Buku-buku yang sudah selesai dibaca punya nasib yang hampir serupa di banyak rumah. Mereka kerap kali diletakkan di rak, lalu perlahan terlupakan. Tapi bagi Azzah Al Zahra Farras, atau dengan nama pena readorables, membiarkan buku-bukunya 'duduk diam' di lemari terasa seperti sesuatu yang disayangkan. Buku itu sudah menemani dan 'berbicara', sehingga menurutnya, layak untuk terus dirayakan.
Dari rasa itu, lahirlah Bukabuku Kafe, sebuah book cafe yang resmi dibuka pada 30 Mei 2026 di Tebet, Jakarta Selatan. Bukan sekadar tempat membaca dengan kopi, Azzah membangun ruang ini dengan visi yang jauh lebih dalam. Bukabuku menjadi sebuah connecting space yang hangat, intim, dan terbuka untuk siapa saja.
Azzah bukan orang baru di dunia literasi. Sejak SMP ia sudah aktif me-review buku di Instagram, kebiasaan yang tumbuh dari rasa FOMO sederhana karena teman-temannya gemar membaca, lalu berkembang jadi kecintaan yang tulus. Perempuan yang menghabiskan 10 tahun merantau untuk sekolah dan bekerja di luar negeri ini akhirnya kembali ke Indonesia pada tahun lalu, awalnya tanpa rencana menetap. Tapi dari obrolan santai bersama keluarga, ide lama itu muncul lagi dan kali ini benar-benar dieksekusi.
IDN Times berkesempatan berbincang langsung dengan Azzah Farras secara langsung pada Selasa (16/6/2026) di Bukabuku Kafe Tebet, Jakarta Selatan. Azzah menceritakan bagaimana dirinya tumbuh bersama buku-buku bacaannya hingga memanjangkan nyawa buku-bukunya ini dengan membangun book cafe. Mayoritas koleksi buku di book cafe ini juga merupakan koleksi pribadi Azzah dan keluarganya.
