Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejarah Pemindahan Kiblat, Berawal dari Masjidil Aqsa

Sejarah Pemindahan Kiblat, Berawal dari Masjidil Aqsa
ilustrasi ibadah haji di sekitar kabah (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
Intinya Sih
  • Awalnya umat Islam shalat menghadap Masjidil Aqsa di Yerusalem, kiblat pertama yang dipilih karena kesuciannya dan bebas dari berhala sebelum Ka'bah dijadikan pusat ibadah.
  • Pemindahan kiblat ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Sya’ban setelah turunnya wahyu Allah, disampaikan kepada Rasulullah SAW saat kaum Muslimin sedang shalat di Quba’.
  • Peristiwa ini ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 144 sebagai ujian keimanan umat Islam agar hanya beribadah kepada Allah dengan menghadap Ka'bah di Masjidil Haram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Umat muslim mempunyai kewajiban menjalankan shalat fardhu lima waktu. Jika melaksanakan shalat, kita tentu mengerjakan salah syarat sah shalat. Beberapa di antaranya beragama Islam, berakal, mumayyiz (bisa membedakan yang baik dan buruk), bebas dari hadast besar maupun kecil, suci dari najis, menutup aurat, menghadap kiblat, serta masuk waktu shalat.

Kita shalat menghadap kiblat yang berada di Masjidil Haram (Ka'bah). Sebelumnya, posisi kiblat pernah berpindah. Bagaimana sejarah pemindahan kiblat? Yuk, kita bahas bersama-sama.

Table of Content

1. Kiblat umat Islam pertama kali

1. Kiblat umat Islam pertama kali

ilustrasi kiblat pertama kali
ilustrasi kiblat pertama kali (pexels.com/Yasir Gürbüz)

Masjid Aqsa (Baitul Maqdis). menduduki posisi penting bagi umat Islam. Apabila kamu menyoroti perang antara Israel dan Palestina, Israel berusaha menguasai masjid ini sebelum menjajah wilayah Palestina yang lain. Masjidil Aqsa saksi bisu Rasulullah SAW melakukan perjalanan isra' mi'raj. Bangunan suci yang berada di Yerusalem Tua, Palestina ini merupakan kiblat pertama kaum muslimin.

Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menjalankan shalat menghadap Masjidil Aqsa sebelum hijrah ke Madinah. Di Madinah, Nabi Muhammad SAW menjadikan Masjidil Aqsa sebagai kiblat selama 17 bulan. Bukan tanpa alasan Masjidil Aqsa dijadikan sebagai kiblat pertama.

Buku Sejarah Ibadah yang ditulis Syahruddin El-Fikri menjelaskan umat muslim melakukan shalat di Masjidil Aqsa karena tempatnya yang suci, bebas dari berhala, serta sesembahan. Di sisi lain, Masjidil Haram belum berbentuk sebagai bangunan masjid dan masih terdapat 309 berhala yang masih dipakai untuk sembahyang.

2. Perpindahan kiblat ke Masjidil Haram

ilustrasi Ka'bah
ilustrasi Ka'bah (pexels.com/Konevi)

Bulan Sya'ban menjadi memuat peristiwa penting bagi umat Islam. Secara urutan bulan Sya'ban terjadi sebelum bulan Ramadan. Bulan dikenal sebagai persiapan ibadah sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Selain itu, peralihan kiblat dari Baitul Maqdis ke Mekkah juga di bulan Sya'ban.

Arah kiblat yang menghadap Baitul Maqdis memicu olokan dari kaum Yahudi ke kaum Muslimin, termasuk Rasulullah SAW. Kaum Yahudi beranggapan Baitul Maqdis sebagai pusat peribadatan mereka.

Hadist Al Bukhari dari Ibnu Umar menjelaskan tentang pemindahan kiblat umat muslim yang artinya berbunyi:

Ketika jama'ah kaum Muslimin sedang menunaikan shalat Subuh di Quba', tiba-tiba ada seorang sahabat mendatangi mereka, lalu mengatakan: "Allah Azza wa Jalla telah menurunkan sebuah ayat kepada nabi-Nya agar menghadap Ka'bah, maka hendaklah kalian menghadap Ka'bah!" Lantas mereka semua menghadap ke arah Ka'bah. [HR. Bukhari]

3. Ayat Al Qur'an tentang pemindahan kiblat

ilustrasi ayat Al Qur'an
ilustrasi ayat Al Qur'an (pexels.com/Zeynep Sude Emek)

Pemindahan kiblat ini diyakini bukan hanya sekadar berubah tempat saja. Namun, hal ini bermakna ibadah shalat semata-mata ditujukan kepada Allah SWT. Allah menurunkan ayat kepada Rasulullah SAW terkait pemindahan kiblat umat Islam, yakni Q.S Al-Baqarah ayat 144. Arti Q.S Al Baqarah ayat 144 sebagai berikut:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (QS. Al-Baqarah [2]: 144).

Pemindahan kiblat tidak terlepas dari keraguan dari kaum muslimin. Peristiwa ini menjadi seleksi keimanan bagi umat Islam. Jika mempunyai iman yang kokoh, maka mereka patuh terhadap Rasulullah SAW.

Sejarah pemindahan kiblat mempunyai arti yang istimewa, khususnya umat Islam. Baitul Maqdis dikenal sebagai kiblat sementara. Sekarang, kita shalat menghadap ke Ka'bah, Masjidil Haram.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan
Follow Us