Minat terhadap buku dapat terlihat melalui berbagai fenomena, mulai dari ramainya komunitas pembaca, meningkatnya diskusi buku di media sosial, hingga munculnya beragam layanan yang berkaitan dengan aktivitas membaca. Salah satunya adalah jasa joki baca buku, yaitu layanan yang membantu orang lain membaca dan mengolah isi buku menjadi ringkasan, catatan, atau bentuk laporan tertentu. Kehadirannya memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap informasi dari buku dapat membuka peluang layanan baru.
Namun, fenomena ini juga menghadirkan sejumlah paradoks. Di tengah dorongan untuk meningkatkan minat baca, sebagian orang justru memilih menyerahkan proses membaca kepada pihak lain. Situasi tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa budaya literasi sedang memburuk, tetapi menarik untuk dikaji lebih jauh. Berikut lima paradoks jasa joki baca buku yang dapat menjadi bahan refleksi tentang cara kita memaknai literasi. Yuk, simak satu per satu!
