai Diri Sendiri, Jangan Keliru Ya!

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya