“Kamu tentu bisa memakai pakaian beberapa kali sebelum dicuci, tetapi pastikan untuk mengangin-anginkannya terlebih dahulu. Jika pakaian langsung dimasukkan ke laci tanpa dianginkan, bau atau kotoran yang masih menempel bisa berpindah ke pakaian lain,” ujar Jacqueline Sava, CEO Soak, dikutip dari The Spruce.
Buat Busana Khusus, Ini Cara Bikin Baju Fresh Tanpa Terus-terusan Dicuci

- Artikel menekankan bahwa tidak semua pakaian perlu langsung dicuci setelah sekali pakai karena mencuci terlalu sering bisa merusak kain dan mempercepat keausan.
- Dijelaskan beberapa cara menjaga pakaian tetap segar tanpa dicuci, seperti mengangin-anginkan, menggunakan uap panas, serta menyemprotkan fabric spray atau campuran DIY.
- Penulis juga menyoroti pentingnya memastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan dan memakai deterjen secukupnya agar kualitas kain tetap terjaga.
Gak semua pakaian harus langsung dicuci setelah sekali pakai. Beberapa item seperti jeans, sweater, blazer, hingga bra justru lebih awet kalau tidak terlalu sering terkena mesin cuci. Selain menjaga kualitas kain, kebiasaan ini juga bisa menghemat waktu dan energi dalam rutinitas laundry.
Merawat pakaian agar tetap fresh sebenarnya lebih soal cara, bukan seberapa sering dicuci. Dengan teknik yang tepat, kamu bisa tetap tampil rapi tanpa membuat pakaian cepat rusak. Yuk, simak beberapa cara praktisnya!
1. Angin-anginkan pakaian setelah dipakai

Setelah digunakan, jangan langsung menumpuk pakaian di kursi atau memasukkannya ke dalam lemari. Kebiasaan ini justru membuat bau dan kelembapan terperangkap, sehingga pakaian terasa apek meskipun sebenarnya belum kotor.
Sebaliknya, gantungkan pakaian di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar bisa bernapas. Cara sederhana ini membantu menghilangkan bau ringan dan menjaga kesegaran pakaian lebih lama tanpa perlu dicuci.
2. Gunakan uap untuk menyegarkan pakaian

Kalau pakaian terasa kurang segar tapi belum benar-benar kotor, kamu bisa memanfaatkan steamer. Uap panas tidak hanya menghilangkan kerutan, tetapi juga membantu membunuh bakteri dan mengurangi bau pada kain.
Metode ini cocok untuk busana seperti blazer, dress, atau pakaian berbahan halus yang tidak bisa sering dicuci. Selain praktis, steaming juga menjaga bentuk dan kualitas pakaian tetap optimal.
“Tips utama saya untuk menjaga pakaian yang jarang dipakai tetap segar di antara waktu mencuci adalah dengan uap. Uap panas dapat membunuh bakteri, kotoran di permukaan, dan bau, sekaligus menghilangkan kerutan sehingga pakaian terasa bersih dan segar tanpa perlu dicuci,” ujar Frej Lewenhaupt, Co-founder & Chief Product Officer Steamery, dikutip dari The Spruce.
3. Jangan terlalu sering mencuci

Tidak semua pakaian harus dicuci setelah sekali pakai, terutama item seperti jeans, sweater, atau pakaian formal. Terlalu sering mencuci justru bisa mempercepat kerusakan kain dan membuat pakaian terlihat usang lebih cepat.
Dengan mengurangi frekuensi mencuci, kamu tidak hanya menjaga kualitas pakaian tetapi juga lebih hemat air dan energi. Kuncinya adalah memastikan pakaian tidak berbau, tidak bernoda, dan tidak basah oleh keringat sebelum dipakai kembali.
“Untuk menjaga pakaian tetap terlihat segar dan baru lebih lama, saya menyarankan untuk lebih jarang mencuci. Meskipun terdengar berlawanan, mencuci terlalu sering justru menyebabkan keausan, perubahan warna, dan bentuk pakaian menjadi tidak bagus,” ujar Frej Lewenhaupt.
4. Gunakan penyegar kain atau DIY spray

Kalau pakaian mulai terasa kurang segar, kamu bisa menyemprotkan fabric spray sebagai solusi cepat. Cara ini efektif untuk mengatasi bau ringan tanpa harus mencuci seluruh pakaian.
Kamu juga bisa membuat versi DIY dengan campuran air dan cuka putih, lalu menambahkan beberapa tetes minyak esensial. Selain praktis, metode ini membantu menjaga kain tetap awet karena tidak terpapar deterjen terlalu sering.
5. Pastikan pakaian kering sempurna sebelum disimpan

Salah satu penyebab utama pakaian bau adalah kondisi yang masih lembap saat disimpan. Kelembapan ini bisa memicu bau apek bahkan jamur jika dibiarkan terlalu lama di dalam lemari.
Karena itu, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat atau digantung. Memberikan ruang di lemari juga penting agar udara bisa bersirkulasi dan menjaga pakaian tetap segar.
6. Gunakan deterjen secukupnya saat mencuci

Saat mencuci, menggunakan deterjen berlebihan justru bisa meninggalkan residu pada serat kain. Residu ini membuat pakaian terasa kaku dan malah memicu bau tidak sedap dalam jangka panjang.
Gunakan deterjen sesuai takaran agar pakaian benar-benar bersih tanpa merusak tekstur kain. Cara ini juga membantu menjaga kualitas pakaian tetap seperti baru meski sudah dipakai berkali-kali.
“Pastikan menggunakan jenis deterjen yang tepat dan dalam jumlah yang benar. Kebanyakan dari kita menggunakan terlalu banyak, yang bisa meninggalkan residu pada serat kain,” ujar Jacqueline Sava.
Menjaga pakaian tetap fresh gak harus selalu dengan mencuci setiap habis pakai. Dengan perawatan yang tepat, baju favoritmu bisa lebih awet sekaligus tetap nyaman dipakai.


















