Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pertanyaan yang Lebih Penting Ditanyakan Sebelum Resmi Pacaran
Ilustrasi pasangan ngobrol bersama (freepik.com/Lifestylememory)
  • Sebelum pacaran, penting membahas tujuan hubungan dan kesiapan berkomitmen agar ekspektasi kedua pihak tidak terbentuk dari asumsi.
  • Cara menghadapi konflik serta batasan tentang privasi, komunikasi, pertemanan, dan ruang pribadi perlu dipahami untuk menciptakan rasa aman dan saling menghargai.
  • Pandangan soal uang, pekerjaan, masa depan, dan nilai hidup perlu didiskusikan guna melihat perbedaan yang dapat dihormati atau dikompromikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebelum resmi pacaran, ada pertanyaan penting karena bisa membantumu memahami apakah hubungan ini punya dasar yang sehat. Status pacaran memang bisa membuat hubungan terasa lebih jelas, tetapi status saja tidak menjamin dua orang memiliki tujuan, nilai, dan cara berkomunikasi yang cocok.

Mengenal seseorang lebih dalam bukan berarti harus membuat sesi wawancara formal sebelum jadian. Berikut lima pertanyaan yang layak kamu tanyakan sebelum hubungan berubah status.

1. “Kamu sebenarnya mencari hubungan seperti apa?”

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Jep Gambardella)

Pertanyaan pertama yang perlu dibicarakan adalah soal tujuan hubungan. Apakah dia sedang mencari hubungan serius, ingin menjalani semuanya secara santai, masih ingin melihat ke mana hubungan berkembang, atau sebenarnya belum siap berkomitmen?

Pertanyaan ini penting karena dua orang bisa sama-sama tertarik, tetapi mempunyai ekspektasi yang sangat berbeda terhadap hubungan tersebut. Laman The Gottman Institute menyarankan pasangan membicarakan ekspektasi dan komitmen karena hubungan yang sehat membutuhkan kejelasan tentang apa yang diinginkan masing-masing pihak.

“Komitmen adalah soal pilihan. Dan ini bukan sekadar memilih pasangan kamu. Ini tentang memilih hubungan tersebut, hari demi hari,” kata terapis Zach Brittle.

Artinya, jangan hanya bertanya apakah dia menyukaimu. Coba cari tahu juga apa arti 'pacaran' bagi dirinya. Kalau kamu menginginkan hubungan yang serius, sementara dia hanya ingin menjalani hubungan tanpa arah, perbedaan tersebut sebaiknya diketahui sejak awal agar kamu tidak membangun harapan berdasarkan asumsi sendiri.

2. “Kalau kita punya masalah, kamu biasanya menyelesaikannya seperti apa?”

Ilustrasi pasangan ngobrol bersama (freepik.com/Racool_studio)

Pacaran bukan hanya tentang momen ketika semuanya menyenangkan. Cepat atau lambat, perbedaan pendapat, salah paham, rasa kecewa, atau konflik akan muncul. Karena itu, mengetahui bagaimana seseorang menghadapi masalah, bisa jauh lebih berguna daripada sekadar mengetahui hobinya atau makanan favoritnya.

Pembicaraan tentang topik sulit bukan hanya bertujuan menemukan kesamaan. Percakapan tersebut juga membantu seseorang melihat bagaimana calon pasangan berpikir ketika menghadapi perbedaan dan apakah mereka mau mencari jalan keluar bersama.

"Percakapan ini bukan tentang mencari pasangan yang sependapat dengan kamu dalam segala hal. Hal itu tidak realistis maupun diperlukan. Sebaliknya, tujuannya adalah memahami letak perbedaan di antara kalian dan memutuskan bersama bagaimana kalian akan menyikapi perbedaan tersebut sebagai sebuah tim," demikian dikutip dari The Gottman Institute.

 

3. “Apa batasan yang penting buat kamu dalam hubungan?”

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Katherina Holmes)

Setiap orang memiliki batasan yang berbeda. Ada yang nyaman jika pasangan sering bertukar kabar, ada yang tetap membutuhkan banyak ruang pribadi. Ada yang menganggap pergi berdua dengan teman lawan jenis sebagai hal biasa, sementara orang lain mungkin memiliki batasan berbeda.

Karena itu, membicarakan batasan sebelum pacaran bisa mencegah banyak asumsi di kemudian hari. Psikolog dan penulis klinis yang membahas tentang batasan dalam hubungan, menekankan pentingnya kejelasan.

"Saya selalu menekankan bahwa bersikap jelas mengenai batasanmu akan membantu orang lain berhasil saat berinteraksi dengan kamu," jelas Matthew B. James, Ph.D., dalam Psychology Today.

Kamu bisa membicarakan batasan soal privasi, komunikasi, pertemanan, media sosial, waktu bersama, sampai cara menyampaikan ketidaknyamanan. Batasan bukan berarti membuat daftar larangan untuk pasangan. Justru, percakapan ini membantu kedua pihak memahami apa yang membuat masing-masing merasa aman dan dihargai dalam hubungan.

4. “Bagaimana pandanganmu tentang uang, pekerjaan, dan kehidupan ke depan?”

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Gary Barnes)

Pertanyaan tentang uang dan masa depan mungkin terdengar terlalu serius jika hubungan bahkan belum resmi. Namun, cara seseorang memandang pekerjaan, pengeluaran, menabung, karier, dan gaya hidup dapat menunjukkan nilai yang ia pegang.

Kamu tidak harus memiliki jumlah uang atau pekerjaan yang sama dengan pasangan. Tetapi, perbedaan prinsip yang sangat jauh bisa menjadi sumber konflik jika tidak pernah dibicarakan.

Genny Finkel, LCSW, yang memiliki spesialisasi dalam mendampingi individu dan pasangan untuk mencapai tujuan mereka serta membina hubungan yang sehat, menjelaskan bahwa pasangan tidak harus memiliki pandangan finansial yang identik.

"Meskipun kesempurnaan tidak mungkin dicapai, kompromi yang penuh pengertian bisa dilakukan. Untuk sampai pada titik tersebut, kamu dan pasangan perlu saling mengajukan beberapa pertanyaan, dengan pemahaman penuh bahwa jawaban kamu tidak harus sama; yang terpenting adalah adanya fleksibilitas dan keterbukaan untuk mendiskusikannya," jelasnya dalam Psychology Today.

5. “Nilai hidup apa yang paling penting buat kamu?”

Ilustrasi pasangan ngobrol bersama (freepik.com/Lifestylememory)

Ketertarikan fisik dan rasa nyaman memang penting ketika seseorang mulai dekat denganmu. Namun, hubungan jangka panjang juga akan bersentuhan dengan nilai-nilai yang lebih dalam, seperti keluarga, kejujuran, pekerjaan, kebebasan, agama atau keyakinan, anak, gaya hidup, serta cara memperlakukan orang lain.

Jadi, kamu bisa bertanya, “Hal apa yang paling kamu anggap penting dalam hidup?” atau “Seperti apa keluarga dan kehidupan yang ingin kamu bangun nanti?” Kamu tidak harus menemukan seseorang yang mempunyai jawaban identik. Yang lebih penting adalah mengetahui apakah perbedaan nilai tersebut masih bisa dihormati dan dibicarakan. Kalau ada perbedaan mendasar mengenai hal-hal yang tidak bisa kamu kompromikan, lebih baik mengetahuinya sebelum hubungan menjadi semakin serius.

Sebelum resmi pacaran, kamu tidak perlu memastikan bahwa seseorang adalah ‘jodoh’ hanya berdasarkan lima pertanyaan ini. Tidak ada daftar pertanyaan yang bisa menjamin hubungan akan selalu berjalan mulus. Namun, percakapan tentang tujuan hubungan, konflik, batasan, masa depan, dan nilai hidup bisa membantumu membuat keputusan dengan lebih sadar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article