Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan yang Diam-diam Membuatmu Sulit Menikmati Hidup

4 min read
5 Kebiasaan yang Diam-diam Membuatmu Sulit Menikmati Hidup
ilustrasi perempuan duduk di depan jendela (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Kebiasaan terus memikirkan agenda berikutnya dan merasa wajib selalu produktif dapat mengalihkan perhatian dari momen kini, termasuk saat beristirahat.
  • Membandingkan hidup dengan pencapaian orang lain, terutama di media sosial, membuat fokus bergeser dari hal yang dimiliki ke rasa tertinggal.
  • Terlalu sibuk mengabadikan momen atau mengulang kejadian masa lalu dapat mengurangi pengalaman saat ini; perhatian perlu diarahkan kembali pada aktivitas yang dijalani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa hari-hari berlalu begitu cepat, tapi kamu justru sulit mengingat apa yang sebenarnya kamu nikmati? Kamu mungkin sudah melakukan banyak hal, bertemu orang-orang yang disayang, atau mendapatkan waktu untuk beristirahat. Namun, rasanya pikiran tetap sibuk memikirkan apa yang belum selesai atau apa yang harus dilakukan setelahnya.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari bisa membuat kita sulit benar-benar hadir dalam momen yang sedang dijalani. Bukan berarti kamu gak bersyukur atau gak menikmati hidup, tapi perhatianmu mungkin terlalu sering tertarik pada masa lalu, masa depan, atau hal-hal lain di luar dirimu. Yuk, kenali 5 kebiasaan yang mungkin selama ini membuatmu sulit menikmati hidup!

  1. 1. Terlalu sering memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya

    ilustrasi perempuan sedang berpikir
    ilustrasi perempuan sedang berpikir (pexels.com/Engin Akyurt)

    Pernah, gak, kamu baru aja menyelesaikan satu pekerjaan, tapi sudah memikirkan pekerjaan berikutnya? Sedang liburan, tapi pikiran sudah sibuk memikirkan pekerjaan yang menunggu setelah pulang. Kebiasaan terus-menerus memikirkan agenda berikutnya itu bisa bikin perhatian kamu melewatkan apa yang sedang terjadi saat ini, lho!

    Padahal, menikmati sebuah momen butuhkan perhatian yang cukup untuk benar-benar mengalaminya. Sesekali, cobalah berhenti sejenak tanpa merasa harus langsung memikirkan langkah selanjutnya. Coba perhatikan apa yang sedang kamu lihat, dengar, atau rasakan. Hal sederhana seperti ini dapat membantu kamu kembali hadir di momen sekarang.

  2. 2. Selalu merasa harus produktif

    ilustrasi perempuan menulis sesuatu di buku
    ilustrasi perempuan menulis sesuatu di buku (pexels.com/Ivan S)

    Ada kalanya kita merasa bersalah ketika sedang gak melakukan sesuatu yang dianggap produktif. Waktu luang akhirnya selalu diisi dengan bekerja, belajar, membereskan sesuatu, atau mengejar target baru. Istirahat pun terasa seperti sesuatu yang harus "dibayar" setelah menyelesaikan semua pekerjaan.

    Padahal, gak setiap waktu kamu harus menghasilkan sesuatu. Memberi diri sendiri kesempatan untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai juga merupakan bagian dari keseimbangan, lho. Dengan mengurangi tuntutan untuk selalu produktif, kamu bisa memberi ruang untuk menikmati aktivitas tanpa terus memikirkan apakah waktu tersebut cukup berguna atau tidak.

  3. 3. Terlalu sering membandingkan hidup dengan orang lain

    ilustrasi perempuan sedang memandang layar ponsel
    ilustrasi perempuan sedang memandang layar ponsel (pexels.com/mikoto.raw Photographer)

    Melihat pencapaian orang lain di media sosial memang mudah membuat kita mempertanyakan kehidupan sendiri. Ketika orang lain terlihat sudah mendapatkan pekerjaan impian, menikah, bepergian, atau mencapai sesuatu yang diinginkan, kita bisa merasa seolah-olah sedang tertinggal.

    Masalahnya, perbandingan tersebut dapat membuat perhatian kita berpindah dari apa yang sedang dimiliki menjadi apa yang belum dimiliki. Cobalah menyadari kapan kamu mulai membandingkan diri dengan orang lain, lalu kembalikan perhatian pada perjalananmu sendiri. Kamu harus ingat kalau setiap orang memiliki kondisi, kebutuhan, dan waktunya masing-masing.

  4. 4. Terlalu sibuk mengabadikan momen

    ilustrasi perempuan sedang mengobrol
    ilustrasi perempuan sedang mengobrol (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Mengambil foto atau video untuk menyimpan kenangan tentu bukan hal yang salah. Terlebih kalau momen itu adalah yang pertama kali buat kamu, seperti bepergian ke tempat baru, atau ketika mencoba hal baru lainnya. Namun, kalau sepanjang momen kamu justru lebih sibuk mencari sudut yang bagus, memikirkan caption, atau mengecek hasil foto, perhatian bisa saja lebih banyak tertuju pada layar daripada pengalaman yang sedang berlangsung.

    Sesekali, cobalah meletakkan ponsel dan menikmati sesuatu tanpa merasa harus mengabadikannya. Rasakan makanan yang sedang disantap, dengarkan percakapan orang di sebelahmu, atau perhatikan suasana tempat yang sedang dikunjungi. Gak semua momen harus menjadi konten untuk tetap menjadi kenangan yang berarti.

  5. 5. Terus mengulang kejadian yang sudah berlalu

    ilustrasi perempuan sedang memandang jendela (pexels.com/Jin H)
    ilustrasi perempuan sedang memandang jendela (pexels.com/Jin H)

    Memikirkan kembali percakapan yang terjadi kemarin, kesalahan yang pernah dibuat, atau keputusan yang seharusnya bisa dilakukan dengan cara berbeda adalah hal yang manusiawi. Namun, ketika perhatian terus tertahan pada kejadian masa lalu, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mengalami apa yang sedang terjadi sekarang.

    Mindfulness bukan berarti kamu harus memaksa diri untuk melupakan masa lalu atau berhenti memikirkan sesuatu yang penting. Justru, kamu jadi belajar menyadari ketika pikiran mulai kembali ke masa lalu tanpa harus terus mengikutinya. Setelah menyadarinya, perlahan arahkan perhatian kembali pada hal yang sedang dilakukan saat ini.

    Pada akhirnya, menikmati hidup gak selalu membutuhkan perubahan besar. Kadang, kita cuma perlu memberi perhatian lebih pada hal-hal yang sedang terjadi tanpa terus terburu-buru menuju momen berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More