Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Membawa Hewan Peliharaan saat Bepergian Jauh
Ilustrasi pria membawa kucing traveling (pexels.com/Marek Kupiec)
  • Biasakan hewan dengan kandang beberapa hari sebelum berangkat, gunakan alas atau benda beraroma familiar agar kandang terasa aman selama perjalanan.
  • Atur makan agar tidak terlalu dekat waktu berangkat, sediakan air, pertahankan pola makan biasa, serta jaga sirkulasi dan suhu kendaraan.
  • Pantau tanda stres seperti napas cepat, gelisah, atau perubahan perilaku; cek kondisinya saat berhenti dan pertimbangkan bantuan dokter hewan bila memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bepergian jauh bersama hewan peliharaan memang butuh persiapan ekstra. Bukan cuma soal membawa kandang dan makanan, tetapi juga memastikan mereka tetap nyaman selama perjalanan. Yuk, simak beberapa hal kecil yang sering luput tetapi ternyata penting!

Perjalanan yang terasa biasa bagi manusia bisa menjadi pengalaman yang cukup melelahkan bagi hewan. Perubahan suara, suhu, bau, hingga lingkungan baru dapat membuat mereka lebih mudah stres. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan dari sebelum berangkat sampai tiba di tujuan.

1. Biasakan dengan kandang sebelum hari keberangkatan

Ilustrasi pria mengeluarkan anjing dari kandang (pexels.com/Impact Dog Crates)

Jangan baru memasukkan hewan ke dalam kandang ketika perjalanan dimulai. Beberapa hewan bisa menganggap kandang sebagai tempat yang asing sehingga lebih mudah gelisah selama perjalanan. Letakkan kandang di rumah beberapa hari sebelumnya agar mereka punya kesempatan mengenali benda tersebut.

Biarkan pintu kandang terbuka dan letakkan alas atau benda yang memiliki aroma familiar di dalamnya. Cara ini membantu kandang terasa seperti tempat yang aman, bukan sekadar ruang untuk bepergian.

2. Jangan memberi makan terlalu dekat dengan waktu berangkat

Ilustrasi anjing sedang minum (pexels.com/Gever)

Waktu pemberian makanan ternyata perlu diperhatikan, terutama jika hewan mudah mengalami mual saat perjalanan. Perut yang terlalu penuh ketika kendaraan bergerak dapat membuat sebagian hewan lebih mudah muntah atau merasa tidak nyaman.

Air minum tetap perlu disediakan agar mereka gak kekurangan cairan. Namun, hindari perubahan pola makan secara mendadak sebelum berangkat karena justru bisa membuat pencernaan mereka bermasalah. Lebih aman mempertahankan makanan yang sudah biasa dikonsumsi.

3. Perhatikan suhu di dalam kendaraan, bukan cuma udara luar

Ilustrasi anjing di dalam mobil (pexels.com/Tropojan Eagle)

Suhu di dalam kendaraan bisa berubah cukup cepat, terutama ketika kendaraan berhenti di bawah terik matahari. Hewan yang berada di dalam kandang juga memiliki ruang terbatas untuk berpindah ke area yang lebih nyaman. Karena itu, jangan hanya mengandalkan kondisi cuaca sebagai patokan.

Pastikan sirkulasi udara tetap baik dan jangan menutup kandang dengan kain tebal hingga aliran udara terhambat. Jika menggunakan pendingin ruangan, hindari mengarahkan hembusan udara secara langsung terus-menerus ke tubuh hewan. Cek kondisi mereka secara berkala dari perilaku dan respons tubuhnya.

4. Simpan benda beraroma rumah di dalam kandang

Ilustrasi kucing dan mainannya (pexels.com/Noor Khalafy)

Hewan sangat mengandalkan penciuman untuk mengenali lingkungan yang terasa aman. Saat bepergian jauh, aroma kendaraan, tempat persinggahan, dan lokasi baru bisa membuat mereka semakin waspada.

Pilih benda yang memang sudah sering digunakan dan jangan baru dicuci tepat sebelum perjalanan. Aroma yang sudah dikenali hewan justru dapat membantu menciptakan rasa familiar di tengah lingkungan yang berubah. Trik kecil ini sering dianggap sepele, padahal bisa membuat kandang terasa lebih nyaman.

5. Kenali tanda stres sebelum hewan terlihat benar-benar lelah

Ilustrasi pria di dalam mobil bersama anjing (pexels.com/Valeria Boltneva)

Hewan gak selalu menunjukkan rasa tidak nyaman dengan cara yang mudah dikenali. Napas lebih cepat, terus-menerus mengeong atau menggonggong, gelisah, bersembunyi, menjilat tubuh berlebihan, atau perubahan perilaku bisa menjadi tanda mereka mulai mengalami stres. Jangan menunggu sampai kondisinya terlihat parah untuk mulai memperhatikan.

Saat berhenti di perjalanan, gunakan waktu tersebut untuk mengecek kondisi hewan tanpa langsung memaksanya keluar dari kandang. Jika muncul tanda yang tidak biasa atau kondisi semakin memburuk, utamakan keselamatan dan pertimbangkan mencari bantuan dokter hewan.

Membawa hewan peliharaan bepergian jauh bukan hanya soal membuat mereka sampai di tujuan, tetapi juga memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman. Dengan memahami kebiasaan, kondisi tubuh, serta tanda stres mereka, perjalanan panjang bisa terasa jauh lebih tenang. Jadi, sudah siap jalan-jalan bareng sahabat berbulu kesayangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article