Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Dark Circle Tak Kunjung Hilang Meski Pakai Skincare

3 min read
5 Alasan Dark Circle Tak Kunjung Hilang Meski Pakai Skincare
ilustrasi pakai skincare (pexels.com/karolina-grabowska)
  • Kulit bawah mata yang tipis membuat pembuluh darah lebih terlihat, sehingga dark circle kebiruan sulit hilang hanya dengan skincare dan bisa membutuhkan perawatan jangka panjang.
  • Faktor genetik memengaruhi ketebalan kulit, pigmentasi, dan struktur wajah; skincare dapat mengurangi tampilan gelap, tetapi tidak sepenuhnya menghapus penyebab bawaan.
  • Kurang tidur, stres, hiperpigmentasi, serta retensi cairan akibat begadang atau garam berlebih dapat memperjelas dark circle; penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dark circle atau lingkar hitam sering jadi salah satu hal yang bikin banyak orang merasa kurang percaya diri. Meskipun kamu sudah pakai eye cream mahal, tidur cukup, atau rutin pakai skincare, dark circle bisa tetap terlihat. Bahkan kadang makin jelas saat kamu lagi capek, stress, atau kurang tidur.

Dark circle memang bukan masalah yang bisa hilang dalam semalam dan terkadang cukup bikin kewalahan untuk mengatasinya. Ada banyak faktor yang memengaruhinya. Yuk, kenali lima alasan kenapa dark circle di bawah mata susah hilang!

  1. 1. Kulit bawah mata sangat tipis

    Mata
    ilustrasi mata (unsplash.com/photoversum)

    Area bawah mata punya struktur kulit yang jauh lebih tipis dibanding bagian wajah lain. Ketika kulit tipis, pembuluh darah yang ada di bawahnya jadi lebih terlihat jelas. Ini yang bikin area bawah mata tampak kebiruan atau keunguan, terutama kalau kamu lagi kurang tidur, kurang minum, atau lelah.

    Karena ini alami, skincare cuma bisa membantu sedikit. Misalnya membuat area bawah mata lebih lembap dan segar. Namun, untuk benar-benar menghilangkan dark circle yang berasal dari kulit tipis, kamu butuh perawatan jangka panjang seperti retinol untuk mempertebal kulit atau bahkan laser atau filler.

  2. 2. Genetik dan faktor keturunan

    ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Kalau orangtuamu punya dark circle yang cukup jelas, besar kemungkinan kamu juga akan mengalaminya. Faktor genetik memengaruhi ketebalan kulit, pigmentasi, sampai struktur wajah. Saat dark circle muncul karena faktor keturunan, level kejelasannya bisa naik turun tergantung gaya hidupmu.

    Namun tetap saja, gak bisa hilang sepenuhnya hanya dengan skincare. Perawatan yang kamu lakukan hanya bisa membantu mengurangi tampilan gelapnya, bukan menghapus penyebabnya. Makanya banyak orang yang sudah mencoba banyak produk tapi hasilnya tetap sama, karena itu bawaan alami.

  3. 3. Kebiasaan kurang tidur dan stres

    ilustrasi merasa stres. (pexels.com/Karolina Grabowska)
    ilustrasi merasa stres. (pexels.com/Karolina Grabowska)

    Kurang tidur atau tidur gak berkualitas bisa membuat aliran darah di wajah melambat. Akhirnya, pembuluh darah di bawah mata makin terlihat dan area tersebut tampak gelap. Stres pun memengaruhi hormon, kualitas tidur, dan membuat wajah terlihat lebih lelah.

    Kalau penyebab dark circle-mu adalah gaya hidup yang gak stabil, kabar baiknya kamu masih bisa memperbaikinya. Pola tidur yang konsisten, manajemen stres, dan konsumsi air yang cukup bisa membantu area bawah mata terlihat lebih cerah. Meski begitu, perubahannya gak akan instan, ya!

  4. 4. Pigmentasi berlebih di area bawah mata

    ilustrasi mata iritasi (pexels.com/karolina grabowska)
    ilustrasi mata iritasi (pexels.com/karolina grabowska)

    Sebagian orang memiliki kulit bawah mata yang lebih gelap karena penumpukan melanin atau hiperpigmentasi. Ini berbeda dengan dark circle yang terlihat kebiruan akibat pembuluh darah. Pigmentasi biasanya terlihat cokelat dan sering muncul karena paparan sinar matahari, sering menggosok mata, alergi, atau peradangan.

    Karena penyebabnya adalah pigmentasi, kamu butuh perawatan yang fokus mencerahkan seperti niacinamide, vitamin C, atau kojic acid. Sunscreen juga wajib digunakan, bahkan untuk area bawah mata. Namun, karena pigmentasi cenderung membandel, kamu harus konsisten sebelum melihat hasilnya.

  5. 5. Kurang peredaran darah dan retensi cairan

    ilustrasi perempuan menangis (unsplash.com/mxsh)
    ilustrasi perempuan menangis (unsplash.com/mxsh)

    Ada kalanya dark circle muncul karena aliran darah kurang optimal atau cairan menumpuk di sekitar mata. Kondisi ini sering terjadi ketika kamu begadang, menangis sebelum tidur, konsumsi garam berlebih, atau tidur dengan posisi yang salah.

    Akhirnya, area bawah mata tampak bengkak dan gelap bersamaan. Untuk masalah ini, lakukan kompres dingin, pijat lembut bawah mata, atau gunakan gua sha untuk membantu memperbaiki sirkulasi darah. Hasilnya biasanya lebih cepat terlihat dibanding penyebab lain.

    Dark circle memang punya banyak penyebab, makanya, gak semua cara bisa ampuh untuk semua orang. Dengan memahami faktor-faktor di atas, kamu bisa memilih langkah perawatan dengan lebih tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More