Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pasangan yang Jarang Bertengkar Belum Tentu Lebih Bahagia?
Ilustrasi couple (pexels.com/Vitaly Gariev)

Banyak orang menganggap hubungan yang minim pertengkaran adalah tanda bahwa pasangan hidup harmonis dan bahagia. Padahal, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Frekuensi bertengkar bukanlah satu-satunya tolok ukur kualitas sebuah hubungan.

Namun, pasangan bahagia justru lebih sering bertengkar, loh! Memahami hal ini merupakan salah satu hal paling bermanfaat yang pernah kamu pelajari tentang hubungan. Lantas, kenapa pasangan yang jarang bertengkar belum tentu lebih bahagia? Simak penjelasannya di sini, yuk!

1. Pasangan bahagia tanpa bertengkar adalah mitos, padahal tanda penghindaran

Ilustrasi couple (pexels.com/Timur Weber)

Banyak orang yang mengira bahwa hubungan yang sehat dan bahagia adalah pasangan tidak banyak bertengkar. Tidak ada ketegangan, tidak ada suara yang meninggi, tidak ada percakapan sulit yang berlarut-larut hingga malam hari. Hanya kehangatan, kesepakatan, dan hidup berdampingan dengan lancar.

Padahal, ketiadaan konflik dalam suatu hubungan belum tentu merupakan tanda kebahagiaan. Sering kali itu adalah tanda penghindaran dan penghindaran seiring waktu jauh lebih merusak hubungan daripada pertengkaran yang berusaha dihindari oleh orang-orang.

Ketika pasangan berhenti membicarakan masalah, ketika frustrasi tidak diungkapkan dan kebutuhan tidak dinyatakan, hubungan tidak menjadi lebih damai. Justru menjadi lebih jauh. Setiap hal yang tidak terucapkan akan menciptakan sedikit jarak emosional antara dua orang.

Inilah salah satu alasan utama mengapa pasangan bertengkar. Bukan karena mereka tidak cocok, tetapi karena mereka adalah dua orang yang berbeda dengan perbedaan yang nyata, dan perbedaan tersebut perlu disalurkan. Pilihannya bukanlah antara konflik dan perdamaian, melainkan antara konflik yang terjadi secara terbuka dan konflik yang terjadi secara terpendam.

2. Konflik adalah ujung tombak pertumbuhan

Ilustrasi couple (pexels.com/Alex Green)

Keintiman yang sejati bukanlah tentang kedamaian dan ketenangan, melainkan tentang kemampuan untuk menerima perbedaan, menahan ketegangan, dan cukup fleksibel untuk mengatasi konflik dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih besar.

Mitos bahwa cinta harus tenang, tanpa cela, dan selalu harmonis telah diam-diam merusak hubungan. Kita telah salah mengartikan ketiadaan konflik sebagai kehadiran koneksi, padahal jika menghindari konflik, kita mengorbankan pertumbuhan.

"Konflik jadi jembatan untuk perubahan positif, bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Konflik adalah kesempatan bagi dua orang untuk benar-benar tumbuh dan memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik. Lebih baik melihat konflik sebagai katalisator daripada sesuatu yang harus dihindari," kata Maria Thestrup, PhD, psikolog klinis berlisensi di Washington, DC, dikutip dari laman Everyday Health.

Konflik bukanlah kebalikan dari cinta, melainkan, ketidakpedulianlah yang jadi kebalikannya. Ketika dua orang sangat peduli, gesekan tak terhindarkan. Dua sejarah yang berbeda, dua sistem saraf, dua nilai, dan dua individu yang berkembang tidak dapat berbagi ruang tanpa sesekali bertabrakan.

Pertanyaannya bukanlah apakah pasangan akan mengalami konflik, tetapi bagaimana mengelola konflik tersebut. Jika ditangani dengan buruk, konflik akan menghancurkan kepercayaan. Sebaliknya, jika diatasi secara sadar dan dengan niat positif, konflik akan menjadi pendorong pertumbuhan pribadi dan hubungan.

3. Manfaat bertengkar dalam sebuah hubungan

Ilustrasi couple (pexels.com/Julia Larson)

Jika dikelola dengan benar, pertengkaran dapat menjadi pengalaman belajar bagi pasangan untuk membantu memperbaiki hubungan. Berikut manfaat bertengkar dalam sebuah hubungan:

  • Bertengkar adalah tanda bahwa pasangan peduli tentang hubungan
    Bertengkar adalah cara mudah untuk menentukan apakah pasanganmu masih serius menjalin hubungan jangka panjang. Cara terbaik untuk menjalani hidup tanpa masalah adalah dengan menerima apa adanya dan menghindari drama.
    Pasangan yang bersedia melewati ketegangan dan ketidaknyamanan akibat perbedaan pendapat, tetap berkomitmen pada keberhasilan hubungan mereka.

  • Memperkuat hubungan
    Ketika pasangan bertengkar dalam lingkungan yang memungkinkan ekspresi yang jelas, bebas dari kata-kata kasar, ini dapat membantu memperkuat ikatan mereka. Dengan kedua pasangan berpartisipasi aktif untuk menyelesaikan perselisihan, ada rasa nyaman karena mengetahui bahwa konflik dapat ditangani secara dewasa dan hangat tanpa membahayakan masa depan hubungan.

    Dengan demikian, pasangan dapat dengan bebas menyampaikan kekecewaan dan ketidakbahagiaan tanpa menyisakan ruang untuk penundaan dan rasa dendam. Pada akhirnya, ini dapat membantu memperkuat hubungan dan meningkatkan peluangnya untuk bertahan lama.

  • Mempelajari karakter pasangan
    Di tengah proses mengecilkan keluhan dan menawarkan klarifikasi kepada pasangan di area yang tidak pasti, kamu akan mempelajari hal-hal baru tentang satu sama lain. Hal itu bisa berupa metode komunikasi, seperti suara mereka yang menjadi lebih rendah ketika mereka sangat terluka. Bisa juga dengan mengetahui bahwa praktik-praktik tertentu, seperti berpelukan sebelum tidur, adalah hal yang mutlak demi kebahagiaan. Di lain waktu, kamu bisa mempelajari harapan dan ketakutan mereka terhadap hubungan tersebut.

Jadi, kenapa pasangan yang jarang bertengkar belum tentu lebih bahagia? Jawabannya, hidup tanpa konflik biasanya pasangan menghindari masalah atau tidak peduli yang kedepannya membuat hubungan tidak sehat. Pertengkaran jadi hal alami karena hubungan diisi dengan dua orang yang berbeda dan konflik jadi ruang bagi pasangan untuk bertumbuh. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article