Saat melihat teman terjebak dalam relasi toksik dengan orang yang menyakitkan, kamu pasti ingin selalu “menyelamatkan”-nya. Kamu mengeluh kenapa temanmu gak kunjung sadar dan tetap menjalin hubungan dengan orang tersebut. Padahal, gak sesederhana itu untuk keluar dari relasi toksik.
Bukan hanya manipulasi, korban juga bisa menerima banyak tekanan yang pada akhirnya membuat dia merasa gak layak. Gambar dirinya berantakan, ia selalu merasa “berhutang” pada pelaku.
Relasi toksik bukan hanya tentang hubungan romantis, bisa juga dalam pertemanan atau hubungan profesional antara atasan dan bawahan. Agar lebih simpatik, kamu perlu paham tiga alasan logis seseorang sulit untuk keluar dari relasi toksik.
