Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah 1 Parfum Cukup untuk Semua Aktivitas? Ini Jawabannya
ilustrasi memakai parfum (magnific.com/pressahotkey)
  • Satu parfum bisa digunakan untuk berbagai aktivitas jika aromanya sesuai dan intensitasnya disesuaikan.

  • Pilihan parfum sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas, cuaca, dan suasana.

  • Memiliki 2 atau 3 parfum dengan karakter berbeda dapat memberikan lebih banyak pilihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya satu parfum andalan memang terasa praktis. Kamu tinggal semprot sebelum beraktivitas, apalagi kalau wanginya sudah terasa cocok dengan karakter diri sendiri. Namun, pernahkah kamu merasa parfum yang sama ternyata tidak selalu terasa pas dalam setiap situasi?

Aroma yang menyenangkan saat digunakan untuk bekerja belum tentu cocok ketika dipakai olahraga. Begitu juga parfum yang terasa elegan untuk menghadiri acara malam mungkin justru terlalu kuat kalau digunakan untuk sekadar ngopi atau beraktivitas di luar rumah pada siang hari. Jadi, apakah sebenarnya satu parfum cukup untuk semua aktivitas? Yuk, simak pembahasan berikut!

1. Satu parfum sebenarnya bisa dipakai untuk berbagai aktivitas

ilustrasi parfum pria (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

Pada dasarnya, tidak ada aturan yang mewajibkan seseorang memiliki banyak parfum. Kalau sudah menemukan aroma yang nyaman, sesuai kepribadian, dan tidak mengganggu orang di sekitar, satu parfum bisa digunakan untuk berbagai kesempatan. Terlebih jika parfum tersebut memiliki karakter aroma yang cukup versatile. Parfum dengan wangi sitrus, akuatik, aroma kayu yang ringan, atau aromatik, misalnya, biasanya lebih mudah digunakan dalam berbagai situasi. Parfum dengan karakter seperti ini cenderung terasa segar tanpa terlalu mendominasi. Karena itu, penggunaannya bisa lebih fleksibel, mulai dari pergi ke kampus, bekerja, jalan-jalan, hingga bertemu teman. 

Yang perlu diperhatikan justru intensitas pemakaiannya. Parfum yang sama bisa memberikan kesan berbeda hanya karena jumlah semprotan yang digunakan. Untuk aktivitas santai pada siang hari, misalnya, 2 sampai 3 semprotan mungkin sudah cukup. Sementara, ketika menghadiri acara malam, kamu bisa menyesuaikan jumlahnya agar aromanya lebih terasa.

2. Aktivitas juga memengaruhi pilihan aroma

ilustrasi parfum (unsplash.com/Hans Vivek)

Meski satu parfum bisa digunakan ke mana-mana, bukan berarti semua jenis aroma akan terasa nyaman dalam setiap aktivitas. Bayangkan menggunakan parfum dengan aroma gaharu (oud)yang pekat dan manis saat sedang olahraga di gym. Ketika tubuh mulai berkeringat dan suhu meningkat, aroma yang awalnya terasa mewah bisa menjadi terlalu menyengat. Sebaliknya, parfum sitrus atau akuatik yang ringan biasanya terasa lebih nyaman untuk aktivitas luar ruangan. Aroma tersebut memberikan kesan bersih dan segar sehingga tidak terlalu berat ketika digunakan pada siang hari.

Untuk bekerja di kantor, pilihan parfum bisa sedikit lebih luas. Aroma fresh, kayu, aromatik, hingga musky dapat digunakan selama tidak memiliki jejak aroma (sillage) yang terlalu agresif. Hal ini penting karena ruang kantor biasanya digunakan bersama banyak orang. Parfum yang terlalu kuat bisa mengganggu rekan kerja, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap wewangian.

3. Parfum untuk acara formal tentu punya pertimbangan berbeda

ilustrasi memakai parfum (magnific.com/pressahotkey)

Ketika menghadiri acara formal, seperti pesta, makan malam, pernikahan, atau acara penting lainnya, parfum dengan karakter lebih kompleks biasanya lebih cocok. Aroma amber, vanila, kulit, gaharu, tembakau, rempah-rempah, atau kayu biasanya memberikan kesan lebih dewasa dan elegan. Namun, bukan berarti parfum seperti ini hanya boleh digunakan pada malam hari.

Kuncinya tetap pada konteks dan takaran. Parfum yang aromanya cukup kuat sebenarnya masih bisa digunakan pada siang hari, selama penyemprotannya tidak berlebihan. Sebaliknya, parfum fresh juga tetap bisa dipakai untuk acara malam jika memang sesuai dengan gaya dan suasana yang ingin ditampilkan. Jadi, tidak ada aturan mutlak bahwa aroma tertentu hanya boleh digunakan pada waktu tertentu.

4. Cuaca juga ikut menentukan

ilustrasi parfum (pexels.com/Gift Habeshaw 🇪🇹)

Selain aktivitas, kondisi cuaca bisa membuat karakter parfum terasa berbeda di kulit. Saat cuaca panas, aroma parfum biasanya lebih mudah menyebar karena suhu tubuh dan lingkungan yang lebih tinggi. Akibatnya, parfum yang terasa biasa saja di ruangan ber-AC bisa menjadi jauh lebih kuat ketika digunakan di luar ruangan.

Parfum dengan aroma segar, seperti sitrus, akuatik, dedaunan, atau aromatik sering terasa lebih nyaman saat cuaca panas. Sementara itu, aroma gourmand, amber, vanila, dan rempah yang cenderung lebih hangat bisa terasa cocok ketika cuaca lebih dingin atau saat digunakan pada malam hari. Akan tetapi, tentu saja ini bukan aturan baku. Preferensi pribadi tetap menjadi faktor utama.

5. Lalu, apakah perlu punya lebih dari satu parfum

ilustrasi parfum (unsplash.com/Ulysse Pointcheval)

Kalau ingin praktis, satu parfum sebenarnya sudah cukup. Pilih aroma yang versatile sehingga bisa digunakan untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari. Namun, memiliki 2 atau 3 parfum dengan karakter berbeda juga bisa memberikan lebih banyak pilihan.

Sebagai contoh, kamu bisa punya 1 parfum fresh untuk aktivitas sehari-hari dan cuaca panas, 1 parfum aroma kayu atau aromatik untuk bekerja, dan 1 parfum yang lebih intens untuk acara malam atau momen khusus. Dengan begitu, parfum tidak sekadar berfungsi sebagai wewangian, tetapi juga bisa menjadi bagian dari keseluruhan penampilan. Tidak perlu langsung punya belasan botol parfum. Bahkan, dua parfum dengan karakter yang berbeda sudah bisa membuat pilihan aroma menjadi jauh lebih fleksibel.

Pada akhirnya, satu parfum cukup untuk semua aktivitas selama aromanya versatile dan penggunaannya disesuaikan dengan situasi. Yang lebih penting bukan seberapa banyak parfum yang dimiliki, melainkan apakah aroma tersebut terasa nyaman bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Sebab, parfum yang bagus bukan selalu parfum yang wanginya paling kuat. Kadang, justru parfum yang meninggalkan kesan tanpa membuat orang lain merasa "diserang" aroma merupakan pilihan yang paling tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article