6 Tips Move On dari Gebetan yang Ternyata Sudah Nikah

- Artikel membahas cara move on dari gebetan yang ternyata sudah menikah, dengan menekankan pentingnya menerima kenyataan dan menjaga kewarasan diri.
- Ditekankan bahwa perasaan yang muncul mungkin hanya ketertarikan sesaat, sehingga mengetahui status pasangan lebih awal justru menyelamatkan dari luka lebih dalam.
- Disarankan untuk berhenti memantau media sosial gebetan dan membuka hati pada peluang baru agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat.
Cinta adalah jalan yang panjang. Jalan yang tidak bisa ditempuh dengan tergesa-gesa. Seakan-akan hari ini kamu mencintai seseorang, besok cintamu bersambut, lalu lusa kalian mengikat janji sehidup semati.
Jauh sebelum cinta berhasil membuatmu bahagia dan lega, kamu akan dibikin begitu resah. Ada rasa takut cintamu bertepuk sebelah tangan. Rasa tidak nyaman pun dapat memuncak menjadi duka dan lara ketika akhirnya kamu tahu dia ternyata telah menjadi milik seseorang.
Rasanya tentu sangat menyedihkan. Walaupun secara pribadi ia tak pernah jahat padamu. Namun, statusnya membuatmu mau tidak mau mundur dengan cepat. Bisakah kamu move on dari pengalaman yang amat menyesakkan ini? Kami punya tips move on dari gebetan yang ternyata sudah nikah dan membantumu dalam melepas ingatan menyakitkan tentangnya.
1. Cukupkan masalah sebagai kalian tidak ditakdirkan berjodoh

Sama seperti orang lain, kamu bisa berusaha dalam hal apa pun. Akan tetapi, manusia tidak punya kemampuan menentukan takdirnya sendiri. Kadang keberhasilanmu dalam beberapa hal membuat lupa bahwa takdir seperti dinding yang luar biasa tinggi dan tebal untuk dapat dilalui.
Begitu pula dengan cintamu pada seseorang yang terhalang oleh status pernikahannya. Andai pun suatu saat nanti dinding itu runtuh dengan cara entah, kamu tak perlu memikirkan serta mengharapkannya sekarang. Untuk saat ini, pijakanmu hanyalah realitas yang ada di hadapanmu. Ini akan lebih bermanfaat buat menjaga kewarasanmu dan kamu tetap bisa produktif.
2. Pasti kamu belum benar-benar jatuh cinta padanya, baru tertarik

Cinta kadang hanya tipuan perasaan. Kamu mungkin tidak menerima kalimat di atas. Dirimu merasa cintamu pada gebetan begitu besar dan dalam. Kamu tak sedang main-main belaka.
Namun, faktanya tambah menggebu-gebu perasaanmu pada seseorang padahal dirimu belum lama mengenalnya pasti tak lebih dari ketertarikan. Barangkali karena dirimu lama tidak jatuh cinta. Lalu kalian bertemu dan kamu merasa cepat cocok dengannya.
Obrolan kalian nyambung. Penampilannya pun baik. Bahkan sosoknya ramah padamu. Lumrah dirimu merasa telah menemukan jodoh. Akan tetapi, jika kamu bahkan gak tahu tentang statusnya, lajang atau punya suami/istri, maknanya perkenalan masih sangat dangkal. Semua perasaanmu padanya yang hingga kini disebut dengan cinta mungkin tidak lebih dari ketertarikan yang tak butuh waktu lama buat pudar.
3. Lebih baik tahu sekarang daripada setelah perasaan makin dalam

Namun, rasa ketertarikan di awal perkenalan seperti dalam poin sebelumnya memang dapat berkembang menjadi cinta yang sungguh-sungguh. Apalagi, orang yang sedang jatuh cinta kerap membesarkan imajinasinya. Sikap ramah yang sebenarnya lumrah ditunjukkan gebetan pada siapa pun dianggap spesial cuma untukmu.
Segala kebaikan kecilnya juga dibesar-besarkan dalam benakmu. Sehingga dirimu merasa dia begitu pantas buat dicintai sampai mati. Sekarang kamu belum sampai di tahap itu.
Mengetahui status pernikahannya saat ini jelas lebih baik ketimbang sampai terlambat. Dirimu sudah diselamatkan waktu. Tunas tanaman dengan akar pendek lebih mudah dicabut dari tanah ketimbang pohon berusia tahunan. Begitu pula dengan rasa cintamu yang mekar baru-baru ini.
4. Dia juga tak berusaha membohongimu tentang statusnya

Kamu lebih pantas patah hati berat kalau selama kebersamaan kalian, ia selalu bilang tak memiliki pasangan. Katanya, boro-boro suami atau istri, pacar saja tidak punya. Pertanyaannya, apakah pernyataan seperti di atas pernah terlontar darinya?
Atau kamu sendiri yang menebak-nebak lalu menyimpulkan ia masih single? Barangkali dirimu menilainya dari ketiadaan cincin nikah di jari-jarinya. Padahal, orang yang sudah menikah lama pun belum tentu mengenakannya.
Begitu pun soal usianya yang masih cukup muda, misalnya 25 tahun. Umur segitu bahkan telah memenuhi syarat usia pernikahan yang sah menurut hukum. Makin dangkal apabila penilaianmu berdasarkan bentuk tubuh yang ramping. Gak seperti sebagian bapak-bapak atau ibu-ibu.
5. Dirimu sangat boleh langsung pindah ke lain gebetan

Tidak perlu membebani diri dengan kesetiaan pada seseorang yang bahkan belum menjadi siapa-siapamu. Ia baru gebetanmu. Pun dengan kenyataan bahwa dia telah menikah, sudah semestinya dirimu tidak lagi memusatkan perasaan padanya.
Bila kamu tipe orang yang sukar jatuh cinta, tentu tak ada keharusan buat terburu-buru punya gebetan baru. Namun, kalau dirimu tidak sesukar itu mengalihkan perhatian dari seseorang, tak usah berlama-lama memikirkan pengalaman yang telah berlalu. Bersiaplah untuk cinta yang baru.
Mungkin kehadiran orang lain tak serta-merta menggeser posisi gebetanmu yang ternyata sudah menikah. Gak apa-apa. Terpenting, kamu tidak lantas menutup hati untuk siapa pun.
6. Stop melihat status media sosialnya

Selama kamu punya akun media sosial apa pun, status gebetan selalu dalam pantauanmu. Bahkan, andai dirimu tadinya tidak pernah main medsos, dapat mendadak bikin akun di sana-sini demi mengikuti status gebetan. Ini seperti obat rindu sementara selama kalian tidak bertemu.
Kamu senantiasa tertarik dengan apa pun yang diunggahnya. Sekalipun itu hanya hal-hal receh. Seandainya orang lain yang bikin status seperti itu, dirimu sama sekali tidak peduli.
Memblokir akun orang yang sebetulnya tak ada salah padamu karena gak bohong soal statusnya memang berlebihan. Apalagi dia tidak tahu kamu menyukainya. Dirimu saja yang berlatih buat gak lagi mengikuti status-statusnya. Bisa dengan sebatas menahan diri atau akun yang dibuat cuma untuk mematai-matainya dinonaktifkan sampai perasaanmu netral.
Walaupun dia masih sebatas gebetan, tentu ada perasaan sakit ketika kamu tahu ternyata ia telah menikah. Ini lebih berat daripada sekadar cintamu ditolak oleh gebetan yang masih single. Jika dia lajang, kamu masih dapat mencoba mendekatinya dengan telaten. Namun, move on dari gebetan yang ternyata sudah nikah amatlah penting agar hati tak semakin sakit.