Media sosial belakangan terasa semakin ramai dengan unggahan soal demonstrasi. Di tengah arus informasi tersebut, kita mungkin menemukan beberapa video massa, potongan kejadian, atau caption bernada provokatif yang langsung bikin emosi naik. Fenomena semacam ini bukan cuma soal informasi yang salah, tetapi juga cara sebuah konten dirancang agar orang berhenti scrolling dan bereaksi.
Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan strategi tersebut adalah ragebait, yakni konten yang sengaja memancing kemarahan atau kejengkelan demi mendapatkan engagement. Lantas, kenapa terkadang kita bisa begitu mudah terpancing hanya dari sebuah unggahan? Jawabannya, bukan semata-mata karena kita kurang kritis atau terlalu emosional.
Rasa marah memang punya mekanisme psikologis yang membuat perhatian kita lebih cepat tertuju pada sesuatu yang dianggap mengancam atau tidak adil. Jadi ketika sebuah konten berhasil membuat kita berhenti, membaca, berkomentar, atau membagikannya, konten tersebut justru berpotensi semakin terlihat oleh orang lain. Sebelum ikut mengetik komentar panjang, ada baiknya kita mengetahui dulu kenapa jebakan ragebait bisa bekerja seefektif itu.
