Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Patung Ikonik di Jakarta Penuh Nilai Sejarah, Apa Saja?
Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (IDN Times/Sunariyah)
  • Delapan patung ikonik Jakarta berfungsi sebagai penanda sejarah, perjuangan bangsa, perkembangan kota, serta kerap menjadi ruang penyampaian pesan dan aksi publik.

  • Patung Selamat Datang, Dirgantara, Tugu Tani, dan Pembebasan Irian Barat merekam semangat penyambutan internasional, kedirgantaraan, perjuangan rakyat, serta pembebasan dari kolonialisme.

  • Arjuna Wijaya, Jenderal Sudirman, Tugu Proklamasi, dan Pahlawan Revolusi mengabadikan kepahlawanan, Proklamasi 1945, dan penghormatan bagi perwira TNI yang gugur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
17 Agustus 1945

Sukarno dan Mohammad Hatta membacakan naskah Proklamasi. Posisi Patung Tugu Proklamasi kemudian dibuat menyerupai momen tersebut.

1961–1962

Patung Selamat Datang dibangun di Bundaran HI. Karya Edhi Sunarso ini dibuat pada masa Gubernur Soemarno Sosroatmodjo.

1961–1963

Patung Pahlawan atau Tugu Tani dibuat oleh Matvey Manizer dan Ossip Manizer sebagai hadiah persahabatan Uni Soviet bagi Indonesia.

17 Agustus 1962

Patung Selamat Datang diresmikan untuk menyambut atlet dan tamu mancanegara dalam Asian Games IV.

1962–1963

Monumen Pembebasan Irian Barat dibangun di Lapangan Banteng pada masa Gubernur Soemarno Sosroatmodjo.

17 Agustus 1963

Presiden Sukarno meresmikan Patung Pembebasan Irian Barat untuk memperingati kembalinya Irian Barat ke Republik Indonesia.

1964–1966

Patung Dirgantara atau Patung Pancoran dibangun atas prakarsa Presiden Sukarno dan dirancang Edhi Sunarso.

1967–1973

Patung Pahlawan Revolusi dibangun di Monumen Pancasila Sakti untuk mengenang perwira tinggi TNI AD yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.

1 Oktober 1973

Presiden Soeharto meresmikan Patung Pahlawan Revolusi.

17 Agustus 1980

Presiden Soeharto meresmikan Patung Tugu Proklamasi atau Monumen Pahlawan Proklamator Sukarno-Hatta.

1987

Patung Arjuna Wijaya dibangun atas inisiatif Presiden Soeharto saat DKI Jakarta dipimpin Gubernur R. Soeprapto.

2001–2003

Patung Jenderal Sudirman dibangun di kawasan Dukuh Atas untuk menghormati jasa Panglima Besar Jenderal Sudirman.

16 Agustus 2003

Patung Jenderal Sudirman diresmikan.

20 Oktober 2026

Greenpeace Indonesia memanjat Patung Selamat Datang dan membentangkan spanduk untuk mendesak penanganan krisis iklim serta memprotes kenaikan biaya hidup. Pada hari yang sama, mahasiswa berdemo di Tugu Tani dan sebagian naik ke atas patung untuk menyampaikan tuntutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk di Patung Selamat Datang, sementara mahasiswa berdemonstrasi dan sebagian naik ke Patung Tugu Tani.
  • Who?
    Aktivis Greenpeace Indonesia dan mahasiswa terlibat dalam aksi di dua patung ikonik Jakarta.
  • Where?
    Aksi Greenpeace berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat; aksi mahasiswa berlangsung di Patung Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kedua aksi berlangsung pada 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Greenpeace mendesak pemerintah menangani krisis iklim dan memprotes kenaikan biaya hidup. Tuntutan mahasiswa per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Greenpeace memanjat Patung Selamat Datang dan membentangkan dua spanduk. Sebagian mahasiswa naik ke Patung Tugu Tani untuk menyampaikan tuntutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jakarta ada delapan patung terkenal yang menyimpan cerita sejarah. Ada Patung Selamat Datang, Pancoran, Tugu Tani, dan Patung Irian Barat. Ada juga Arjuna Wijaya, Jenderal Sudirman, Sukarno-Hatta, dan Pahlawan Revolusi. Greenpeace dan mahasiswa baru-baru ini memakai Patung Selamat Datang dan Tugu Tani untuk menyampaikan tuntutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberadaan patung-patung ikonik di Jakarta memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat merawat ingatan tentang perjuangan, kepahlawanan, persahabatan, dan identitas bangsa. Dari sambutan bagi tamu dunia hingga penghormatan kepada para pejuang, karya-karya ini memberi penanda visual yang menghubungkan berbagai peristiwa penting dengan kehidupan kota, sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat memuat makna kolektif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah patung di Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika ruang publik, tetapi juga menjadi penanda perjalanan sejarah, perjuangan bangsa, dan perkembangan tata kota ibu kota.

Tak hanya itu, sering kali patung dijadikan sebagai tempat dimulainya suatu gerakan atau tempat menyampaikan pesan tertentu. Seperti yang dilakukan Greenpeace Indonesia pada 20 Oktober 2026. Mereka memanjat dan membentangkan 2 spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” Aksi itu dilakukan oleh Greenpeace untuk mendesak pemerintah menangani krisis iklim dan memprotes kenaikan biaya hidup.

Di hari yang sama, mahasiswa juga melakukan aksi demonstrasi di patung Tugu Tani. Bahkan sebagian mahasiswa naik ke atas patung Tugu Tani untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Di balik kejadian tersebut, patung-patung di Jakarta tak luput sebagai simbol dari sebuah pergerakan. Lantas patung-patung apa saja yang ikonik di Jakarta? Yuk simak di bawah ini.

1. Patung Selamat Datang

Spanduk raksasa yang dipasang Greenpeace Indonesia di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, telah dicopot pada Selasa (20/10/2026) pagi. (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, patung Selamat Datang menjadi salah satu penanda paling dikenal warga Jakarta.

Patung ini terdiri dari sepasang laki-laki dan perempuan yang menggenggam bunga serta melambaikan tangan. Patung ini diresmikan pada 17 Agustus 1962 untuk menyambut atlet dan tamu mancanegara dalam Asian Games IV.

Patung karya Edhi Sunarso tersebut dibangun pada 1961–1962, ketika Soemarno Sosroatmodjo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

2. Patung Dirgantara

Patung Dirgantara (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Patung Dirgantara atau Patung Pancoran terletak di Jakarta Selatan. Patung ini dibangun pada 1964–1966 atas prakarsa Presiden Sukarno dan dirancang oleh pematung Edhi Sunarso.

Patung perunggu itu menggambarkan sosok manusia angkasa yang meluncur sebagai simbol keperkasaan Indonesia di bidang kedirgantaraan.

Pembangunannya berlangsung pada masa Gubernur Henk Ngantung, Soemarno Sosroatmodjo, hingga awal kepemimpinan Ali Sadikin.

3. Patung Pahlawan atau Tugu Tani

Patung Perjuangan (Tugu Tani). (IDN Times/ Umi Jari Widayah)

Patung Pahlawan yang juga dikenal sebagai Tugu Tani terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Patung ini dibangun sebagai simbol perjuangan, keberanian, dan pengorbanan rakyat Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, terutama terkait pembebasan Irian Barat.

Patung ini menampilkan petani bersenjata bambu runcing dan seorang perempuan membawa bekal. Patung ini dibuat pada 1961–1963 oleh pematung Uni Soviet Matvey Manizer dan Ossip Manizer sebagai hadiah persahabatan bagi Indonesia.

Pembangunannya di era Gubernur Soemarno Sosroatmodjo.

4. Patung Pembebasan Irian Barat

Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta (Dok. Galeri Nasional Indonesia)

Patung Pembebasan Irian Barat terletak di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Patung ini diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 17 Agustus 1963 untuk memperingati kembalinya Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia.

Monumen setinggi sekitar 35 meter itu menggambarkan sosok pria dengan rantai yang putus, melambangkan pembebasan dari belenggu kolonialisme.

Monumen ini dibangun pada 1962–1963 pada masa Gubernur Soemarno Sosroatmodjo.

5. Patung Arjuna Wijaya

Patung Arjuna Wijaya. (IDN Times/ Umi Jari Widayah)

Patung Arjuna Wijaya terletak di persimpangan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat/Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, posisinya dekat dengan Monas. Patung ini memperlihatkan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan.

Patung ini merupakan karya pematung Bali I Nyoman Nuarta, dibangun pada 1987 yang menggambarkan Arjuna mengendarai kereta perang ditarik delapan kuda, terinspirasi dari epos Mahabharata.

Patung tersebut dibangun pada 1987 saat DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur R. Soeprapto. Pembangunan patung ini diinisiasi oleh Presiden ke-2 RI Soeharto.

6. Patung Jenderal Sudirman

Potret Patung Jenderal Sudirman di Jakarta menghadap Istana Negara. (IDN Times/Amir Faisol).

Patung Jenderal Sudirman terletak di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dibangun pada 2001–2003. Patung figur pahlawan nasional ini diresmikan pada 16 Agustus 2003.

Patung perunggu yang menampilkan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam posisi hormat itu dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Dibangun untuk menghormati jasa, keteguhan, dan strategi perang gerilya Jenderal Sudirman pada masa revolusi.

7. Patung Tugu Proklamasi

Potret Tugu Proklamasi di Jakarta Pusat (IDN Times/Irfan Fathurrohman)

Patung Tugu Proklamasi terletak di Jalan Proklamasi, yang sebelumnya bernama Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Menteng, Jakarta Pusat. Patung ini dikenal juga sebagai Monumen Pahlawan Proklamator Sukarno-Hatta.

Patung perunggu berukuran besar yang menampilkan sosok pahalwan Proklamator, Sukarno dan Mohammad Hatta ini dibuat oleh I Nyoman Nuarta. Posisi dan postur patung dibuat seperti dokumen asli ketika Sukarno-Hatta membacakan naskah Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Patung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 17 Agustus 1980.

8. Patung Pahlawan Revolusi

Monumen Pancasila Sakti (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

Patung Pahlawan Revolusi menampilkan 7 sosok Pahlawan Revolusi dengan latar burung garuda sebagai lambang negara Pancasila. Patung ini terletak di Monumen Pancasila Sakti Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Patung ini dibangun pada 1967–1973 dan diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1973. Monumen Tugu Pahlawan Revolusi ini dibangun untuk mengenang para perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Pembangunannya berlangsung pada era Gubernur Ali Sadikin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article