Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik tentang dirinya yang disebut memiliki sifat keras kepala, hal ini disampaikan dalam arahannya pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengatakan sifat keras kepala terkadang juga dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan.
Ia juga mengambil contoh dari rakyat Iran yang keras kepala karena tidak gentar meski mendapat ancaman dari berbagai pihak,
"Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala, bolak balik diancam, bolak-balik mau dihabisin, terakhir apa itu (saya tidak ikut politik dalam negeri orang lain) tapi bagi sebuah bangsa, kadang-kadang keras kepala butuh."
Prabowo juga berkaca pada kegigihan para pendiri bangsa dan pemimpin di masa lalu yang menurutnya juga punya sifat keras kepala. Menurut pandangan Prabowo, pemimpin bangsa harus memiliki sifat tersebut.
"Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala. Tidak mau dijajah kembali. Pemimpin-pemimpin kita keras kepala, merah putih harga mati!" ujarnya.
Lantas, apa sebenarnya sifat keras kepala yang disebut-sebut oleh Presiden? Benarkah seorang pemimpin harus memliki sifat tersebut?
