Membaca buku sering dianggap sebagai hobi yang mencerminkan kecerdasan. Akan tetapi, tidak semua orang nyaman mengakui bahwa dirinya lebih menyukai bacaan ringan, seperti novel remaja, komik, cerita fantasi, atau buku yang bahasanya sederhana. Sebagian orang justru merasa perlu menjelaskan pilihan bacaannya agar tidak dianggap kurang pintar atau tidak punya selera yang bagus. Padahal, membaca seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membuat kita sibuk memikirkan penilaian orang lain.
Menariknya, bacaan terkadang menjadi salah satu cara seseorang menunjukkan dirinya kepada orang lain. Buku yang dibaca bisa dianggap mencerminkan kecerdasan, wawasan, bahkan kualitas seseorang. Akibatnya, ada orang yang merasa lebih percaya diri ketika membicarakan buku yang dianggap berbobot, tetapi malu saat harus mengakui bahwa dirinya menikmati bacaan ringan. Kenapa, ya, seseorang merasa malu mengaku suka bacaan ringan?
