Pernah lihat konten soft life yang isinya bangun tanpa alarm, pilates pagi, ngopi cantik, bekerja dari mana saja, lalu liburan saat mulai lelah? Di media sosial, hidup tenang sering terlihat seperti sesuatu yang tinggal dipilih, seolah siapa pun bisa keluar dari kehidupan yang penuh tekanan asal berani memprioritaskan diri sendiri.
Padahal, tidak semua orang punya kebebasan yang sama untuk memperlambat hidup. Ada tagihan, pekerjaan dengan jam yang tidak fleksibel, tanggungan keluarga, sampai kebutuhan sehari hari yang tetap harus dipenuhi. Jadi ketika soft life semakin populer di 2026, siapa sebenarnya yang punya kesempatan untuk benar benar menjalaninya?
