Work life balance seharusnya memang bukan sekadar bayangan tentang kehidupan yang ideal. Hal tersebut semestinya benar-benar dicapai oleh semua orang, apa pun pekerjaannya. Sebab kehidupan memiliki begitu banyak aspek.
Ketika pekerjaan sudah menyita terlalu banyak waktu serta energi seseorang, maka aspek-aspek lain dalam hidupnya menjadi terbengkalai. Sifat gila kerjanya tidak semata-mata terbentuk oleh kecintaannya terhadap pekerjaan, tetapi juga oleh biaya hidup yang makin memberatkan. Dampaknya bakal sangat serius. Kesehatan fisik dan mental sangat mungkin menurun.
Orang tak dapat lagi menikmati hidupnya. Aslinya semua orang menginginkan hidup dalam keseimbangan antara aktivitas kerja dengan hal-hal lain. Akan tetapi, keinginan sesederhana ini menjadi terasa sangat muluk ketika biaya hidup terus naik. Sulitnya capai work life balance saat biaya hidup kian tinggi inilah yang dirasakan masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. Mengapa hal ini bisa terjadi, ya?