ilustrasi kesal (vecteezy.com/Natallia Krechka)
Bukan berarti mindful membuat orang jadi tidak mudah kesal, menahan emosi, atau membiarkan orang lain memperlakukanmu sesuka hati. Kalau seseorang terus mengganggu, merugikan, atau melewati batas yang sudah kamu sampaikan, rasa kesal bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu dibicarakan. Bersikap tenang juga gak sama artinya dengan selalu diam atau selalu mengalah.
Justru dengan lebih sadar terhadap perasaan sendiri, kamu bisa menyampaikan keberatan tanpa harus menunggu sampai emosi menumpuk. Kamu tetap boleh bilang tidak, menegur orang, meninggalkan situasi yang gak nyaman, atau membicarakan masalah dengan serius. Bedanya, keputusan tersebut diambil karena kamu tahu apa yang sedang kamu rasakan, bukan semata-mata karena sedang terbawa emosi.
Kalau dipikir-pikir, mungkin tujuan bersikap mindful memang bukan mengubah kita menjadi orang yang gak pernah kesal. Sebab yang lebih masuk akal adalah belajar mengenali rasa kesal sebelum perasaan itu mengambil alih tindakan kita. Kalau ada hal kecil yang akhir-akhir ini gampang bikin kamu naik darah, pernah coba berhenti sebentar dan memperhatikan apa yang sebenarnya sedang kamu rasakan?