5 Batasan dalam Memanjakan Pacar, Jangan Habis-Habisan buatnya

Ketika kamu mencintai seseorang pasti secara alami ada keinginan untukmu bisa memanjakannya. Itu merupakan ekspresi cintamu. Dirimu gak bakal mau memanjakan orang lain seperti kamu memperlakukan pacar.
Selain dorongan alami, memanjakan pacar juga diharapkan membuatnya tambah nyaman denganmu. Jangan sampai dia merasa sama saja antara memiliki kekasih dengan menjomlo. Apalagi ia malah lebih nyaman dengan orang lain. Pacar juga wajar kalau ingin lebih dimanjakan olehmu.
Ketika kamu memenuhinya, ia akan merasa lebih dicintai. Akan tetapi, memanjakan orang terkasih juga harus ada ukurannya. Kalau caramu sembarangan bahkan berlebihan malah akan merugikan dirimu dan gak bagus buat hubungan. Tetaplah memperhatikan lima batasan berikut meski keinginan untuk memanjakan pacar sangat kuat.
1. Aktivitas pentingmu jangan sampai terganggu

Kamu pasti punya banyak aktivitas penting setiap hari. Mulai dari berkuliah atau bekerja, membantu orangtua, membersihkan rumah, atau mengurus berbagai hal. Keinginan memanjakan pacar cuma boleh diwujudkan di antara kegiatan-kegiatan penting itu.
Bukan malah berbagai aktivitas yang utama dikorbankan demi memanjakannya. Dirimu harus benar-benar memahami konsekuensi jika kegiatan-kegiatan tersebut dinomorduakan. Kuliah dapat berantakan.
Di kantor kamu juga kena teguran keras dari atasan. Bahkan orangtua dan saudara kandung sama sekali tak memperoleh perhatianmu. Pastikan bahwa baik pacaran maupun aktivitas-aktivitas utamamu dapat berjalan beriringan dan seimbang. Kekasih yang baik seharusnya juga mengerti hal ini.
2. Juga tidak merusak kemandiriannya selama ini

Sekarang mungkin menurutmu kemandirian pacar habis tidak bersisa juga bukan masalah. Pikirmu, kan ada kamu. Dirimu sama sekali tak merasa terbebani melakukan berbagai hal untuknya. Malah ketergantungan pacar padamu membuatmu lebih bahagia.
Kamu merasa sangat dibutuhkan olehnya. Ini terasa sebagai pujian buatmu. Namun, rusaknya kemandirian kekasih lama-kelamaan akan menjadi bumerang. Apabila hubungan kalian bertahan lama, pasti bakal ada saat-saat dirimu tidak berada di sisinya.
Atau, kamu lagi gak bisa melakukan sesuatu untuknya. Hal-hal yang seharusnya sama sekali tak menjadi masalah seandainya pacar tetap mandiri kini menjelma persoalan serius. Contoh, kekasihmu dulu biasa ke mana-mana membawa kendaraan sendiri.
Setelah kalian berpacaran, kamu melarangnya dan mengantarjemputnya setiap waktu. Setelah bertahun-tahun, dia dapat sangat ragu buat pergi sendiri ke mana pun. Padahal, kamu lagi gak bisa mengantar dan menjemputnya.
3. Tak menghabiskan pendapatan apalagi kekayaanmu

Cinta sekalipun harus tetap ada perhitungannya. Apalagi kamu tidak punya mesin pencetak uang sendiri. Untuk setiap rupiah yang masuk ke rekening, dirimu mesti bekerja keras. Berlebihan kalau kamu memanjakan pacar hingga fondasi keuanganmu melemah bahkan hancur.
Dirimu terlampau royal padanya tanpa mengukur kemampuan kocekmu yang sesungguhnya. Baik atas dasar permintaan kekasih atau inisiatifmu sendiri, kamu membuang terlampau banyak uang buat memanjakannya. Bahkan aset yang susah payah dikumpulkan dicairkan demi memenuhi setiap keinginannya.
Cara memanjakan seperti ini malah tak mendidik. Bahkan boleh jadi hanya akan mempertemukanmu dengan tipe pacar yang materialistis. Uang dan kekayaanmu lainnya ludes, dia pun meninggalkanmu. Bukannya kamu kudu pelit sama orang yang dicintai. Akan tetapi, berikan sepantasnya saja dan jangan melampaui kemampuanmu.
4. Gak menguras emosimu

Sikap memanjakan pacar secara berlebihan juga dapat menyebabkan kelelahan psikis di pihakmu. Penyebabnya, secara emosi kamu selalu harus mengalah darinya. Dirimu seperti dituntut untuk sangat sabar menghadapi apa pun ucapan, tindakan, serta keinginannya.
Kamu membentuk perasaan paling benar dalam diri pacar. Ia juga menjadi si paling harus dituruti. Kalau tidak begitu, malah dirimu yang akan dihantui perasaan bersalah luar biasa.
Batasan amat diperlukan supaya berpacaran membuatmu benar-benar bahagia. Bukan dirimu justru diam-diam menderita. Dalam hubungan yang sehat, setiap pihak semestinya dapat merasa sejahtera lahir dan batin.
5. Timbal balik, ada kalanya kamu yang dimanjakan

Kamu tidak perlu berlagak seperti matahari yang memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru bumi tanpa mengharapkan pantulannya kembali padanya. Dirimu hanya manusia biasa. Satu sisi, kamu suka memanjakan orang tersayang.
Di sisi lain, dirimu pun memiliki kebutuhan buat merasakan curahan kasih sayang darinya. Kamu bakal capek bila pacar tak pernah gantian memanjakanmu. Mungkin itu juga bukan sepenuhnya tanda ketidakpedulian pacar.
Hanya saja kamu selama ini menempatkan diri di pihak yang harus memanjakannya. Dirimu malah seperti alergi atau merasa kehormatanmu jatuh bila sedikit saja dimanjakan olehnya. Gunakan hukum pantulan pada cermin. Manjakan orang yang juga bisa gantian memanjakanmu.
Berlebihan dalam memanjakan kekasih tidak menjamin hubungan kalian langgeng. Kalaupun hubunganmu dengannya awet, dirimu tidak bisa menikmatinya. Malah kamu tambah tertekan serta merasa gak mampu mengubah keadaan di bawah bayang-bayang rasa cinta.







.jpg)










