Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
⁠Punya Tempat Nongkrong Langganan, Ini Alasan Kita Balik Lagi
ilustrasi tempat nongkrong (pexels.com/Büşra Yurt)

Setiap orang biasanya punya satu tempat nongkrong yang selalu kembali didatangi. Bisa berupa kafe dekat kantor, kedai kopi di sekitar kampus, atau restoran yang menunya sudah dihafal di luar kepala. Padahal, tempat baru terus bermunculan dan menawarkan suasana yang tidak kalah menarik. Namun, entah kenapa pilihan akhirnya sering kali jatuh ke tempat yang sama. Kebiasaan ini bisa muncul karena tempat tersebut sudah terasa familier dan mudah diprediksi. 

Bukan cuma soal makanan atau tempat duduk yang nyaman, ada alasan lain yang membuat sebuah tempat terasa spesial. Semakin sering datang, kita juga mulai mengenali pegawai yang bekerja di sana, bertemu orang yang sama, atau punya kenangan tertentu di tempat tersebut. Tanpa disadari, tempat tersebut kemudian menjadi bagian kecil dari rutinitas sehari-hari.

1. Karena tempat yang familier terasa lebih nyaman

ilustrasi nongkrong bareng teman (pexels.com/Afta Putta Gunawan)

Ada alasan kenapa tempat nongkrong yang sudah sering didatangi terasa lebih menenangkan daripada tempat yang baru pertama kali dicoba. Kita sudah tahu suasananya, menu yang tersedia, kisaran harganya, bahkan mungkin tahu spot mana yang paling enak buat duduk. Jadi, tidak banyak hal yang perlu ditebak atau dikhawatirkan.

Suasana yang sudah familier membuat kita lebih santai ketika mengunjungi tempat tersebut. Psikolog lingkungan, Sally Augustin, Ph.D., dalam Psychology Today menjelaskan bahwa berada di sekitar hal-hal yang familier umumnya membuat kita merasa nyaman dan meningkatkan suasana hati.

Itu sebabnya, tempat langganan bisa menjadi pilihan yang aman ketika kita hanya ingin nongkrong santai. Bukan berarti tempat baru tidak menarik, tetapi tempat yang sudah dikenal memberi semacam kepastian kecil yang mana kita tahu apa yang akan didapat. Ketika ingin nongkrong di suatu tempat, kepastian sesederhana itu cukup bikin betah.

2. Bisa jadi “third place” di luar rumah dan tempat kerja

ilustrasi nongkrong (pexels.com/Daria Shevtsova)

Rumah memang biasanya menjadi tempat untuk beristirahat, sedangkan kampus atau kantor menjadi tempat untuk menjalani aktivitas utama kita. Di antara keduanya, kita kadang membutuhkan tempat lain untuk sekadar bertemu teman, ngobrol, atau menghabiskan waktu tanpa tuntutan tertentu. Tempat seperti kafe, restoran, atau kedai yang sering didatangi bisa menjadi “ruang ketiga”.

Dalam laman Psychology Today, seorang executive coach dan leadership strategist, Laura Berger, menjelaskan bahwa third place merujuk pada ruang di luar rumah dan tempat kerja yang memungkinkan seseorang untuk bersantai, terhubung dengan orang lain, dan memulihkan diri. 

Itu sebabnya tempat nongkrong langganan bisa terasa seperti ruang yang kita datangi bukan cuma untuk makan atau minum saja. Ada kesempatan untuk bertemu teman, mengobrol dengan kenalan baru, atau sekadar duduk sendiri sambil menikmati suasana yang sudah familier. Lama-kelamaan, tempat tersebut menjadi bagian dari rutinitas sosial kita, sehingga ada alasan lain untuk kembali.

3. Mengurangi beban untuk memilih tempat yang ingin dikunjungi

ilustrasi memilih tempat nongkrong (pexels.com/Ivan Samkov)

Memilih tempat nongkrong sebenarnya juga membutuhkan keputusan kecil. Mau ke mana, makan apa, tempatnya nyaman atau tidak, harganya sesuai atau tidak, sampai apakah tempatnya terlalu ramai. Kalau sepanjang hari kita sudah dihadapkan dengan banyak pilihan, memilih tempat untuk bersantai terasa seperti tugas tambahan.

Menurut Lisa MacLean, seorang psikiater dan chief wellness officer di Henry Ford Health System, “Semakin banyak keputusan yang harus kamu buat, semakin besar rasa lelah yang muncul dan semakin sulit pula untuk mengambil keputusan,” dikutip dari Verywell Mind.

Di sinilah tempat nongkrong langganan menjadi pilihan yang praktis. Kita tidak perlu memulai pencarian dari nol atau membandingkan puluhan tempat hanya untuk mencari lokasi untuk nongkrong. Tinggal kembali ke tempat yang sering kita kunjungi, lalu energi kita bisa dipakai untuk hal lain yang lebih penting.

Mungkin itu alasan kenapa kamu tetap balik ke tempat yang sama meski tiap minggu ada kafe baru yang terus bermunculan. Ada rasa tenang karena kamu sudah tahu tempatnya, rasa akrab karena pernah berbagi cerita di sana, dan menjadi opsi praktis karena kamu tidak perlu sibuk memilih lagi. Jadi kalau punya satu tempat yang selalu jadi tujuan nongkrong, mungkin memang bukan karena kehabisan pilihan, tetapi karena tempat itu sudah terasa cocok dengan kamu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article