Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel Romansa Berlatar Abad Pertengahan, Penuh Intrik
A Vow Made Twice (emmadenny.com) | Bridget and Gabe Are Not Okay (lexcroucher.co.uk)
  • Lima novel romansa abad pertengahan direkomendasikan karena memadukan kisah cinta dengan intrik kekuasaan, aturan sosial, petualangan, serta konflik di dunia fantasi dan sejarah.
  • The Isle in the Silver Sea, Bridget & Gabe Are Not Okay, dan Lady's Knight menampilkan tokoh-tokoh yang melawan peran serta sistem kerajaan melalui sihir, petualangan Camelot, dan turnamen.
  • A Vow Made Twice mengeksplorasi tekanan status bangsawan, sedangkan My Fair Concubine menyoroti romansa Yan Ling dan Fei Long di tengah batasan sosial Dinasti Tang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Novel romansa berlatar abad pertengahan punya daya tarik tersendiri. Selain menawarkan kisah cinta yang bikin penasaran, cerita-cerita seperti ini biasanya membawa pembaca ke dunia yang dipenuhi berbagai konflik perebutan kekuasaan. Tidak heran kalau genre ini cocok untuk pembaca yang ingin menikmati kisah romantis sekaligus petualangan dengan suasana masa lampau.

Menariknya, novel romance medieval tidak selalu berkutat pada kisah cinta yang sederhana. Ada cerita tentang hubungan yang terhalang oleh aturan sosial sampai pasangan yang harus menghadapi rahasia dan kekacauan politik. Jika sedang mencari novel romansa berlatar abad pertengahan dengan cerita yang lebih berwarna, lima judul berikut bisa masuk daftar bacaan.

1. The Isle in the Silver Sea — Tasha Suri

The Isle in the Silver Sea (tashasuri.com)

Ceritanya berpusat pada Vina, seorang ksatria, dan Simran, seorang penyihir yang terus terjebak dalam siklus kisah yang sama. Pulau tempat mereka tinggal bahkan berulang kali menghilang, membuat keduanya seperti ditakdirkan untuk memainkan peran yang sudah ditentukan. Namun, Vina dan Simran tidak ingin terus menjadi korban dari cerita tersebut dan memilih mencari cara untuk memutus siklusnya.

Kisah cinta dalam novel ini berjalan berdampingan dengan tema perlawanan terhadap kekuasaan. Bersama para penyihir dan monster lain, kedua tokoh utama berusaha menghadapi sistem kerajaan yang menindas dan berusaha menghapus keberadaan mereka. Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai romance dengan dunia fantasi yang unik dan karakter perempuan yang berani melawan keadaan.

2. Bridget & Gabe Are Not Okay — Lex Croucher

Bridget and Gabe Are Not Okay (lexcroucher.co.uk)

Setelah kejadian dramatis dalam Gwen & Art Are Not in Love, para bangsawan muda dan ksatria Camelot kembali menghadapi berbagai masalah yang tidak kalah rumit. Kali ini, perhatian lebih banyak diberikan kepada Bridget yang ingin mengejar impiannya menjadi seorang ksatria. Di sisi lain, Gabriel harus menghadapi tekanan untuk menjadi pemimpin yang dibutuhkan kerajaannya.

Romansa dalam novel ini terasa semakin menarik karena harus berjalan di tengah petualangan dan tanggung jawab besar para tokohnya. Unsur legenda Arthurian juga kembali digunakan untuk membuat perjalanan mereka terasa penuh kejutan. Hubungan antarkarakter tidak hanya menjadi pemanis, tetapi juga ikut berkembang seiring mereka menghadapi masalah di Camelot.

3. A Vow Made Twice — Emma Denny

A Vow Made Twice (emmadenny.com)

Kalau menyukai kisah cinta yang berhadapan dengan aturan sosial, A Vow Made Twice bisa menjadi pilihan menarik. Sebagai seorang Earl, Ash mendapat tekanan untuk menemukan istri dan membangun keluarga sesuai dengan tuntutan statusnya. Namun, rencananya berubah ketika ia bertemu Agnes Forrett, perempuan bangsawan yang ternyata juga tidak tertarik menjalani kehidupan sesuai aturan yang sudah ditentukan untuknya.

Situasi menjadi semakin rumit ketika seseorang dari masa lalu Ash tiba-tiba kembali. Hubungan yang awalnya tampak memiliki arah yang jelas pun berubah menjadi persoalan yang jauh lebih kompleks. Alih-alih hanya mempertanyakan siapa yang akan dipilih, cerita ini juga mengeksplorasi bagaimana tiga orang dengan keinginan dan sejarah berbeda bisa menghadapi situasi tersebut.

4. My Fair Concubine — Jeannie Lin

My Fair Concubine (jeannielin.com)

Beralih ke Asia, My Fair Concubine menawarkan kisah romansa berlatar Dinasti Tang, yang berlangsung dari 618 hingga 907 Masehi. Tokoh utamanya adalah Yan Ling, perempuan yang bekerja sebagai tea girl dan merasa jengkel dengan tuntutan agar dirinya selalu diam serta menurut. Kehidupannya berubah ketika Fei Long melihat potensi dalam diri Yan Ling dan memutuskan untuk mengajarinya berbagai etiket agar bisa tampil layaknya seorang bangsawan.

Dari pelajaran tata krama tersebut, hubungan keduanya perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal. Daya tarik utama novel ini terletak pada benturan antara perasaan dan struktur sosial pada zamannya. Yan Ling tidak bisa begitu saja mengabaikan posisi sosialnya, sementara hubungan dengan Fei Long juga menghadapi batasan yang dibuat oleh sistem dinasti.

5. Lady's Knight — Amie Kaufman dan Meagan Spooner

Lady's Knight (amiekaufman.com)

Lady's Knight menghadirkan kisah dua perempuan yang sama-sama merasa terjebak dalam peran yang sudah ditentukan untuk mereka. Gwen adalah pandai besi yang harus berpura-pura menjadi putri yang sempurna, padahal ia memiliki ambisi menjadi ksatria. Sementara itu, Lady Isobelle menghadapi aturan lain yang tidak kalah berat karena dirinya harus menyerahkan diri kepada ksatria yang memenangkan sebuah turnamen.

Keduanya kemudian menyusun rencana agar Gwen bisa mengikuti turnamen dengan menyamar sebagai Sir Gawain. Tentu saja, rencana tersebut tidak berjalan semulus yang mereka bayangkan. Di tengah usaha memenangkan turnamen dan menghindari nasib yang sudah disiapkan untuk mereka, perasaan antara Gwen dan Isobelle mulai tumbuh. Kekacauan yang muncul justru membuat hubungan keduanya semakin menarik untuk diikuti.

Novel romansa berlatar abad pertengahan menawarkan lebih dari sekadar kisah cinta antara bangsawan dan ksatria. Dengan kombinasi romansa dan latar sejarah, rekomendasi novel ini bisa menjadi pilihan menarik bagi penggemar historical romance dan medieval romance. Jadi, novel mana yang paling ingin kamu baca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article