ilustrasi masa kecil yang merugikan (pexels.com/Mikhail Nilov)
Psikoterapis Dan Roberts dalam Psychology Today memberi contoh bagaimana seseorang membingkai suatu peristiwa berdasarkan pengalamannya di masa lalu. Seorang anak yang ketika kecil kerap disepelekan, diabaikan, bahkan karyanya ditertawakan, ketika dewasa dapat mengembangkan skema yang menyakitkan di otaknya. Ia merasa kurang dicintai dan dihargai, sehingga kebutuhan validasi yang besar tumbuh dalam dirinya.
Pengalaman tersebut dapat membentuk keyakinan negatif tentang diri sendiri, sehingga persetujuan orang lain menjadi cara untuk meredakan perasaan tidak berharga. Akibatnya, ketika menghadapi penolakan atau kurangnya perhatian, seseorang cenderung berusaha lebih keras untuk mendapatkan pengakuan demi merasa diterima dan dicintai.
Pujian dan pengakuan pun menjadi cara untuk menutupi rasa tidak aman tersebut, meski hanya memberikan kepuasan sementara. Pada akhirnya, menurut Dan, seseorang perlu belajar membangun penghargaan terhadap diri sendiri agar tidak terus bergantung pada penilaian orang lain dan merasa berharga.