Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tren Wedding Gen Z Makin Unik, dari Audio Guest Book hingga Craft

Tren Wedding Gen Z Makin Unik, dari Audio Guest Book hingga Craft
Bridestory Market September 2026. (IDN Times/Maura Thirza)
  • Bridestory Market September 2026 di ICE BSD City menghadirkan lebih dari 420 vendor, menampilkan kebutuhan pernikahan dengan konsep yang makin interaktif dan personal.
  • Audio guest book dari Cherished Voice memungkinkan tamu meninggalkan rekaman pesan, sementara suvenir craft seperti gantungan kunci dapat dibuat bersama pengantin maupun tamu.
  • Tren pernikahan juga mencakup dekorasi floral modern berbasis LED atau visual digital serta layanan digital untuk undangan, RSVP, website pernikahan, dan QR check-in.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Wedding planning kini gak hanya berkutat pada memilih gedung, gaun, dekorasi, atau katering saja. Seiring berkembangnya preferensi pasangan muda, berbagai detail kecil dalam pernikahan juga ikut diperhatikan. Bahkan, guest book dan souvenir yang dulu terasa konvensional kini hadir dengan konsep yang lebih interaktif.

Hal tersebut terlihat dalam acara BCA Presents Bridestory Market September 2026 yang berlangsung pada 3-6 September 2026 di Hall 3-3A ICE BSD City. Menghadirkan lebih dari 420 vendor dari 20+ kategori, pameran ini mempertemukan berbagai kebutuhan pernikahan dalam satu lokasi.

  1. 1. Guest book sekarang bisa berupa rekaman suara

    Perangkat audio guest book dari Cherished Voice yang memungkinkan tamu meninggalkan pesan melalui rekaman suara.
    Cherished Voice, vendor audio guest book yang menawarkan tamu untuk dapat meninggalkan pesan melalui rekaman suara. (IDN Times/Maura Thirza)

    Salah satu vendor baru yang hadir di Bridestory Market kali ini adalah Cherished Voice. Layanan tersebut menawarkan konsep audio guest book sehingga tamu dapat meninggalkan pesan melalui rekaman suara.

    Menurut Noel Monique Renzita, Head of Content Bridestory, kategori baru ini menjadi salah satu hal yang cukup menarik pada event kali ini. “Yang baru banyak, lumayan banyak vendor, baik itu pendatang baru maupun kategori baru. Kalau kategori baru itu, kalau misalnya di dua event sebelumnya tuh, kan kita ada wedding content creator, kalau sekarang itu udah ada Cherished Voice. Jadi kayak dia rekaman suara, jadi guest book audio gitu bentuknya. Itu juga salah satu yang terbaru di event kita kali ini.”

    Dengan konsep ini, pesan dari orang-orang terdekat gak hanya tersimpan dalam bentuk tulisan. Suara tamu juga dapat menjadi bagian dari memori pernikahan yang bisa didengarkan kembali.

  2. 2. Suvenir mulai bisa di-craft sendiri

    Beragam pilihan suvenir pernikahan dipamerkan di Bridestory Market September 2026 untuk calon pengantin.
    Pilihan Suvenir Pernikahan pada Bridestory Market September 2026. (IDN Times/Maura Thirza)

    Perubahan lain terlihat dari pilihan suvenir. Kalau sebelumnya benda seperti kipas atau lilin cukup umum ditemukan dalam pernikahan, kini pilihan yang lebih playful mulai bermunculan. Noel mengatakan perkembangan tersebut juga semakin terlihat dari banyaknya produk yang mengusung konsep craft.

    “Kalau suvenir itu udah mulai craft-nya banyak, jadi gak terbatas. Kalau zaman dulu banget kan misalnya kipas, lilin, apa segala. Sekarang tuh udah mulai gantungan kunci,” jelas Noel.

    Gak berhenti pada bentuknya, suvenir tersebut juga dapat melibatkan pengantin dan tamu dalam proses pembuatannya. “Sekarang itu, suvenirnya udah kayak bentuknya gantungan kunci yang bisa di-craft sendiri sama si pengantin maupun sama si tamunya,” ujar Noel.

    Konsep seperti ini membuat suvenir gak hanya berfungsi sebagai benda yang dibawa pulang. Tetapi, proses membuatnya juga bisa menjadi aktivitas yang memberikan pengalaman berbeda bagi tamu.

  3. 3. Dekorasi gak hanya dengan bunga asli

    Stan florist dengan rangkaian bunga berwarna cerah di Bridestory Market pada September 2026 di area acara tersebut.
    Salah satu florist di Bridestory Market September 2026. (IDN Times/Maura Thirza)

    Inovasi juga terlihat dari cara dekorasi digunakan untuk memberikan pengalaman. Tahun ini, Bridestory mengangkat tema Petal Dreamscape yang membawa elemen bunga ke dalam suasana yang lebih modern.

    “Petal Dreamscape itu pada intinya kayak penggunaan bunga-bunga karena namanya wedding, kalau gak ada bunga, kayaknya kurang gitu, ya. Tapi dibikinnya lebih modern, lebih immersive,” kata Noel. Ia menjelaskan bahwa elemen floral bahkan dapat dibuat menggunakan teknologi digital.

    “Kadang bisa juga mungkin bentuknya gak beneran bunga asli, mungkin dalam bentuk LED dengan visual digital yang bunga-bunga. Gitu-gitu tetap adalah bunga,” ujar dia.

  4. 4. Wedding planning makin digital

    Tampilan SayYes RSVP by Bridestory sebagai solusi all-in-one untuk pengelolaan tamu pernikahan secara digital.
    SayYes RSVP by Bridestory, produk all-in-one wedding guest management. (IDN Times/Maura Thirza)

    Perkembangan kebutuhan wedding juga terlihat dari hadirnya berbagai layanan digital di Bridestory Market 2026. Salah satunya adalah SayYes RSVP by Bridestory, produk all-in-one wedding guest management yang mencakup undangan digital, wedding website, administrasi RSVP, hingga QR check-in.

    Kehadiran layanan seperti ini membuat pengelolaan tamu dapat dilakukan secara lebih praktis. Calon pengantin juga bisa langsung melihat template dan portofolio hingga melakukan booking selama pameran. Selain itu, Bridestory turut menghadirkan Cerita Bahagia, tim wedding planner and organizer dengan layanan profesional yang ditujukan untuk pasangan yang mencari pilihan dengan harga lebih terjangkau.

    Untuk Gen Z, wedding gak hanya tentang dekorasi yang terlihat cantik di foto. Pengalaman tamu, cara menyimpan kenangan, sampai aktivitas kecil lainnya selama acara juga bisa dibuat lebih personal. Tren ini menunjukkan bahwa pernikahan semakin fleksibel. Gak harus mengikuti tren konvensional, yang penting konsepnya sesuai dengan pasangan dan membuat hari spesial terasa lebih berkesan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More