OlympiAR Hadirkan Pengalaman yang Tak Bisa Didapat di Ruang Kuliah

- OlympiAR 2026, kompetisi geosains PT Agincourt Resources, membuka pendaftaran hingga 14 September dengan studi kasus pertambangan nyata yang menghubungkan kinerja teknis, lingkungan, dan dampak sosial.
- Peserta mendapat pelatihan ioGAS serta pendampingan praktisi, ahli MGEI, dan akademisi untuk mengolah data serta menyelesaikan studi kasus berjenjang sepanjang September–Desember 2026.
- Total hadiah mencapai Rp150 juta, termasuk magang langsung di Tambang Emas Martabe bagi juara pertama; tersedia pula penghargaan khusus untuk tim terbaik dari Sumatra.
Nama OlympiAR mungkin sudah tidak asing di kalangan mahasiswa teknik pertambangan dan geologi.
Kompetisi geosains nasional besutan PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, ini sudah memasuki tahun ketiga dan namanya terus menguat di jagat akademik pertambangan Indonesia.
Antusiasme mahasiswa selalu tinggi setiap gelaran berlangsung. Tahun 2022 ketika kali pertama diadakan, 72 tim dari 26 universitas ikut serta.
Di OlympiAR 2024, jumlah tim membeludak hingga 161 tim dari 28 universitas. Tahun 2026, OlympiAR kembali mencari generasi muda unggul dengan periode registrasi hingga 14 September 2026.
Tidak sekadar kompetisi kampus dengan piala dan sertifikat, ada banyak hal tentang OlympiAR yang perlu diketahui. Check it out!
1. Kasusnya bukan soal ujian

Director Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, memberikan penjelasan tentang proses bisnis eksplorasi tambang di hadapan sekitar 500 mahasiswa di Institut Teknologi Bandung, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026) (dok. PTAR) Di kebanyakan kompetisi mahasiswa, peserta mengerjakan soal yang sudah punya jawaban pasti. Di OlympiAR, peserta dihadapkan pada studi kasus nyata dari industri pertambangan, mulai dari memahami orebody dan data geologi, menerjemahkannya menjadi keputusan teknis, memahami pentingnya menjaga lingkungan, hingga memikirkan bagaimana keputusan teknis berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitar tambang.
Tema OlympiAR 2026, yakni "Orebody to Ecosystem: Integrating Mining Performance and Environmental Resilience" bukan dipilih tanpa alasan.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab, kemampuan mengintegrasikan kinerja teknis dengan ketangguhan lingkungan menjadi kompetensi yang semakin dicari industri.
Director Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, mengatakan banyak paradigma baru di industri pertambangan yang juga diterapkan di Tambang Emas Martabe, terutama terkait lingkungan.
“Makanya, dalam konteks tahun ini, adik-adik akan mendapatkan banyak challenges, bagaimana anda bisa menghubungkan mining performance dengan environmental performance. Kami meyakini dua hal itu tidak harus diperdebatkan, tetapi bisa seiring sejalan,” katanya.
2. Dibekali alat yang dipakai industri sesungguhnya

Peserta tengah mempresentasikan analisanya di depan juri pada OlympiAR 2024 (dok. PTAR) Salah satu hal yang jarang disorot dari OlympiAR adalah pembekalannya. Peserta mendapat pelatihan langsung menggunakan ioGAS, yakni perangkat lunak analisis data eksplorasi yang dikembangkan khusus untuk industri sumber daya.
Pendampingan sepanjang rangkaian kompetisi datang langsung dari praktisi Agincourt Resources, ahli dari Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), dan akademisi berpengalaman.
Dalam rangkaian OlympiAR 2026 yang berlangsung September hingga Desember 2026, di babak kedua peserta akan mengerjakan studi kasus menggunakan data yang lebih dekat dengan persoalan nyata.
Berlanjut di babak ketiga, peserta terpilih akan menyelesaikan studi kasus lanjutan dengan tingkat kompleksitas dan kedalaman analisis yang lebih tinggi.
3. Hadiahnya? Masuk ke tambang emas sungguhan

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian, tengah mengumumkan hadiah OlympiAR 2026, Selasa (8/9/2026) (dok. PTAR) Ada hadiah yang tidak kecil, dengan total mencapai Rp150 juta. Tim yang menyabet juara pertama akan meraih Rp50 juta dan gawai tablet untuk setiap anggota tim.
Tapi, yang boleh jadi lebih bernilai adalah kesempatan magang di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Bukan magang di kantor pusat, melainkan masuk langsung ke salah satu operasi tambang emas terbesar di Indonesia.
Mahasiswa diajak melihat sendiri bagaimana data yang diolah dalam kompetisi diterapkan dalam keputusan operasional nyata saban hari.
Untuk mahasiswa geosains, pengalaman seperti ini normalnya baru bisa didapat setelah beberapa tahun bekerja.
Tim juara II bakal memperoleh Rp30 juta, juara III Rp20 juta, sedangkan juara Harapan I dan II masing-masing memperoleh Rp10 juta. Dan berbagai hadiah lainnya.
4. Mahasiswa Sumatra, ini momen yang ditunggu!

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang mengajukan pertanyaan ke pemateri saat roadshow OlympiAR 2026 di Padang, Selasa (8/9/2026) (dok. PTAR) Selama ini, kompetisi tingkat nasional kerap identik dengan dominasi kampus-kampus Jawa. OlympiAR 2026 secara eksplisit ingin mengubah pola itu.
Tersedia penghargaan khusus bagi tim terbaik dari Sumatra dengan sistem penilaian yang sama bagi seluruh peserta dari semua wilayah di Indonesia. Tidak ada keistimewaan berdasarkan nama besar kampus.
Tim dari Universitas Syiah Kuala sudah membuktikannya dengan menembus 20 besar di OlympiAR 2024. Sumatra diyakini punya talenta, tetapi yang lebih dibutuhkan lagi adalah panggungnya.
Maka itu, dalam roadshow tahun ini, OlympiAR hadir di Universitas Negeri Padang untuk membuka pintu itu lebih lebar. (WEB/AMS)


















