Pernah gak kamu bertanya-tanya, apakah orang lain akan memperlakukanmu sama ketika kamu gak lagi memberikan manfaat untuk mereka? Pertanyaan semacam ini mungkin terdengar agak kejam dan menyebalkan, tapi pertanyaan tersebut dapat menjadi refleksi akan nilai diri manusia.
Di tengah dunia yang sibuk dengan produktivitas, ekspektasi sosial, dan status sosial, manusia sering kali tanpa sadar terikat pada seberapa besar kontribusi yang bisa diberikannya. Nah, novel klasik Metamorfosis karya Franz Kafka membahas hal ini. Novel itu mengajak kamu untuk melihat pelajaran pahit tentang menjadi manusia lewat kisah Gregor Samsa. Apa saja pelajaran pahit itu? Berikut ulasannya!
