Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ariel Tatum Mandi Kembang, Ritual Jadul yang Jadi Tren Self Care
Ariel Tatum mandi kembang (instagram.com/arieltatum dan magnific.com/magnific)
  • Mandi kembang, ritual tradisional dengan air dan bunga seperti mawar, melati, atau kenanga, kini dilakukan secara sederhana untuk berendam atau membasuh tubuh dalam suasana tenang.
  • Ariel Tatum menjadikan mandi kembang bagian dari perawatan tubuh dan mental, terutama setelah tanning atau saat membutuhkan jeda untuk menenangkan diri.
  • Ritual ini kembali tren sebagai self care karena aroma bunga dan proses mandi tanpa terburu-buru memberi ruang untuk rileks, melepas penat, serta menikmati me time.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mandi kembang yang dulu identik dengan ritual tradisional kini mulai dilihat dari sudut pandang yang lebih modern. Bukan cuma soal bunga yang ditaburkan ke dalam air, ritual ini bisa menjadi momen untuk berhenti sejenak, merawat tubuh, dan menikmati waktu sendiri di tengah rutinitas yang padat.

Tren ini kembali mencuri perhatian setelah Ariel Tatum membagikan kebiasaannya melakukan mandi kembang sebagai bagian dari body care routine sekaligus me time. Lantas, seperti apa sebenarnya ritual mandi kembang dan kenapa kegiatan yang terkesan jadul ini kembali menarik perhatian sebagai bentuk self care?

1. Apa itu mandi kembang?

Mandi kembang (magnific.com/magnific)

Mandi kembang merupakan ritual yang dilakukan dengan menggunakan air dan berbagai jenis bunga yang biasanya memiliki aroma khas. Dalam praktik tradisional di Indonesia, bunga seperti mawar, melati, kenanga, atau lainnya dapat digunakan dan ritualnya sering dikaitkan dengan penyegaran diri, relaksasi, maupun tradisi tertentu.

Kini, praktik tersebut bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana sesuai kebutuhan. Air dalam bak atau wadah mandi diberi taburan bunga, kemudian digunakan untuk berendam atau membasuh tubuh sambil menikmati aroma dan suasana yang lebih tenang.

2. Ariel Tatum jadikan mandi kembang sebagai metime

Ariel Tatum (instagram.com/arieltatum)

Ariel Tatum diketahui melakukan ritual mandi kembang sebagai bagian dari perawatan tubuh dan mentalnya, terutama setelah melakukan tanning atau ketika sedang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Baginya, mandi bukan sekadar aktivitas untuk membersihkan tubuh, tetapi juga bisa menjadi ritual yang terapeutik dan meditatif untuk mengambil jeda dari hiruk-pikuk sehari-hari.

Lewat ritual mandi, ada ruang untuk melepaskan energi yang terasa berat dan pikiran yang terlalu penuh, lalu kembali mendengarkan diri sendiri. Air yang mengalir seolah menjadi pengingat bahwa gak semua hal harus terus digenggam, karena ada beberapa hal yang memang cukup dilepaskan agar langkah terasa lebih ringan.

3. Kenapa mandi kembang kembali jadi tren self care?

Ariel Tatum (instagram.com/arieltatum)

Mandi kembang terasa cocok dengan tren self care saat ini yang semakin mengarah pada aktivitas sederhana, tetapi bisa membantu seseorang merasa lebih rileks. Aroma bunga, suasana yang tenang, dan proses mandi yang dilakukan tanpa terburu-buru dapat membuat aktivitas tersebut terasa seperti ritual untuk slow down dan menikmati me time.

Manfaat yang paling terasa dari ritual ini bukan sekadar soal bunga atau airnya, tetapi kesempatan untuk benar-benar berhenti dan memberi perhatian pada diri sendiri. Momen tersebut bisa menjadi waktu untuk menenangkan pikiran, melepas penat, sekaligus menciptakan suasana baru sebelum kembali menjalani rutinitas.

Mungkin itu yang membuat ritual mandi kembang kembali terasa relevan di tengah kehidupan yang serba cepat. Karena kadang yang kita butuhkan bukan pergi jauh, tetapi cukup berhenti sejenak, menyendiri, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk pulih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article