8 Tips Usaha Katering Lebaran, Menu Jangan Cuma Opor dan Rendang

- Gas promosi sejak awal Ramadan, iklankan katering lengkap dengan menu serta harga.
- Menu harus bervariasi, tidak hanya sajian khas Lebaran untuk H+1 dan seterusnya.
- Antisipasi harga bahan melonjak, tetap menutup biaya belanja dengan menaikkan harga menu.
Usaha katering Ramadan sudah cukup banyak. Menu yang ditawarkan ialah untuk berbuka dan sahur. Bisa buat satu keluarga atau per orang yang cocok sekali untuk anak kos.
Masih ada peluang usaha kuliner selain katering Ramadan. Yaitu, katering Lebaran yang melayani pemesanan aneka hidangan buat Idulfitri atau sampai beberapa hari setelahnya. Katering ini cukup diminati karena banyak orang malas memasak sendiri aneka sajian khas hari raya.
Pun setelah Lebaran, mereka masih sibuk bersilaturahmi dan berwisata. Bila ada katering yang menjamin mereka tetap dapat makan enak tanpa harus repot memasak, tentu disambut positif. Apalagi keluarga besar masih berkumpul di rumah. Berat sekali bila mereka mesti memasak sendiri. Jika kamu tertarik membuka usaha katering Lebaran, berikut tips-tipnya.
1. Gas promosi sejak awal Ramadan

Bulan puasa akan terasa sangat singkat. Ditambah kamu punya rencana usaha katering Lebaran, gerakmu harus amat cepat. Jangan membuang-buang waktu. Mumpung masih awal Ramadan, langsung iklankan kateringmu lengkap dengan menu serta harga.
Supaya orang-orang bisa mulai mempertimbangkan untuk memesan masakan padamu saja daripada repot. Pokoknya, tiada hari tanpa kamu mengiklankannya. Jangan dirimu baru mempromosikannya di pertengahan Ramadan.
2. Menu tidak hanya sajian khas Lebaran

Memang menu yang paling banyak dipesan di katering Lebaran biasanya ketupat atau lontong, opor, rendang, sambal goreng kentang, dan aneka pelengkapnya. Akan tetapi, buat hidangan H+1 dan seterusnya, menu di luar sajian khas Idulfitri lebih diburu. Kalau kamu masih mau meraup rezeki di hari-hari tersebut, menu mesti bervariasi.
Bahkan boleh jadi ada orang yang di hari Lebaran justru memesan masakan selain opor dan teman-temannya. Sebab hidangan khas Idulfitri sudah dibuat sendiri sesuai selera keluarga. Kurangi menu lain sebagai pencegah rasa bosan dan agar tamu punya pilihan beragam ketika bersantap.
3. Antisipasi harga bahan melonjak, harga jangan terlalu murah

Penentuan harga gak bisa sembarangan. Jelang Ramadan saja, harga beberapa kebutuhan sudah merangkak naik. Sampai mendekati dan setelah Lebaran nanti, pasti harga bertambah tinggi. Dari sembako, sayur, buah, sampai bumbu, semuanya ikut naik.
Masalahnya, masakanmu mulai dipesan di awal puasa untuk dieksekusi malam Lebaran dan setelahnya. Belanjanya juga gak mungkin dari sekarang biar bahan tetap segar. Cuma bumbu kering serta sembako selain telur saja yang dapat distok sejak awal. Mau gak mau, harga menu agak dinaikkan supaya tetap menutup biaya belanja ketika harga-harga telah melambung.
4. Sediakan paket kecil, sedang, sampai besar

Sering kali katering Lebaran hanya menyediakan porsi makanan untuk keluarga. Seperti buat 4 sampai 5 orang. Padahal, orang yang membutuhkan katering ketika Idulfitri beragam dan bukan hanya keluarga.
Malah perantau yang gak pulang kampung serta lajang paling memerlukannya. Biar mereka bisa tetap makan enak dan bergizi walaupun banyak warung makan tutup. Sediakan pilihan paket kecil kira-kira buat 2 sampai 3 kali makan untuk satu orang, paket sedang, dan paket ramai-ramai.
5. Maksimal PO sampai H-7 Idulfitri

Membatasi waktu pemesanan sangat penting biar kamu gak keteteran dalam berbelanja. Pasar dan supermarket sangat ramai menjelang Lebaran. Jangan sampai masa PO yang terlalu panjang malah membuatmu kehabisan bahan.
Kalaupun ada, harganya sudah terlalu mahal. Tidak mungkin dirimu meminta biaya tambahan kepada pemesan. Tutup pre-order maksimal H-7 Idulfitri. Sehabis itu, kamu tinggal fokus melengkapi belanjaan sampai waktunya memasak. Pengaturan waktu, keuangan, dan energi lebih gampang.
6. Siap antar sendiri

Berikutnya, terkait pengantaran. Kamu tidak bisa mengandalkan layanan ojek atau taksi online ketika Lebaran dan beberapa hari setelahnya. Meski ada pengemudi yang tetap bekerja, jumlahnya tak sebanding dengan pengguna layanan.
Dirimu bakal sangat sulit mendapatkan sopir. Kamu harus siap mengantarkan sendiri katering ke rumah pemesan. Seandainya dirimu tak punya kendaraan, sejak sekarang cari pinjaman mobil atau motor yang nganggur di hari-hari pengantaran itu. Konsumen gak akan mau mengambilnya sendiri di hari yang sibuk.
7. Kalau bisa sediakan juga menu diet sehat

Menu diet sehat artinya kamu bikin masakan yang umumnya dibutuhkan orang-orang dengan sakit tertentu. Misalnya, masakan rendah garam dan gula. Juga tidak memakai santan atau non-daging.
Makin banyak menu diet sehat yang bisa disediakan bagi orang yang berpantang, makin baik. Tak sedikit pasien yang kebingungan soal ini karena di rumah semua sajian kurang ramah untuk penyakit mereka. Mau jajan yang menunya cukup pas buat mereka, tapi banyak rumah makan tutup.
8. Harus sangat bisa diandalkan

Katering Lebaran amat diandalkan oleh para pemesannya. Beda dengan katering harian di bulan biasa. Kalau katering harian di bulan lain mendadak harus off, orang masih dengan mudah membeli makanan atau bahan makanan.
Sementara ketika Lebaran serta beberapa hari setelahnya, bahan makanan segar sulit didapatkan. Banyak warung makan juga libur. Kamu mesti menjamin katering berjalan sesuai kesepakatan. Jaga kesehatanmu dan semua orang yang akan membantu memasak. Juga amankan dapur dari risiko kebakaran atau kebanjiran bila hujan masih turun.
Usaha katering Lebaran pas buatmu yang gak ada rencana hendak ke mana-mana. Kamu dapat memanfaatkan keahlian memasak plus waktu luang buat membantu mereka yang kesulitan memasak atau membeli makanan siap santap. Ini peluang emas untukmu karena pesaingnya sedikit, sedangkan permintaan tinggi.


















