ilustrasi pelembap (pexels.com/SHVETS production)
Menurut Firdha, cara kerja pelembap pada dasarnya melalui beberapa mekanisme. Humektan membantu menarik dan mempertahankan air pada kulit, emolien membantu mengisi celah di antara sel kulit sehingga permukaan terasa lebih halus, sementara bahan oklusif membantu mengurangi penguapan air dari permukaan kulit. Oleh karena itu, konsumen perlu memahami kebutuhan kulitnya terlebih dahulu dan gak sekadar mengikuti tren kandungan.
Selain itu, rutinitas penggunaan juga gak kalah penting. Untuk menjaga skin barrier dibutuhan perwatan yang baik sejak awal seperti, mengeringkan kulit dengan menepuk-nepuh halus menggunakan handuk setelah mandi. Kemudian, moisturizer diaplikasikan saat kulit masih sedikit lembap. Penggunaan dapat diulang ketika kulit kembali terasa kering.
Untuk kulit yang sangat kering dan sensitif, konsumen juga perlu memerhatiakn formula produk yang digunakan. Pilihlah produk tanpa tambahan pewangi dan yang memang diformulasikan untuk kulit sensitif. Salah satu rekomendasinya adalah Cetaphil Pro AD Derma, termasuk Skin Restoring Moisturizer yang mengandung ceramide dan Filaggrin Technology untuk membantu merawat kulit kering, sensitif, dan terasa gatal.
“Rutinitas yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten sering kali lebih realistis daripada rutinitas yang panjang namun sulit dipertahankan. Kenali kebutuhan kulit, pilih produk yang nyaman, kemudian jadikan penggunaannya sebagai kebiasaan,” lanjut Firdha.