9 Keistimewaan Masjidil Aqsa yang Membuatnya Dimuliakan dalam Islam

- Masjidil Aqsa di Yerusalem memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai kiblat pertama umat Muslim dan menjadi simbol keimanan serta perjuangan sejak masa para nabi.
- Masjid ini termasuk tiga masjid paling utama bersama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan pahala salat yang dilipatgandakan serta diyakini membawa ampunan bagi yang beribadah tulus.
- Masjidil Aqsa menjadi tempat singgah Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj, berada di tanah Syam yang diberkahi, dan menjadi saksi ibadah banyak nabi sepanjang sejarah Islam.
Masjidil Aqsa merupakan salah satu tempat suci yang memiliki kedudukan sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Masjid yang berada di wilayah Yerusalem, Palestina, ini tidak hanya dikenal sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Sejak zaman dahulu, kawasan di sekitar Masjidil Aqsa dikenal sebagai tanah yang diberkahi dan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dalam ajaran Islam.
Banyak ayat Al-Qur’an serta hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan kemuliaan tempat ini. Karena itulah, Masjidil Aqsa selalu menjadi simbol keimanan, perjuangan, sekaligus harapan bagi umat Muslim. Untuk memahami lebih dalam tentang kemuliaannya, berikut beberapa keistimewaan Masjidil Aqsa yang penting kamu ketahui.
Table of Content
1. Masjidil Aqsa pernah menjadi kiblat pertama umat Islam

Salah satu keistimewaan Masjidil Aqsa yang paling dikenal dalam sejarah Islam adalah perannya sebagai kiblat pertama bagi umat Muslim. Pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah, kaum Muslim melaksanakan salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsa sebelum akhirnya kiblat dipindahkan ke Ka'bah di Masjidil Haram. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Masjidil Aqsa telah memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam sejak masa awal perkembangan agama ini.
Perubahan arah kiblat kemudian dijelaskan dalam Al-Qur’an ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menghadap ke Ka'bah sebagai kiblat baru bagi umat Islam.
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Artinya: “Sungguh Kami sering melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” (QS. Al-Baqarah: 144).
Meskipun arah kiblat akhirnya dipindahkan ke Ka'bah, Masjidil Aqsa tetap memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi umat Muslim. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa masjid tersebut memiliki posisi istimewa dalam perjalanan ibadah umat Islam. Oleh karena itu, Masjidil Aqsa selalu dikenang sebagai kiblat pertama yang pernah menyatukan umat Muslim dalam beribadah kepada Allah SWT.
2. Masjidil Aqsa termasuk tiga masjid paling utama dalam Islam

Keistimewaan Masjidil Aqsa berikutnya adalah kedudukannya sebagai salah satu dari tiga masjid yang paling dimuliakan dalam ajaran Islam. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa umat Islam dianjurkan melakukan perjalanan ibadah khusus ke tiga masjid utama, yaitu Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Aqsa di Palestina. Ketiga masjid tersebut memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dibandingkan tempat ibadah lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَىٰ ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
Artinya: “Tidak dianjurkan melakukan perjalanan jauh kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Masjidil Aqsa memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Banyak umat Muslim di berbagai negara menjadikan kunjungan ke Masjidil Aqsa sebagai salah satu impian spiritual dalam hidup mereka. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi simbol sejarah panjang perjuangan para nabi dalam menyebarkan ajaran tauhid.
3. Pahala salat di Masjidil Aqsa dilipatgandakan

Keistimewaan Masjidil Aqsa juga terlihat dari besarnya pahala yang dijanjikan bagi umat Muslim yang melaksanakan salat di dalamnya. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa salat di masjid ini memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan salat di tempat lain. Hal ini membuat Masjidil Aqsa menjadi salah satu tempat ibadah yang sangat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
الصَّلَاةُ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ بِمِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ، وَفِي مَسْجِدِي بِأَلْفِ صَلَاةٍ، وَفِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ بِخَمْسِمِائَةِ صَلَاةٍ
Artinya: “Salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu salat di tempat lain, salat di Masjid Nabawi lebih utama dari seribu salat, dan salat di Masjidil Aqsa lebih utama dari lima ratus salat di tempat lainnya.”
Keutamaan pahala ini menunjukkan betapa mulianya tempat tersebut di sisi Allah SWT. Bagi banyak umat Muslim, kesempatan untuk beribadah di Masjidil Aqsa merupakan pengalaman spiritual yang sangat berharga. Hal ini pula yang membuat masjid tersebut selalu menjadi tujuan ibadah yang sangat diidamkan oleh umat Islam.
4. Salat di Masjidil Aqsa diharapkan menjadi sebab pengampunan dosa

Selain dijanjikan pahala yang berlipat ganda, Masjidil Aqsa juga dikenal sebagai tempat yang diharapkan menjadi sarana pengampunan dosa bagi umat Muslim yang beribadah dengan niat tulus. Keutamaan ini berkaitan dengan doa Nabi Sulaiman AS ketika selesai membangun masjid tersebut. Dalam doanya, beliau memohon agar siapa saja yang datang untuk salat di Masjidil Aqsa mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
لَمَّا فَرَغَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ مِنْ بِنَاءِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سَأَلَ اللَّهَ ثَلَاثًا...
Artinya: “Ketika Sulaiman bin Dawud selesai membangun Baitul Maqdis, ia memohon kepada Allah tiga perkara... di antaranya agar siapa saja yang datang hanya untuk salat di dalamnya keluar dari dosa-dosanya seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah).
Doa Nabi Sulaiman tersebut menunjukkan betapa besar kemuliaan Masjidil Aqsa di sisi Allah SWT. Banyak umat Muslim yang berharap dapat mengunjungi masjid ini dengan niat beribadah secara ikhlas. Harapannya, ibadah tersebut menjadi jalan untuk mendapatkan ampunan serta keberkahan dalam kehidupan.
5. Masjidil Aqsa menjadi tempat singgah Nabi saat Isra Mi’raj

Salah satu keistimewaan Masjidil Aqsa yang sangat terkenal adalah kaitannya dengan peristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan luar biasa tersebut, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa dalam satu malam. Peristiwa ini menjadi salah satu mukjizat terbesar yang pernah dialami oleh Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” (QS. Al-Isra: 1).
Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW juga memimpin salat bersama para nabi di Masjidil Aqsa sebelum melanjutkan perjalanan Mi’raj menuju langit. Dari perjalanan itulah umat Islam menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu setiap hari. Hal ini membuat Masjidil Aqsa memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah ibadah umat Muslim.
6. Masjidil Aqsa berada di tanah yang diberkahi Allah

Masjidil Aqsa terletak di wilayah Syam yang dalam banyak ayat Al-Qur’an disebut sebagai tanah yang penuh keberkahan. Wilayah ini menjadi tempat tinggal, dakwah, dan perjuangan banyak nabi sejak zaman dahulu. Karena itulah, kawasan di sekitar Masjidil Aqsa sering disebut sebagai daerah yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi dalam ajaran Islam.
Allah SWT berfirman:
الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ
Artinya: “Yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” (QS. Al-Isra: 1).
Keberkahan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan nilai spiritual, tetapi juga sejarah panjang dakwah para nabi di wilayah tersebut. Banyak peristiwa penting dalam sejarah agama terjadi di tanah Syam. Oleh sebab itu, Masjidil Aqsa selalu dipandang sebagai salah satu simbol keberkahan dalam Islam.
7. Wilayah Masjidil Aqsa menjadi tempat hijrah para nabi

Keistimewaan Masjidil Aqsa juga berkaitan dengan sejarah hijrah beberapa nabi menuju wilayah Syam. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Luth AS disebut pernah berhijrah ke daerah yang diberkahi ini untuk melanjutkan dakwah mereka. Hijrah tersebut dilakukan setelah mereka menghadapi penolakan dan ancaman dari kaum yang menentang ajaran tauhid.
Allah SWT berfirman:
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
Artinya: “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 71).
Peristiwa hijrah ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut telah lama menjadi tempat penting dalam sejarah dakwah para nabi. Di tanah yang diberkahi itulah mereka melanjutkan perjuangan menyampaikan ajaran tauhid kepada umat manusia. Hal ini semakin menegaskan bahwa Masjidil Aqsa memiliki nilai sejarah yang sangat besar dalam perjalanan agama Islam.
8. Tanah Syam menjadi benteng keimanan di akhir zaman

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa wilayah Syam akan menjadi salah satu tempat yang tetap menjaga keimanan umat Islam pada akhir zaman. Ketika berbagai fitnah besar terjadi di dunia, daerah ini disebut sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang tetap teguh dalam keimanan. Karena itulah, wilayah yang menjadi lokasi Masjidil Aqsa sering dikaitkan dengan kekuatan spiritual umat Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا وَقَعَتِ الْفِتَنُ فَالْإِيمَانُ بِالشَّامِ
Artinya: “Apabila terjadi berbagai fitnah, maka iman akan berada di negeri Syam.” (HR. Ahmad).
Hadis ini menunjukkan bahwa wilayah Syam memiliki peran penting dalam perjalanan umat Islam hingga akhir zaman. Banyak ulama menjelaskan bahwa daerah tersebut akan menjadi tempat bertahannya orang-orang beriman ketika berbagai ujian besar terjadi. Keberadaan Masjidil Aqsa di wilayah ini semakin menegaskan pentingnya tempat tersebut bagi umat Islam.
9. Masjidil Aqsa menjadi saksi ibadah para nabi

Masjidil Aqsa juga dikenal sebagai tempat yang memiliki hubungan erat dengan banyak nabi yang diutus oleh Allah SWT. Beberapa nabi seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, hingga Nabi Sulaiman AS memiliki kaitan dengan wilayah ini. Mereka pernah berdakwah, beribadah, dan menyebarkan ajaran tauhid di daerah yang sama.
Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
Artinya: “Sungguh Kami telah menuliskan dalam Zabur bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-Anbiya: 105).
Sejarah panjang para nabi di wilayah ini membuat Masjidil Aqsa memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Tempat ini menjadi saksi perjalanan dakwah dan ibadah para utusan Allah sepanjang sejarah. Oleh karena itu, Masjidil Aqsa selalu dimuliakan dan dihormati oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keistimewaan Masjidil Aqsa tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga nilai spiritual yang sangat besar dalam Islam. Masjid ini menjadi saksi banyak peristiwa penting dalam perjalanan dakwah para nabi serta perkembangan ibadah umat Muslim. Dengan memahami keutamaan tersebut, kamu bisa semakin menghargai dan menumbuhkan rasa cinta terhadap salah satu tempat suci yang dimuliakan dalam Islam.