Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Etika Nongkrong di Coffee Shop, Ada Aturannya Lho!

7 Etika Nongkrong di Coffee Shop, Ada Aturannya Lho!
ilustrasi nongkrong di coffee shop (magnific.com/magnific)
  • Pilih meja sesuai jumlah orang dan kondisi kedai, terutama saat ramai, agar ruang duduk tetap tersedia bagi pengunjung lain.

  • Jaga volume obrolan, panggilan, dan video call; gunakan barang serta colokan seperlunya tanpa menguasai meja atau fasilitas bersama.

  • Peka terhadap waktu saat kedai penuh, rapikan meja setelah selesai, dan patuhi aturan terkait area, makanan dari luar, maupun penggunaan fasilitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak, lagi enak-enaknya ngopi, eh ada yang ngobrol kencang sampai satu ruangan ikut dengar? Atau ada juga yang betah berjam-jam di satu meja, padahal coffee shop sedang ramai dan banyak orang lain yang mencari tempat duduk. Nongkrong memang waktunya santai, tapi bukan berarti kita bisa lupa kalau ada ruang dan kenyamanan orang lain yang tetap perlu dihargai.

Nah, etika nongkrong bukan berarti harus serba kaku atau takut salah tingkah, kok. Cukup dengan menghargai ruang, waktu, dan kenyamanan orang lain, suasana coffee shop bisa tetap enak buat semua. Yuk, simak tujuh etika nongkrong di coffee shop yang kelihatannya sepele, tetapi penting untuk kamu tahu!

  1. 1. Pilih tempat duduk sesuai kebutuhan

    ilustrasi minum kopi
    ilustrasi minum kopi (freepik.com/prostooleh)

    Saat pertama kali memasuki coffee shop, biasanya instingnya adalah mencari area yang paling nyaman, khususnya kalau tujuan kita adalah bekerja atau mengobrol dengan santai. Namun, ketika suasana ramai, mengambil meja yang terlalu besar hanya untuk diri sendiri bisa membuat pengunjung lain kesulitan menemukan tempat duduk. Nah, kalau ada pilihan meja kecil yang cukup, kenapa gak pilih yang sesuai kebutuhan?

    Kalau kamu datang sendirian dan tempatnya cukup ramai, sebaiknya beri kesempatan meja besar agar bisa digunakan oleh beberapa orang. Sebaliknya, ketika coffee shop sepi, umumnya situasinya lebih fleksibel dan kamu bisa memilih tempat duduk yang paling nyaman. Intinya adalah memanfaatkan ruang secukupnya tanpa membuat pengunjung lain merasa harus mengalah.

  2. 2. Jangan berisik, terutama saat coffee shop ramai

    ilustrasi nongkrong bersama teman
    ilustrasi nongkrong bersama teman (freepik.com/freepik)

    Ngobrol seru dengan teman memang salah satu daya tarik nongkrong di coffee shop. Namun, suara yang terlalu keras bisa terdengar hingga meja sebelah dan membuat orang lain yang sedang bekerja, membaca, atau hanya menikmati kopi merasa terganggu. Jadi, gak perlu berbisik, cukup atur volume suara agar tetap nyaman untuk kelompok sendiri.

    Peraturan yang sama berlaku saat melakukan panggilan telepon atau video call, lho. Kalau percakapan berlangsung lama dan memerlukan suara yang lebih leluasa, sebaiknya pindahlah ke area yang lebih tenang atau gunakan earphone kalau memungkinkan. Dengan cara ini, kamu tetap bisa berbincang tanpa membuat seluruh ruangan mengetahui isi pembicaraanmu.

  3. 3. Jangan memakai meja terlalu lama saat ramai

    ilustrasi bekerja
    ilustrasi bekerja (magnific.com/benzoix)

    Coffee shop bisa jadi tempat yang ideal untuk bersantai berjam-jam, terutama kalau kamu sudah merasa nyaman dengan kursi dan atmosfernya. Namun, saat antrean mulai mengular dan meja-meja dipenuhi, berlama-lama hanya dengan satu minuman terasa kurang sopan bagi pengunjung lain. Jadi, perhatikan kondisi sekeliling sebelum memutuskan untuk tetap duduk lebih lama.

    Kalau masih ingin bekerja atau ngobrol, kamu bisa mempertimbangkan untuk memesan menu tambahan selama memang sesuai kebutuhan. Bukan berarti harus terus membeli sesuatu setiap beberapa menit, kok, tetapi tetap peka terhadap situasi coffee shop. Saat tempat mulai ramai, memberi kesempatan orang lain mendapatkan meja juga termasuk bentuk menghargai ruang bersama.

  4. 4. Jangan mengubah coffee shop jadi ruang pribadi

    ilustrasi sibuk kerja
    ilustrasi sibuk kerja (magnific.com/jcomp)

    Membuka laptop, mengeluarkan charger, notebook, atau beberapa barang kerja memang diperbolehkan kalau coffee shop memberikan fasilitas tersebut. Namun, masalah muncul saat meja kecil terlihat seperti meja kerja pribadi dengan barang yang berserakan di mana-mana. Selain memakan lebih banyak ruang, keadaan ini juga dapat membuat orang di sekitar merasa kurang nyaman.

    Idealnya, ambil hanya barang yang sedang digunakan dan simpan sisanya di dalam tas. Kalau perlu menggunakan banyak perangkat, pilihlah meja yang cukup besar atau area yang dirancang khusus untuk bekerja. Dengan cara ini, kamu bisa tetap produktif tanpa membuat meja sebelah merasa seolah ikut menyewa ruang kerjamu.

  5. 5. Gunakan colokan secukupnya

    ilustrasi mencabut colokan yang tidak dipakai
    ilustrasi mencabut colokan yang tidak dipakai (freepik.com/freepik)

    Colokan di coffee shop sering kali terasa sangat berharga, terutama saat baterai laptop sudah rendah. Namun, jangan sampai satu orang menguasai satu titik colokan dengan charger, kabel, dan perangkat yang memenuhi seluruh area tersebut. Kalau ada pengunjung lain yang juga memerlukan, berbagi sumber daya tentu lebih baik.

    Kamu juga gak perlu mencolokkan semua perangkat hanya karena ada sumber listrik. Utamakan perangkat yang memang sedang digunakan dan memerlukan daya. Ini tampak sederhana, tetapi kebiasaan kecil seperti ini dapat menjadikan fasilitas bersama lebih nyaman bagi semua pengunjung.

  6. 6. Rapikan meja setelah selesai nongkrong

    ilustrasi menikmati matcha di kafe
    ilustrasi menikmati matcha di kafe (freepik.com/freepik)

    Setelah ngobrol panjang dan menikmati makanan, umumnya meja akan dikelilingi oleh gelas, tisu, sedotan, atau kemasan makanan. Memang ada staf yang memiliki tugas membersihkan meja, tetapi itu bukan berarti kita bisa meninggalkan segalanya dalam keadaan berantakan. Setidaknya, rapihkan barang-barang pribadi dan kumpulkan sampah agar proses pembersihan meja menjadi lebih praktis.

    Kalau coffe shop menyediakan area khusus untuk mengembalikan peralatan makan atau membuang sampah, gunakanlah fasilitas ini. Gak perlu sampai ikut mengepel lantai atau mencuci seluruh peralatan. Cukup dengan meninggalkan meja dalam keadaan yang lebih teratur daripada saat kamu datang saja sudah menunjukkan sikap menghargai tempat tersebut.

  7. 7. Ikuti aturan coffee shop meski kelihatannya sepele

    ilustrasi tanda dilarang rokok
    ilustrasi tanda dilarang rokok (magnific.com/magnific)

    Setiap coffee shop dapat memiliki peraturan yang berbeda-beda, mulai dari waktu yang diperbolehkan untuk menggunakan meja, area bebas rokok, ketentuan membawa makanan dari luar, hingga kebijakan penggunaan colokan. Kadang-kadang, aturan semacam ini terasa sepele dan bisa dengan mudah diabaikan karena kita sudah terbiasa bersantai di tempat lain. Padahal, aturan-aturan itu dibuat untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan para pengunjung.

    Jadi, sebelum merasa tidak nyaman, cobalah perhatikan informasi yang tercantum di atas meja, kasir, atau area tertentu. Kalau ada aturan yang belum jelas, bertanya kepada staf juga jauh lebih baik daripada sekadar berspekulasi. Pada akhirnya, nongkrong yang menyenangkan bukan hanya tentang menikmati kopi yang enak dan tempat estetik, melainkan juga tentang memahami kapan harus bersantai dan kapan harus menghargai ruang bersama.

    Nongkrong di coffee shop bukan cuma soal memilih menu favorit atau mencari spot yang nyaman, tetapi juga tentang menghargai ruang dan kenyamanan pengunjung lain. Mulai dari menjaga volume suara, menggunakan meja dan fasilitas secukupnya, hingga mengikuti aturan coffee shop, semuanya bisa bikin suasana tetap nyaman. Nah, kalau mau nongkrong tetap seru tanpa bikin orang sekitar risih, etika kecil ini jangan sampai dilupakan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More