Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Pasang Boundaries biar Gak Terjebak Cowok yang Bikin Bingung
Ilustrasi hubungan (pexels.com/Ron Lach)
  • Kenali kebutuhan hubunganmu, seperti komitmen serius atau komunikasi konsisten, agar batasan dibangun dari hal yang bisa kamu kendalikan, bukan untuk mengatur orang lain.
  • Jangan terus memaklumi perhatian yang tidak konsisten; amati pola berulang, sampaikan kebutuhan dengan tenang, lalu nilai usaha nyata, bukan janji sesaat.
  • Komunikasikan batasan secara jelas, termasuk soal komunikasi dan arah hubungan. Jika berulang kali diabaikan hingga menguras emosi, kamu berhak menjaga jarak atau mengakhiri hubungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, makin banyak cowok yang maunya dekat seperti pacar, tapi gak kunjung memberi kejelasan. Chat tiap hari, perhatian, ngajak jalan, sering kasih kabar, bahkan bisa bersikap manis sampai bikin kamu bertanya-tanya, “Dia sebenarnya suka gak, sih?”

Masalahnya, perhatian belum tentu berarti perasaan. Jadi, jangan buru-buru baper hanya karena seorang cowok memperlakukan kamu dengan spesial. Anggap sikap manisnya sebagai bentuk kebaikan biasa sampai dia benar-benar menunjukkan niat dan menyatakan perasaannya dengan jelas. Biar gak terus terjebak dalam hubungan yang bikin bingung, coba pasang boundaries berikut ini!

1. Kenali apa yang kamu inginkan dari hubungan

Ilustrasi hubungan (freepik.com/rawpixel.com)

Sebelum berharap seseorang memperlakukanmu dengan baik, coba pahami dulu apa yang sebenarnya kamu cari. Apakah kamu ingin hubungan serius, komunikasi yang konsisten, atau sekadar mengenal seseorang tanpa ekspektasi lebih? Mengetahui kebutuhan sendiri membantu kamu menentukan batasan sejak awal.

“Batasan pada dasarnya berkaitan dengan batas kemampuan diri sendiri dan apa yang akan kita lakukan untuk menjaga diri," tutur Janarthan Sivaratnam, Ph.D., psikolog di Providence Swedish South Lake Union Primary Care, dalam artikel Learning How to Build Good Boundaries Can Help You Build Great Relationships.

Dalam hal ini, batasan diri berfokus pada kebutuhan dan tindakan yang bisa kamu kendalikan, bukan mengatur perilaku orang lain. Kamu gak harus menuntut kepastian dalam sehari, tetapi juga gak wajib bertahan dalam situasi yang terus membuatmu bertanya-tanya.

2. Jangan selalu memaklumi sikap yang gak konsisten

Ilustrasi hubungan (freepik.com/Drazen Zigic)

Semua orang bisa sibuk, lelah, atau membutuhkan waktu sendiri. Namun, kalau perhatian hanya datang sesekali dan komunikasi selalu bergantung pada suasana hatinya, wajar jika kamu mulai mempertanyakan dinamika hubungan tersebut.

Alih-alih terus mencari alasan untuk membenarkan sikapnya, perhatikan pola yang berulang. Kamu bisa menyampaikan kebutuhanmu dengan tenang, lalu lihat apakah ada usaha nyata untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar janji manis sesaat.

3. Berani mengomunikasikan batasanmu

Ilustrasi hubungan (freepik.com/tirachardz)

Boundaries bukan tentang berharap seseorang bisa membaca pikiranmu. Kamu perlu menyampaikan apa yang membuatmu nyaman dan apa yang tidak bisa kamu terima. Misalnya, kamu gak nyaman dengan komunikasi yang menghilang tanpa penjelasan atau hubungan yang terus berjalan tanpa arah.

“Komunikasi sangat penting untuk hubungan yang sehat," tutur Ryan Rahm-Knigge, Ph.D., LP, asisten profesor di University of Minnesota Medical School sekaligus psikolog di M Health Fairview, dalam wawancara Talking Relationships with University of Minnesota.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif membantu pasangan mengekspresikan diri, merasa dihargai, dan memahami satu sama lain. Kamu bisa mulai dengan kalimat sederhana, seperti, “Aku senang mengenal kamu, tetapi aku juga butuh komunikasi yang jelas. Kalau kita punya tujuan berbeda, aku lebih nyaman mengetahuinya dari awal."

4. Berani mundur jika batasanmu terus diabaikan

Ilustrasi hubungan (pexels.com/Ron Lach)

Memasang boundaries bukan hanya soal menyampaikan batasan, tetapi juga mengambil keputusan ketika batasan itu berulang kali dilanggar. Jika kamu sudah menjelaskan kebutuhanmu, tetapi situasinya tetap sama dan terus menguras emosi, kamu berhak mempertimbangkan untuk menjaga jarak atau mengakhiri hubungan.

Kamu gak harus menunggu seseorang menjadi jahat untuk memutuskan bahwa hubungan tersebut tidak cocok untukmu. Perbedaan kebutuhan, ketidakjelasan yang berkepanjangan, atau usaha yang tidak seimbang juga bisa menjadi alasan untuk berhenti.

Memasang boundaries berarti menghargai kebutuhan diri, berani berkomunikasi, dan tahu kapan harus berhenti dari hubungan yang gak sehat. Kamu boleh menyukai seseorang tanpa kehilangan diri sendiri demi mendapatkan kepastian dan perlakuan yang layak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article