Putus cinta memang sakit, tapi ditinggal sahabat sendiri rasanya bisa jauh lebih nyesek dan membingungkan, lho. Sensasi kehilangan orang yang biasanya tahu segalanya tentang hidupmu ini bisa bikin dada terasa sesak dan hampa secara bersamaan, lho. Padahal, fenomena friendship breakup ini adalah hal yang sangat wajar terjadi seiring bertambahnya usia dan perubahan prioritas hidup, kok.
Namun kalau perasaan sedih dan janggal ini dibiarkan memburuk tanpa adanya penanganan yang tepat, kamu bisa terjebak dalam siklus overthinking yang menguras energi mental, nih. Kamu mungkin akan terus menyalahkan diri sendiri atau malah memendam kekecewaan hingga berubah jadi rasa dendam yang gak sehat. Momen menjelang peringatan Hari Persahabatan Internasional, 30 Juli, nanti sebenarnya bisa kamu jadikan waktu yang pas untuk mulai merawat kesehatan emosionalmu sendiri. Nah, dripada membiarkan luka lama terus menganga tanpa kepastian, yuk belajar merelakan hubungan yang memang sudah gak lagi sejalan secara dewasa.
