Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Upgrade Diri Lewat Modelling Behavior, Tiru Kebiasaan Orang Hebat!
ilustrasi upgrade diri (pexels.com/ThisIsEngineering)
  • Modelling behaviour adalah proses belajar perilaku baru melalui mengamati, mengingat, lalu meniru kebiasaan positif orang lain untuk mengembangkan keterampilan dan kualitas diri.
  • Prosesnya mencakup perhatian penuh pada model serta retensi, yakni menyimpan perilaku yang diamati dalam ingatan agar dapat dipahami dan diterapkan.
  • Penerapan perlu dilakukan bertahap sesuai kemampuan fisik dan mental, disertai motivasi positif untuk mengembangkan diri dan mencapai perubahan yang diinginkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Modelling behaviour merupakan proses ketika individu mempelajari perilaku baru dengan mengamati, mengingat, dan kemudian meniru perilaku orang lain. Konsep ini merupakan bagian dari teori pembelajaran sosial yang menjelaskan bagaimana seseorang dapat memperoleh keterampilan, kebiasaan, hingga pola perilaku melalui pengamatan terhadap model di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, modelling behaviour dapat menjadi salah satu cara bagi seseorang untuk belajar dari kebiasaan positif orang lain dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa seseorang melakukan hal ini? Setiap individu tentu ingin menjadi versi terbaik dari dirinya dan berusaha meningkatkan kualitas hidup dari waktu ke waktu.

Karena itu, mengamati dan meniru kebiasaan orang yang dianggap lebih unggul dalam bidang tertentu dapat menjadi dorongan untuk mengembangkan diri, selama perilaku yang ditiru bersifat positif dan tetap disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Inilah yang membuat modelling behaviour dapat menjadi salah satu cara untuk upgrade diri dengan belajar dari kebiasaan orang hebat. Berikut merupakan langkah melakukan modelling behaviour!

1. Memberikan perhatian

Ilustrasi mengamati bantuan teman (pexels.com/SHVETS production)

Kunci pertama dalam mempelajari sesuatu adalah memberikan perhatian secara saksama dan fokus. Ketika pikiran tidak sepenuhnya tertuju pada hal yang sedang diamati, informasi yang diterima akan lebih sulit dipahami dan diingat. Begitu pula dalam modelling behaviour, ketika kamu ingin mengikuti kebiasaan positif seseorang, kamu perlu terlebih dahulu mengamati bagaimana orang tersebut berpikir, bersikap, dan melakukan kebiasaannya.

Emilie Rose Jones, Manajer Komunikasi Korporat, dikutip dari The Decision Lab, mengatakan bahwa untuk dapat meniru perilaku seseorang, kamu perlu memberikan perhatian penuh agar memahami bagaimana perilaku tersebut dilakukan dan dapat diterapkan.

Ia menjelaskan, “Untuk mempelajari perilaku baru, kamu harus memperhatikan model yang melakukannya. Tanpa perhatian yang terfokus, pembelajaran tidak akan terjadi secara efektif”.

2. Mengingat apa yang diperhatikan (retensi)

ikustrasi mengingat suatu kejadian (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Tahapan dalam modelling behaviour tidak berhenti pada proses mengamati. Kamu juga perlu mengingat bagaimana model yang kamu amati berperilaku agar dapat menerapkannya dengan lebih mudah dalam kehidupan sehari-hari.

Tahap retensi ini penting karena perilaku yang diamati perlu disimpan dalam ingatan sebelum akhirnya dapat diterapkan ketika dibutuhkan. Dengan mengingatnya, kamu pun akan memiliki gambaran mengenai perilaku yang ingin ditiru sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkannya.

“Setelah kamu mengamati suatu perilaku, untuk menirunya, kamu harus mengingat perilaku yang diamati. Ini melibatkan pengkodean perilaku dalam memori sehingga dapat diingat kembali di kemudian hari,” jelas Emilie.

3. Re-produksi

Ilustrasi melakukan kegiatan produktif (pexels.com/Vojtech Okenka)

Tahapan ini menjadi bagian ketika kamu mulai mencoba melakukan perilaku yang sebelumnya telah kamu perhatikan dan ingat. Kamu bisa memulainya dari langkah yang paling mudah dan masuk akal untuk dilakukan sesuai dengan kondisi serta kemampuanmu saat ini.

Meniru kebiasaan positif orang lain tidak berarti kamu harus langsung mengikuti pencapaian mereka secara keseluruhan, tetapi kamu dapat mengambil kebiasaan yang relevan dan mengembangkannya secara bertahap. Dengan begitu, kamu tetap bisa belajar dari orang lain tanpa mengabaikan proses dan kemampuanmu sendiri.

“Kamu harus memiliki kemampuan fisik dan mental untuk melakukan perilaku yang diamati. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah hanya karena kamu melihat seseorang di gym mengangkat beban 300 pon bukan berarti kamu memiliki kekuatan atau keterampilan untuk meniru perilaku tersebut, setidaknya tidak tanpa pelatihan. Mulailah dengan perlahan,” tambah Emilie.

4. Motivasi

ilustrasi perempuan dengan motivasi belajar tinggi (freepik.com/wayhomestudio)

Kamu juga perlu memiliki alasan yang kuat untuk menerapkan perilaku yang telah kamu amati. Dalam konteks upgrade diri, motivasi tersebut sebaiknya didasari oleh keinginan positif untuk mengembangkan kemampuan dan mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik.

Motivasi dapat muncul dari berbagai hal, seperti keinginan mendapatkan hasil tertentu, kepuasan dari dalam diri, maupun harapan terhadap perubahan positif di masa depan. Misalnya, ketika kamu melihat teman mendapatkan nilai tinggi karena memiliki kebiasaan belajar yang teratur, kamu mungkin termotivasi untuk menerapkan cara belajar yang serupa.

“Sekalipun ketiga kondisi di atas terpenuhi, siswa juga harus memiliki keinginan untuk menunjukkan perilaku yang telah dipelajari. Karena ini akan menjadi dasar akan perilaku kamu ke depannya,” ucap Dave Cornell, pendidik dan pelatih jabatan untuk pemerintah di Amerika Serikat, dilansir Helpful Professor.

Meniru tidak selalu berarti melakukan sesuatu secara negatif, terutama ketika perilaku yang ditiru merupakan kebiasaan positif dan memiliki tujuan untuk mengembangkan diri. Modelling behaviour sendiri dapat menjadi cara untuk belajar dari orang-orang yang kamu kagumi, mengambil kebiasaan yang relevan, lalu menerapkannya dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan karakter diri sendiri. Dengan begitu, kesuksesan orang lain bukan menjadi alasan untuk merasa tertinggal, melainkan dapat menjadi inspirasi dan modal pembelajaran untuk membantu kamu mencapai cita-cita yang diinginkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article