Semakin lama menjalani hubungan, kita biasanya mulai sadar kalau rasa sayang saja gak selalu cukup. Ada satu hal lain yang ternyata cukup penting, yaitu punya “kecepatan hidup” yang gak terlalu jauh berbeda. Di awal pacaran, hal ini sering gak terlalu diperhitungkan karena fokusnya masih soal cocok, nyaman, dan senang menghabiskan waktu bersama. Padahal ketika hubungan mulai serius, beda ritme bisa terasa dalam banyak keputusan.
Ada yang ingin cepat menata karier, menikah, punya rumah, lalu mulai memikirkan keluarga. Ada juga yang lebih santai dan memilih menjalani hidup satu per satu tanpa banyak target. Dua-duanya gak salah. Tapi kalau satu orang sudah siap melangkah jauh sementara yang lain masih ingin diam di tempat yang sama, hubungan bisa mulai terasa berat. Jadi, seberapa penting sebenarnya punya kecepatan hidup yang sama dengan pasangan?
