4 Ikon Musik Jepang Bentuk Supergrup YAO, Rilis Single 777

- Empat ikon musik Jepang, Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, dan Paledusk membentuk supergrup bernama YAO dan merilis single perdana berjudul “777”.
- Single “777” memadukan hip-hop, rock, dan musik alternatif dengan energi segar serta visi untuk menembus batasan genre dan menciptakan sound yang unik.
- Video musik “777” disutradarai Hidehito Hotta menampilkan latar pascaperang bernuansa sinematik yang menggambarkan kesatuan dan kekuatan kolektif sesuai pesan proyek YAO.
Jakarta, IDN Times - Ratu hip-hop Jepang Awich, rapper CHICO CARLITO, band rock ONE OK ROCK, dan Paledusk meluncurkan proyek kolaborasi musik yang diberi nama YAO. Mereka merilis single perdana mereka berjudul “777” yang dengan sempurna menunjukkan chemistry luar biasa mereka dan visi artistik yang serba berani.
Proyek yang menyatukan empat sosok berpengaruh di industri musik Jepang ini memadukan genre hip-hop, rock, dan musik alternatif, dengan satu semangat dan ambisi yang sama. Yaitu mendorong segala batasan dan menantang definisi dari sebuah genre.
Table of Content
1. Memadukan elemen hip-hop, rock, dan musik alternatif

Single “777” menjadi bukti dari energi dan segala kemungkinan yang hadir saat banyak semesta bersatu. Memadukan elemen hip-hop, rock, dan musik alternatif, “777” menyatukan kekuatan dari masing-masing empat musisi, seraya melahirkan sound yang segar, ambisius, dan unik.
Lagu ini menjadi buah dari komitmen mereka untuk meruntuhkan segala batasan kreatif untuk membuat sesuatu yang lebih besar.
2. Single "777" juga dirilis dalam bentuk musik video
YAO juga merilis video musik “777” bernuansa sinematik yang disutradarai oleh Hidehito Hotta yang merupakan rekan kolaborator kreatif dari Awich. Dengan latar sebuah tempat pasca sebuah perang lengkap dengan gedung-gedung rusak dan mobil-mobil yang ditinggalkan, video “777” menunjukkan YAO dengan aksi yang serba memukau.
Direkam dengan skala besar layaknya sebuah film layar lebar, visual “777” mengubah adegan kehancuran menjadi simbol kesatuan, ketahanan, dan kekuatan kolektif yang dengan apik merefleksikan pesan dari proyek musik YAO ini.
3. Cerita di balik proyek YAO

Asal mula proyek YAO ini dimulai dari penampilan live ONE OK ROCK dan Awich di sebuah konser. Pasca konser itu, frontman ONE OK ROCK, Taka, mengaku bahwa ia sangat menghargai dan menghormati musikalitas Awich dan juga kultur hip-hop. Tak heran jika banyak yang berspekulasi bahwa keduanya akan berkolaborasi.
Visi itu pun kemudian melebar dengan hadirnya CHICO CARLITO yang dikenal lewat kemampuan rap dan stage presence-nya yang luar biasa. Band rock dan rekan kolaborator ONE OK ROCK, Paledusk, pun kemudian ikut bergabung. Dengan Awich dan Taka sebagai jantung dari unit musik ini, YAO hadir sebagai proyek musik yang tidak mengenal genre, generasi, atau pun batasan kreatif.





















