Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Sunah Dianjurkan Rasulullah di Bulan Ramadan untuk Dapat Ampunan Allah SWT

4 Sunah Dianjurkan Rasulullah di Bulan Ramadan untuk Dapat Ampunan Allah SWT
Ilustrasi Mengaji (IDN Times/Sunariyah)
Intinya Sih
  • Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan serta upaya meraih pahala berlipat ganda.
  • Empat sunnah utama yang dianjurkan selama Ramadan meliputi tadarus Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, konsisten shalat tarawih, dan rutin melaksanakan shalat duha.
  • Setiap amalan tersebut memiliki dasar kuat dari hadits Nabi dan diyakini membawa keutamaan besar seperti pengampunan dosa, keberkahan rezeki, serta peningkatan keimanan dan ketakwaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bagi umat Islam, bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri. Di bulan ini, terdapat limpahan berkah dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain mengejar pahala berlipat ganda, bulan suci ini juga menjadi momen yang tepat untuk menghidupkan kembali sunah-sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Mengutip dari laman resmi Nahdalatul Ulama (islam.nu.or.id), Rabu (25/2/2026), menghidupkan sunah Nabi selama Ramadan tidak hanya bertujuan untuk memaksimalkan perolehan pahala. Lebih dari itu, amalan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah di dalam hati.

Terdapat setidaknya empat sunah yang dapat diamalkan oleh umat Muslim selama bulan suci Ramadan, apa saja? Simak berikut ini.

1. Tadarus Al-Qur'an

Ilustrasi Mengaji (IDN Times/Besse Fadhilah)
Ilustrasi Mengaji (IDN Times/Besse Fadhilah)

Salah satu sunah utama yang dianjurkan untuk diamalkan selama Ramadan adalah tadarus Al-Qur'an. Kegiatan ini mencakup membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi kandungan kitab suci tersebut. Praktik ini memiliki landasan yang kuat dari perilaku Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA dijelaskan, Malaikat Jibril setiap malam bulan Ramadan menemui Rasulullah SAW dan membacakan untuknya Al-Qur'an.

“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan yang paling nampak dalam dirinya itu tampak pada bulan Ramadan saat bertemu dengan Malaikat Jibril. Jibril menemuinya di setiap malam bulan Ramadan dan membacakan untuknya Al-Qur'an. Sungguh Rasulullah SAW adalah orang yang lebih pemurah dalam kebaikan daripada angin yang bertiup,” (HR. Bukhari).

2. Memperbanyak sedekah untuk menjauhkan diri dari api neraka

Ilustrasi sedekah
Ilustrasi sedekah (pexels.com/Said E)

Amalan sunah lainnya yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Ramadan adalah memperbanyak sedekah. Keutamaan bersedekah di antaranya adalah dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

“Jauhkanlah diri kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah menggunakan sebiji buah kurma. Siapa saja yang tidak memilikinya, maka cukup dengan berkata baik," (HR. Bukhari).

Selain itu, dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Nabi Muhammad pernah ditanya mengenai waktu sedekah yang paling utama, dan Beliau menjawab, “sedekah di bulan Ramadan,” (HR. Tirmidzi).

3. Konsisten salat tarawih untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT

Ilustrasi sejumlah warga melaksanakan Shalat Tarawih. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Ilustrasi sejumlah warga melaksanakan Shalat Tarawih. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Tak hanya itu, pembeda antara bulan Ramadan dengan bulan lainnya adalah adanya pelaksanaan salat sunah tarawih setelah salat Isya. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ibadah ini dengan menyebutkan berbagai keutamaannya.

Salah satu keutamaan salat tarawih adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Anjuran ini disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Dijelaskan Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ibadah salat pada malam Ramadan, tanpa mewajibkannya.

“Siapa saja yang bangun (melaksanakan salat) di malam Ramadan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR. Muslim).

4. Rutin melakukan salat duha

ilustrasi wanita sedang sholat
ilustrasi wanita sedang sholat (freepik.com/faizaminudin)

Melaksanakan salat duha secara rutin juga termasuk langkah dalam menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW selama bulan Ramadan. Membiasakan diri menunaikan ibadah ini di bulan suci disebut dapat membantu membangun keistiqomahan untuk melaksanakannya di waktu-waktu berikutnya.

Abu Hurairah RA meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW memberikan tiga wasiat kepadanya.

“Kekasihku (Nabi Muhammad) telah memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, yang tidak akan aku tinggalkan sampai aku mati: 1) Puasa tiga hari di setiap bulan, 2) Salat Duha, dan 3) Tidur setelah melaksanakan salat witir,” (HR. Bukhari).

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More