Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Gang Sempit Jadi Kebun, PNM Dorong Nasabah Mekaar Mandiri Pangan
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menghadirkan Agro Urban Madani, program ketahanan pangan yang memanfaatkan ruang terbatas di kawasan padat penduduk untuk budidaya sayuran dan berbagai komoditas pangan lainnya. (Dok. PNM)
  • PNM menghadirkan program Agro Urban Madani untuk memanfaatkan ruang terbatas di kawasan padat melalui budidaya sayuran dan komoditas pangan, termasuk dengan sistem hidroponik.
  • Nasabah PNM Mekaar di Sukmajaya, Depok, menanam pakcoy, kangkung, dan bayam bersama kelompoknya; hasil panen dibawa pulang untuk kebutuhan keluarga dan membantu menghemat belanja.
  • Program yang hadir di 10 titik dan menjangkau ratusan nasabah ini mendorong pengetahuan budidaya, gotong royong, kemandirian pangan, serta peluang menjual hasil panen untuk menambah pendapatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Permodalan Nasional Madani menjalankan program Agro Urban Madani untuk membudidayakan sayuran dan komoditas pangan di ruang terbatas kawasan padat penduduk.
  • Who?
    PT Permodalan Nasional Madani, nasabah PNM Mekaar termasuk Dewi dan kelompoknya di Sukmajaya, serta Direktur Utama PNM Kindaris terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Program berlangsung di lingkungan permukiman padat, termasuk Sukmajaya, Depok, serta telah hadir di 10 titik lainnya.
  • When?
    Waktu pelaksanaan dan tanggal dimulainya program per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Program dijalankan karena sebagian keluarga perkotaan di kawasan padat tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, sementara kebutuhan pangan bergizi tetap diperlukan.
  • How?
    Nasabah memanfaatkan lorong dan ruang komunal dengan sistem hidroponik untuk menanam, merawat, dan memanen pakcoy, kangkung, serta bayam bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tinggal di kawasan padat membuat sebagian keluarga perkotaan tidak memiliki halaman atau lahan untuk bercocok tanam. Rumah berdiri berdekatan, sementara lorong dan gang menjadi ruang bersama untuk berbagai aktivitas warga. Namun kebutuhan akan pangan bergizi tetap hadir setiap hari.

Kondisi tersebut mendorong PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menghadirkan Agro Urban Madani, program ketahanan pangan yang memanfaatkan ruang terbatas di kawasan padat penduduk untuk budidaya sayuran dan berbagai komoditas pangan lainnya.

1. Hidroponik jadi solusi bercocok tanam di lahan terbatas

ilustrasi urban farming tanpa pekarangan (pixabay.com/guvo59)

Bagi sebagian nasabah PNM Mekaar yang tinggal di lingkungan padat, menanam sayuran bukan sekadar soal kemauan. Tidak selalu ada halaman belakang atau sebidang tanah kosong yang dapat digunakan. Sistem hidroponik kemudian membuka peluang untuk menanam dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Lorong yang sehari-hari menjadi jalur aktivitas warga kini dapat dimanfaatkan untuk menanam. Ruang komunal pun menjadi tempat masyarakat belajar merawat tanaman bersama, sementara hasil panennya dapat ikut memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

2. Dari kebun bersama, hasil panen dibawa pulang untuk keluarga

Ilustrasi urban farming. (Unsplash/Heather Mount)

Salah satunya dirasakan oleh Ibu Dewi, nasabah PNM Mekaar di Sukmajaya, Depok. Bersama anggota kelompoknya, ia menanam pakcoy, kangkung, dan bayam di lingkungan tempat tinggal mereka. Prosesnya dilakukan bersama, mulai dari menanam, merawat hingga memanen. Ketika masa panen tiba, sayuran yang tumbuh beberapa langkah dari rumah dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah, sekarang jadi ada kegiatan yang bisa dilakukan bareng ibu-ibu. Kalau sudah panen biasanya bisa dibawa pulang untuk dimasak buat keluarga. Lumayan jadi hemat uang belanja,” ujar Dewi.

Pengalaman Dewi menjadi salah satu gambaran manfaat Agro Urban Madani yang telah hadir di 10 titik lainnya dan menjangkau ratusan nasabah PNM Mekaar. Pengelolaannya melibatkan nasabah dalam kegiatan budidaya sekaligus pemanfaatan ruang di lingkungan tempat tinggal secara produktif.

3. PNM dorong kemandirian pangan lewat semangat gotong royong

Ilustrasi urban farming (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Direktur Utama PNM Kindaris meyakini program ketahanan pangan dapat menjadi wadah nasabah untuk belajar mandiri pangan untuk mendorong nasabah semakin produktif.

“Pengetahuan tentang budidaya dapat dibagikan, proses menanam sampai memanen menjadi aktivitas yang bisa memperkuat gotong royong, dan bisa dijual untuk menambah pendapatan. Konsep ini sesuai dengan semangat pemberdayaan PNM,” jelas Kindaris.

Bagi PNM, inilah salah satu bentuk pemberdayaan yang dekat dengan keseharian nasabah. Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari hamparan lahan yang luas. Di tengah padatnya kota, sumber pangan juga dapat tumbuh beberapa langkah dari rumah, dekat dengan keluarga yang akan menikmatinya. #PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM(WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article