Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Sepatu Baru Bikin Lecet? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Kenapa Sepatu Baru Bikin Lecet? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!
Ilustrasi high heels (unsplash.com/Andrew Tanglao)
  • Sepatu baru sering bikin lecet karena bahannya masih kaku dan belum mengikuti bentuk kaki, terutama di area tumit, jari, serta sisi kaki yang sering bersentuhan.
  • Gesekan berulang saat berjalan dapat mengiritasi hingga merusak kulit menjadi lepuhan; risiko meningkat bila ukuran atau bentuk sepatu terlalu sempit maupun longgar.
  • Pakai sepatu baru bertahap, mulai 30–45 menit lalu tambah durasi harian, selingi sepatu nyaman, dan lindungi area rawan dengan moleskin padding atau produk pencegah lecet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya sepatu baru memang menyenangkan. Tapi, ada satu masalah yang cukup sering muncul, yakni kaki bisa jadi lecet saat awal-awal memakainya. Bagian tumit, jari kaki, atau sisi kaki bisa terasa perih bahkan setelah sepatu baru digunakan beberapa jam.

Lecet saat memakai sepatu baru ternyata sesuatu yang umum terjadi dan gak berarti ukuran sepatunya salah. Berikut beberapa alasan kenapa sepatu baru sering bikin kaki lecet!

  1. 1. Bahan sepatu baru masih terasa kaku

    ilustrasi memilih heels
    ilustrasi memilih heels (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Sepatu baru biasanya belum mengikuti bentuk kaki pemakainya. Beberapa material juga masih terasa lebih kaku ketika pertama kali digunakan. Akibatnya, sepatu belum bisa bergerak mengikuti kaki dengan nyaman.

    "Kondisi ini terutama bisa terasa pada bagian sepatu yang bersentuhan langsung dengan tumit atau sisi kaki. Saat berjalan, kaki terus bergerak sementara bagian sepatu yang kaku berulang kali mengenai kulit."

  2. 2. Ada gesekan berulang antara sepatu dan kulit

    ilustrasi heels
    ilustrasi heels (pexels.com/Ray Piedra)

    Saat berjalan, kaki sebenarnya gak diam sepenuhnya di dalam sepatu. Tumit bisa sedikit naik dan turun, sementara jari serta bagian depan kaki bergerak mengikuti langkah. Gerakan kecil tersebut dapat menghasilkan gesekan. Masalahnya, sepatu baru mungkin memiliki bagian tertentu yang lebih sering bergesekan dengan kulit.

    "Gesekan tersebut bisa membuat kulit mengalami iritasi. Jika berlangsung cukup lama, lapisan kulit dapat mengalami kerusakan dan terbentuklah lepuhan atau blister," dilansir artikel berjudul "Why Are My Shoes Causing Blisters?" dari Bangorpodiatry.

  3. 3. Ukuran dan bentuk sepatu kurang sesuai dengan kaki

     Flat Shoes Jelly Wanita Sara Sara JELITA
    Flat Shoes Jelly Wanita Sara Sara JELITA (shopee.co.id/nino_store)

    Nomor sepatu yang biasa kamu gunakan belum tentu selalu terasa pas pada setiap model. Ukuran antarprodusen bisa berbeda, begitu pula dengan bentuk bagian depan, tumit, dan lebar sepatunya.

    "Sepatu yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan pada jari dan sisi kaki. Sebaliknya, sepatu yang terlalu longgar membuat kaki lebih mudah bergerak di dalam sepatu. Tumit, misalnya, bisa terus naik dan turun setiap kali kamu melangkah," papar Analisis Medis Kaki melalui laporan klinis Texas Foot & Ankle Center dalam artikel 3 Reasons Your Shoes May Be Causing Your Foot Problem dari txfoot.com.

    Kedua kondisi tersebut sama-sama dapat meningkatkan gesekan. Inilah alasan kaki masih bisa lecet meskipun sepatu yang digunakan justru terasa sedikit kebesaran.

  4. 4. Jangan langsung pakai sepatu baru seharian

    Ilustrasi high heels
    Ilustrasi high heels (pexels.com/PNW Production)

    Saat punya sepatu baru, rasanya memang ingin langsung memakainya ke mana-mana. Namun, sepatu yang baru dibeli sebaiknya digunakan secara bertahap terlebih dahulu. Tujuannya supaya sepatu dan kaki sama-sama punya waktu untuk menyesuaikan.

    "Kamu bisa mulai memakai sepatu baru selama 30–45 menit di hari pertama. Sebaiknya gunakan di rumah atau untuk aktivitas singkat agar sepatu mudah dilepas jika mulai terasa gak nyaman. Setelah itu, durasi pemakaian bisa ditambah sekitar 20–30 menit setiap harinya," dikutip dari artikel 6 Podiatry Tips To Break In New Shoes Without Blisters Fast dari achillesfootandankle.com.

    Kamu juga bisa bergantian memakai sepatu lama yang sudah nyaman. Dengan begitu, kulit kaki mendapatkan waktu untuk pulih sebelum kembali memakai sepatu baru. Cara sederhana ini dapat membantu proses penyesuaian tanpa harus mengorbankan kaki sampai lecet.

  5. 5. Lindungi bagian kaki yang paling sering bergesekan

    ilustrasi mengenakan flat shoes
    ilustrasi mengenakan flat shoes (unsplash.com/ JENN ARDOR)

    Kalau sudah tahu tumit atau jari kaki sering menjadi korban sepatu baru, jangan menunggu sampai lecet muncul. Area tersebut bisa dilindungi terlebih dahulu sebelum memakai sepatu.

    "Bagian yang sering mengalami gesekan dapat diberi moleskin padding atau produk pencegah lecet. Beberapa area yang umumnya perlu diperhatikan adalah belakang tumit, sisi sendi jempol kaki, serta bagian jari yang menonjol," dikutip dari artikel 6 Podiatry Tips To Break In New Shoes Without Blisters Fast dari achillesfootandankle.com.

    Lapisan pelindung membantu menciptakan bantalan di antara kulit dan bahan sepatu. Dengan begitu, gesekan gak terus terkonsentrasi pada satu bagian kecil kulit. Risiko munculnya lecet pun bisa berkurang.

    Itu tadi alasan kenapa sepatu baru bisa bikin kaki lecet. Jangan lupa terapkan tips agar mengurangi risiko ini saat pakai sepatu barumu!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More